29.7 C
Jakarta

SIHEBAT UMS Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Energi Surya

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat berkelanjutan melalui inovasi teknologi tepat guna. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk SIHEBAT (Sistem Hidroponik Energi Baru Terbarukan Melalui Transformasi Pertanian dan Energi Matahari untuk Peningkatan Hasil Panen).

 

Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) itu dilaksanakan oleh tim dosen UMS yang diketuai Ir. Raden Danang Aryo Satryono, S.T., M.T. bersama anggota tim yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

 

Kegiatan berlangsung di Kelompok Tani Lestari Farm, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan melalui integrasi teknologi hidroponik, energi surya, dan budidaya lele berbasis Internet of Things (IoT).

 

Ketua tim pengabdian, Raden Danang Aryo Satryono, menjelaskan bahwa program SIHEBAT dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sistem produksi pangan modern yang hemat lahan, hemat energi, dan mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

 

“Program ini mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan energi terbarukan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Harapannya, masyarakat memiliki model usaha yang produktif sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

 

Program tersebut diterima langsung oleh H. Sunardi selaku perwakilan Kelompok Tani Lestari Farm. Sejumlah anggota kelompok tani turut hadir dalam kegiatan sosialisasi dan penyusunan rencana pengembangan usaha yang akan dijalankan bersama.

 

Melalui SIHEBAT, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung operasional sistem hidroponik dan budidaya lele. Pemanfaatan panel surya dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional sekaligus menekan biaya operasional.

 

Selain itu, penerapan teknologi IoT memberikan kemudahan dalam proses monitoring dan pengelolaan budidaya. Sistem ini memungkinkan petani melakukan pemantauan kualitas air, pemberian pakan, hingga perkembangan tanaman dan ikan secara real time dan berbasis data.

 

“Teknologi ini membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam proses budidaya sehingga produktivitas dapat meningkat secara optimal,” jelasnya.

 

Dalam pelaksanaannya, tim UMS menggunakan metode partisipatif, interaktif, dan learning by doing. Pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program, sehingga kegiatan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.

 

Sementara itu, pendekatan interaktif diwujudkan melalui diskusi, konsultasi teknis, serta pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Proses ini memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi secara efektif kepada masyarakat.

 

Peserta juga mendapatkan pelatihan praktik pembuatan instalasi hidroponik, pemasangan panel surya, pengoperasian perangkat IoT, serta teknik budidaya lele yang baik dan benar. Dengan metode learning by doing, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan.

 

Program pemberdayaan yang sebelumnya berfokus pada usaha peternakan kambing Garut dan budidaya sayuran kini semakin berkembang dengan integrasi hidroponik, budidaya lele, serta pemanfaatan energi terbarukan.

 

Melalui program SIHEBAT, UMS berharap dapat menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai solusi ketahanan pangan berbasis teknologi yang ramah lingkungan.

 

Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dukungan pendanaan dari DPPM Kemendiktisaintek menjadi fondasi penting dalam mewujudkan inovasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan pemanfaatan energi bersih dan teknologi modern, SIHEBAT diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik dalam menghadapi tantangan pangan masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!