JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melaksanakan penyerahan 23 ekor hewan kurban berupa sapi secara simbolis pada Selasa (26/5/2026). Acara yang berlangsung di Halaman Kantor Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Senayan, Jakarta tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta upaya mempererat solidaritas di lingkungan internal kementerian maupun bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Iduladha tahun ini. “Sapi ini berasal dari sumbangan kolektif semua unit utama di Kementerian Kebudayaan,” katanya.
Menurut Fadli Zon, Iduladha bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum penting untuk menghidupkan kembali budaya gotong-royong. Menurutnya, nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan sudah lama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari akar budaya bangsa Indonesia.
Melalui semangat kurban, diharapkan muncul refleksi diri bagi setiap individu untuk terus bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. Penyelenggaraan kurban ini juga diharapkan dapat memperkuat karakter bangsa melalui tindakan nyata tolong-menolong antar sesama manusia.
Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan puluhan hewan kurban yang bersumber dari sumbangan kolektif seluruh unit kerja di bawah naungannya. Ke-23 sapi tersebut memiliki bobo tantara 300 kg hingga 600 kg. Total estimasi daging dari sapi ras Bali dan Limosin ini sekitar 7,7 ton dan diprediksi menghasilkan 4 ton daging kurban
Daging kurban akan dibagikan kepada para mustahik termasuk karyawan di lingkungan Kemenbud dengan paket seberat 2 kg per kemasan.
Seluruh hewan kurban ini direncanakan akan dipotong secara profesional di Rumah Potong Hewan (RPH). Proses distribusi daging akan dilakukan secara merata kepada pihak-pihak yang berhak menerima.
Dengan pelaksanaan yang terorganisir, Kementerian Kebudayaan berharap nilai-nilai kemanusiaan ini dapat terus mengakar dalam kehidupan berbangsa. Semangat berbagi daging kurban menjadi simbol bahwa kebudayaan dan kepedulian sosial selalu berjalan beriringan di tanah air.

