25.6 C
Jakarta

APTISI – PT SURGE Sepakat Perluas Transformasi Digital Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE; IDX: WIFI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan pada Selasa (26/5/2026). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem digital perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia melalui perluasan akses konektivitas, penguatan layanan kampus digital, serta pengembangan platform pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).

Kolaborasi APTISI dan SURGE memiliki cakupan nasional, dengan ekosistem APTISI yang menaungi 4.095 PTS di berbagai wilayah Indonesia. Program ini diharapkan membantu PTS meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan tinggi, mendukung pembelajaran jarak jauh dan blended learning, serta memperkuat tata kelola akademik berbasis data.

Acara penandatanganan berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senayan, Jakarta, dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Kehadiran Menteri menjadi dukungan penting bagi percepatan transformasi digital pendidikan tinggi swasta sebagai bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

“Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Prof. Brian Yuliarto dalam sambutannya.

Mendiktisaintek juga menegaskan bahwa terdapat potensi besar dalam luasnya akses sumber pengetahuan saat ini ditambah golden age mahasiswa, yakni 4 tahun dengan kemampuan perkembangan pengetahuan yang tinggi. Perguruan tinggi diharapkan dapat membangun lingkungan akademik yang dapat mendukung perkembangan ini serta membangun jejaring yang mumpuni, sehingga menghasilkan talenta yang dapat menopang kemajuan Indonesia.

Sejalan dengan kesepakatan ini Menteri Brian menjelaskan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah menyiapkan video bahan ajar yang dibuat oleh dosen-dosen terbaik dari seluruh wilayah di Indonesia, untuk membantu proses belajar-mengajar para dosen. Dengan adanya akses internet murah, program ini juga akan semakin mendorong kemajuan perguruan tinggi di wilayah terpencil.

“Akses internet murah ini dampaknya tidak akan hanya di generasi kita saja, tetapi ke depan akan terbangun SDM unggul dari berbagai daerah,” ujar Menteri Brian.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga meresmikan Peluncuran Fasilitasi Sekolah Kepemimpinan untuk PTS sebagai program pendukung standardisasi, peningkatan tata kelola, kualitas kepemimpinan, dan daya saing institusi perguruan tinggi swasta di Indonesia. Program ini sejalan dengan kebutuhan PTS untuk memperkuat mutu kelembagaan, tata kelola, dan kesiapan menghadapi transformasi pendidikan tinggi.

Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi PTS. Menurutnya, PTS merupakan kekuatan besar pendidikan tinggi nasional karena tersebar di berbagai wilayah dan menjadi pintu akses utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Jika Indonesia ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta. Karena itu, kerja sama APTISI dan SURGE ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses, menekan kesenjangan digital, dan mempercepat pembelajaran berbasis teknologi,” ujar Muhammad Budi Djatmiko.

Solusi Data Base Tunggal

Sementara itu, Wakil Ketua APTISI, Dr Paristiyanti Nurwardani menjelaskan bahwa integrasi ini tidak hanya mempermudah konektivitas, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola universitas yang baik (good university government), penjaminan mutu, hingga pelatihan kepemimpinan.

“Sekarang kita menjadi one single database untuk APTISI. Kita bisa terkoneksi dengan semua anggota karena adanya kegiatan ini. Salah satu dari delapan layanan utama yang akan kami soroti dalam waktu dekat adalah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan,” ujar Paristiyanti.

Ia menjelaskan program diklat ini dirancang khusus untuk para pemimpin dan calon pemimpin perguruan tinggi swasta di Indonesia, mulai dari Rektor, Dekan, hingga Ketua Program Studi. Fokus utama dari pelatihan ini adalah peningkatan mutu kelembagaan, termasuk penguasaan instrumen evaluasi seperti balanced scorecard, serta peningkatan kualitas Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dan akreditasi.

Program ini juga dirancang selaras dengan agenda Kementerian Pendidikan, khususnya program sekolah kepemimpinan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tengah disiapkan oleh Prof. Brian.

Untuk memastikan dampak yang merata dan menyentuh seluruh wilayah, pelatihan akan menggunakan sistem pelatih (trainer) yang tersebar di berbagai tingkatan struktur administrasi:

  • Tingkat Pusat: Untuk koordinasi nasional dan pembukaan materi utama.
  • Tingkat Provinsi: Mengakomodasi kebutuhan PTS di tingkat regional.
  • Tingkat Kabupaten/Kota: Menjangkau perguruan tinggi di daerah secara lebih spesifik.

Materi-materi utama dalam diklat ini direncanakan akan disampaikan langsung oleh pihak kementerian. APTISI juga berharap menteri terkait dapat hadir untuk membuka acara tersebut secara resmi.

Melalui skema “pola asuh” antar-pimpinan PTS, diklat ini diharapkan dapat memicu semangat belajar bersama demi mendongkrak mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nasional, sehingga memberikan dampak nyata bagi pendidikan tinggi swasta di Indonesia.

APTISI juga menilai bahwa target peningkatan APK pendidikan tinggi menuju 40% pada tahun 2029 akan lebih realistis dicapai apabila digitalisasi kampus, pembelajaran jarak jauh, blended learning, dan platform akademik berbasis Al dapat diterapkan secara luas, termasuk oleh PTS di daerah. Kolaborasi ini turut diperkuat dengan potensi sinergi bersama PT Pos Indonesia melalui jaringan layanan yang tersebar di berbagai kota dan kecamatan, serta dukungan jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sinergi ini diharapkan dapat membantu sosialisasi dan implementasi program secara lebih luas hingga ke daerah.

Acara ini juga menghadirkan Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Keynote Speaker dengan orasi ilmiah bertajuk “Transformasi Digital Pendidikan Tinggi: Pilar Utama Peningkatan Mutu, Pemerataan Akses, dan APK Menuju 40%.”

Dalam paparannya, Hashim menekankan bahwa pemerataan akses internet berkecepatan tinggi merupakan prasyarat penting untuk menciptakan keadilan pendidikan, terutama bagi mahasiswa di daerah dan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.

Melalui kerja sama ini, APTISI dan SURGE menargetkan agar ekosistem PTS memiliki akses teknologi yang lebih merata, modern, dan terintegrasi. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong peningkatan APK pendidikan tinggi nasional dari sekitar 32% menuju 40%, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kawasan.

Adapun program implementasi strategisnya meliputi:

  1. Penyediaan akses internet secara bertahap bagi PTS. Program ini diarahkan untuk membantu kampus-kampus yang masih menghadapi kendala biaya dan infrastruktur konektivitas agar memperoleh akses digital yang lebih baik.
  2. Bundling konektivitas dan layanan akademik. Program akan dikembangkan melalui platform inovatif APTISI Sinergi dan Sinergi Dikti, termasuk akses terhadap modul Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran digital.
  3. Pengembangan ekosistem pembelajaran digital berbasis Al. Platform dirancang untuk mendukung pembelajaran, riset, pengabdian kepada masyarakat, administrasi akademik, analitik mutu, dan aktivitas non-akademik kampus.
  4. Sinergi infrastruktur dan implementasi lapangan. APTISI dan SURGE akan bekerja sama dalam penyediaan lokasi, sosialisasi program, instalasi perangkat, pemeliharaan layanan, dan perluasan jaringan konektivitas secara nasional.

Layanan konektivitas dalam program ini akan memanfaatkan infrastruktur teknologi milik SURGE, termasuk solusi fixed broadband dari IRA – Internet Rakyat berbasis 5G Fixed WirelessAccess (FWA) akan didukung layanan Starlite berbasis Fiber-To-The-Home (FTTH) melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem. Kombinasi FWA dan FTTH tersebut memungkinkan pendekatan yang lebih fleksibel, cepat, dan efisien untuk menjangkau kampus dan komunitas akademik di berbagai wilayah.

“Pendidikan merupakan salah satu pilar utama kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi strategis bersama APTISI, SURGE berkomitmen membuka akses konektivitas digital yang lebih luas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat pemerataan pendidikan berbasis teknologi di seluruh Indonesia,” ujar Andi L Bharata, Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk

Setelah prosesi penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab mengenai peta jalan implementasi teknis di lapangan. Sesi ini dipandu oleh Wakil Ketua APTISI Pusat Bidang Pembelajaran dan Akademik, Dr. Ir. Parisiyanti, M.P., bersama CEO SURGE, Yune Marketatmo. Diskusi membahas strategi implementasi, tahapan distribusi layanan, kesiapan kampus, mekanisme sosialisasi, serta model kerja sama agar program dapat berjalan tepat sasaran.

APTISI menilai bahwa keberhasilan program ini tidak hanya membantu kampus menyediakan akses internet, tetapi juga dapat mengubah cara PTS mengelola pembelajaran, pelayanan akademik, riset, administrasi, promosi kampus, dan penguatan mutu berbasis data. Dalam jangka panjang, PTS diharapkan mampu memperluas jangkauan pembelajaran melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), blended learning, hybrid learning, microcredential, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Kerja sama APTISI dan SURGE menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan tinggi swasta dan sektor teknologi dalam mendukung agenda nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan, transformasi digital, dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Melalui kolaborasi strategis ini, APTISI dan SURGE tidak hanya membangun akses internet, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya ekosistem Kampus Digital PTS Indonesia: perguruan tinggi swasta yang terkoneksi, adaptif, inovatif, berdaya saing, dan siap menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia nasional menuju Indonesia Emas 2045.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!