31.8 C
Jakarta

UM Bandung Luncurkan Sistem LPPM, Perkuat Riset Digital Berdampak

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menegaskan komitmennya memperkuat transformasi riset melalui peluncuran Sistem Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sekaligus Grand Opening Hibah Internal 2026. Langkah ini menjadi strategi kampus dalam membangun tata kelola penelitian yang lebih digital, transparan, akuntabel, terintegrasi, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

 

Peluncuran yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Lantai 3 UM Bandung, Rabu (8/7/2026), dihadiri Wakil Rektor I UM Bandung Ayi Yunus Rusyana, jajaran LPPM, tim Sistem Informasi, serta para dosen pengusul Hibah Internal 2026.

 

Kepala LPPM UM Bandung, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa sistem yang diluncurkan bukan sekadar aplikasi baru, melainkan tonggak transformasi tata kelola penelitian di lingkungan kampus.

 

“Hari ini kita tidak sekadar meluncurkan sebuah sistem informasi. Kita sedang memulai langkah baru untuk membangun tata kelola penelitian di Universitas Muhammadiyah Bandung yang lebih baik, efektif, transparan, akuntabel, dan terintegrasi,” ujarnya.

 

Menurut Ijang, pengelolaan hibah penelitian melibatkan tahapan yang panjang, mulai dari pengajuan proposal, seleksi, penetapan penerima, pelaksanaan penelitian, monitoring dan evaluasi, hingga pelaporan luaran. Karena itu, digitalisasi dinilai menjadi solusi untuk menyederhanakan proses sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola.

 

Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya mengubah dokumen fisik menjadi file elektronik, melainkan mengubah pola kerja menjadi lebih sederhana, terukur, mudah dipantau, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Terintegrasi dengan Skema Hibah Nasional

 

Sistem LPPM UM Bandung dirancang mengikuti mekanisme pengajuan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui platform BIMA. Dengan pendekatan tersebut, dosen tidak hanya menggunakan sistem untuk mengakses Hibah Internal, tetapi juga berlatih menghadapi proses seleksi hibah nasional.

 

Dalam kegiatan tersebut, para dosen mengikuti simulasi langsung penggunaan sistem dengan membawa laptop dan proposal penelitian masing-masing. Mereka menjadi pengguna pertama yang menguji sekaligus memberikan masukan terhadap fitur-fitur yang tersedia.

 

Ijang meminta seluruh peserta aktif menyampaikan evaluasi apabila menemukan tahapan yang masih rumit atau fitur yang perlu disempurnakan.

 

“Sistem yang baik bukanlah sistem yang hanya terlihat canggih, tetapi sistem yang benar-benar mudah digunakan dan membantu pekerjaan penggunanya,” katanya.

 

Hibah Internal sebagai Investasi Akademik

 

Pada kesempatan yang sama, LPPM UM Bandung juga mengumumkan hasil seleksi Hibah Internal Tahun Anggaran 2026. Proposal yang dinyatakan lolos telah melewati proses seleksi administrasi dan penilaian substansi oleh tim reviewer.

 

LPPM menegaskan bahwa hibah internal bukan sekadar bantuan pendanaan, tetapi merupakan investasi akademik universitas untuk meningkatkan kapasitas dosen, memperkuat rekam jejak penelitian, membangun kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Kita ingin penelitian di UM Bandung terus bergerak dari sekadar terlaksana menjadi berkualitas. Dari sekadar menghasilkan laporan menjadi menghasilkan luaran dan dari sekadar memenuhi kewajiban akademik menjadi memberikan dampak nyata,” tegas Ijang.

 

Ia berharap hasil penelitian dapat melahirkan publikasi ilmiah bereputasi, inovasi, kekayaan intelektual, bahan ajar, rekomendasi kebijakan, hingga solusi konkret terhadap berbagai persoalan masyarakat.

 

Bagi dosen yang belum memperoleh pendanaan, LPPM tetap memberikan apresiasi atas partisipasi mereka dan mendorong agar hasil evaluasi reviewer dijadikan bekal untuk meningkatkan kualitas proposal pada periode berikutnya.

 

Dorong Daya Saing Dosen

 

Sementara itu, Wakil Rektor I UM Bandung Ayi Yunus Rusyana menegaskan bahwa dosen memiliki tanggung jawab tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif mengembangkan karier akademik melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Menurutnya, penelitian harus dikelola dengan sistem yang jelas agar seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga publikasi, dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mendukung peningkatan jabatan fungsional dosen serta reputasi akademik universitas.

 

Ayi berharap Hibah Internal UM Bandung menjadi batu loncatan bagi dosen untuk bersaing memperoleh hibah nasional, termasuk skema Hibah BIMA Kemendiktisaintek. Ia juga mendorong agar hasil penelitian dipublikasikan secara luas sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Kita ingin lahir penelitian-penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademik, namun menjadi rujukan, diperbincangkan secara luas, memperkuat jejaring kolaborasi, dan meningkatkan daya saing UM Bandung di tingkat nasional,” ujarnya.

 

Melalui peluncuran Sistem LPPM dan Hibah Internal 2026, UM Bandung menegaskan langkah strategis menuju ekosistem riset yang unggul, digital, inovatif, kolaboratif, transparan, dan berdampak, sekaligus mempersiapkan para dosennya agar semakin kompetitif dalam meraih hibah penelitian di tingkat nasional maupun internasional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!