YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperkuat jaringan kader global melalui Coaching Instruktur Pendamping Perkaderan yang digelar secara daring, Kamis (4/7/2026). Kegiatan ini diikuti kader-kader Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) kawasan Asia Pasifik dan Mediterania yang berasal dari Maroko, Libya, Thailand, dan Mesir.
Agenda internasional tersebut menjadi langkah strategis MPKSDI PP Muhammadiyah untuk memperkuat kaderisasi sekaligus menyatukan visi gerakan Muhammadiyah di kalangan kader diaspora yang sedang menempuh studi, bekerja, maupun menetap di luar negeri.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap meluangkan waktu mengikuti proses perkaderan di tengah aktivitas akademik dan profesional mereka di berbagai negara.
“Kalian semua adalah the chosen people, orang-orang terpilih yang senantiasa ingin hidupnya bermanfaat. Kami di MPKSDI sangat menyambut baik inisiasi ini agar napas dakwah kita tetap terkoneksi, sinergis, dan integratif antara yang di Indonesia dengan yang di mancanegara,” ujar Bachtiar.
Menurutnya, perkaderan memiliki peran penting dalam mentransmisikan visi, nilai, dan cita-cita Muhammadiyah kepada kader yang berkiprah di tingkat global. Dengan demikian, kesamaan cara pandang dan budaya organisasi antara kader di Indonesia dan luar negeri dapat terus terjaga.
Bachtiar menegaskan, kader Muhammadiyah di luar negeri memikul dua peran strategis. Pertama, sebagai duta sekaligus penggerak dakwah Islam Berkemajuan yang memperkenalkan wajah Islam yang modern, moderat, dan membawa rahmat bagi semesta. Kedua, sebagai jembatan peradaban yang menghubungkan Muhammadiyah dengan komunitas internasional melalui kolaborasi lintas bangsa dan lintas agama dalam isu-isu kemanusiaan.
Ia optimistis pengalaman global yang dimiliki kader diaspora akan menjadi modal besar bagi kemajuan Persyarikatan pada masa mendatang.
“Saya optimistis, 10 hingga 20 tahun mendatang, ketika kalian kembali ke Indonesia, kalianlah yang akan memimpin dan menghebatkan Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah,” tegasnya.
Melalui perkaderan daring ini, MPKSDI PP Muhammadiyah berharap lahir pemimpin-pemimpin baru yang memiliki perspektif global, kapasitas kepemimpinan yang kuat, serta komitmen tinggi terhadap nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Sebagai penutup kegiatan, Bachtiar juga mengundang seluruh kader Muhammadiyah di berbagai negara untuk menghadiri pertemuan akbar pada Muktamar Muhammadiyah mendatang di Medan. Momentum tersebut diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi kader Muhammadiyah dari berbagai belahan dunia dalam membangun peradaban yang berkemajuan. (Assalimi)
