SOLO, MENARA62.COM – Dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, An Afida Atsna dan Rara Vera Nathania, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di TK Aisyiyah Sindon pada Sabtu, (30/5/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 35 anak tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan anak usia dini mengenai pengelolaan sampah serta pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui media pembelajaran yang menarik, edukatif, dan menyenangkan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di bawah bimbingan Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes., selaku dosen Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) UMS. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Politeknik Assalam Surakarta sebagai mitra dalam mendukung pelaksanaan edukasi kesehatan dan lingkungan bagi anak usia dini.
Kegiatan ini turut melibatkan dengan alumni Prodi Kesmas UMS, yaitu Chayanita Sekar Wijaya, S.K.M., M.K.M., Rahmadhani Aisyah, S.K.M. dan Aulia Suffah, S.K.M., M.K.M., yang turut berperan dalam mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, dan pendampingan kegiatan edukasi.
Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, alumni, dan mitra perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan sampah yang benar serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini sebagai upaya membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.
Pada kegiatan ini, peserta dikenalkan dengan Alat Permainan Edukatif (APE) Trash Go, yaitu permainan berbentuk ular tangga yang dirancang untuk mengenalkan jenis sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Melalui permainan tersebut, anak-anak belajar memilah sampah sesuai jenisnya, memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Selain bermain, peserta juga mendapatkan edukasi melalui media audiovisual tentang langkah-langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar sesuai anjuran kesehatan.
Edukasi cuci tangan pakai sabun diberikan karena merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran kuman, bakteri, dan virus penyebab penyakit. Anak-anak diajarkan waktu yang tepat untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah bermain, setelah menggunakan toilet, dan setelah memegang benda kotor. Melalui video edukasi dan praktik langsung, peserta dapat memahami enam langkah cuci tangan yang benar sehingga kebersihan tangan dapat terjaga secara optimal.
Menurut Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes., edukasi kesehatan dan lingkungan perlu diberikan sejak usia dini agar anak-anak terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengabdian mengenai CTPS dan pengelolaan sampah kepada siswa TK sangat penting dilakukan karena merupakan suatu upaya preventif untuk mencegah penyakit maupun menjaga lingkungan agar tetap sehat terhindar dari pencemaran lingkungan. Penanaman perilaku sehat sejak dini diperlukan untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab dan peduli akan kesehatan,” ujar Tanjung, Selasa, (9/6/2026).
Kegiatan diawali dengan pemberian pretest sederhana untuk mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai pengelolaan sampah dan kebiasaan mencuci tangan. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, anak-anak kembali diberikan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai jenis-jenis sampah, cara memilah sampah yang benar, serta pentingnya mencuci tangan pakai sabun sebagai upaya menjaga kesehatan diri.
“Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar tampak sangat interaktif. Anak-anak terlihat senang, ceria, aktif menjawab pertanyaan, serta antusias mengikuti permainan dan praktik cuci tangan. Metode pembelajaran yang dikemas melalui permainan edukatif dan media audiovisual membuat peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan sekaligus menikmati proses belajar,” imbuhnya.
Di akhir kegiatan, Tanjung berharap materi yang telah diberikan tidak hanya dipahami oleh peserta, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan anak-anak TK Aisyiyah Sindon dapat menerapkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, serta membiasakan cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut memiliki banyak manfaat, antara lain menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” pungkasnya. (*)
