31 C
Jakarta

Mahasiswa Fisioterapis UMS Ajak Lansia Tetap Lentur dan Sehat

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengajak para lansia menjaga fleksibilitas tubuh sebagai kunci menjalani penuaan yang sehat. Edukasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan skrining fleksibilitas dan penyuluhan kesehatan dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Bulu, Kabupaten Sukoharjo.

 

Sebanyak 120 lansia mengikuti kegiatan yang diawali dengan senam lansia, kemudian dilanjutkan pemeriksaan fleksibilitas menggunakan Sit and Reach Test. Program ini menjadi bagian dari Praktik Profesi Fisioterapis yang melibatkan 13 mahasiswa UMS sebagai implementasi pelayanan fisioterapi promotif dan preventif di masyarakat.

 

Ketua pelaksana kegiatan, Febri Dwi Kristanto, mengatakan pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi fisioterapi secara langsung sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini kami belajar memberikan pelayanan fisioterapi secara langsung kepada masyarakat, mulai dari melakukan pemeriksaan, memberikan edukasi, hingga membangun komunikasi yang baik dengan para lansia. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga fleksibilitas tubuh sebagai bagian dari penuaan yang sehat,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Juli 2026 itu didampingi Clinical Educator Warsino, AMF., bersama tenaga kesehatan Puskesmas Bulu. Sejak pagi, mahasiswa menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi peserta, persiapan alat pemeriksaan, pendampingan senam, pelaksanaan skrining, hingga penyampaian edukasi mengenai pentingnya menjaga kelenturan tubuh di usia lanjut.

 

Suasana berlangsung penuh semangat saat para lansia mengikuti senam yang dirancang dengan gerakan sederhana, aman, dan mudah diikuti. Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan fleksibilitas secara bergantian menggunakan Sit and Reach Test, metode sederhana untuk mengukur kelenturan otot punggung bawah dan hamstring.

 

Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan dijelaskan secara langsung kepada peserta. Mahasiswa juga memberikan rekomendasi latihan peregangan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah agar fleksibilitas tubuh tetap terjaga.

 

Pembina Prolanis Kecamatan Bulu, Lisa, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS dan Puskesmas Bulu. Menurutnya, pemeriksaan fleksibilitas melengkapi kegiatan Prolanis karena peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga memperoleh informasi mengenai kondisi fisiknya.

 

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS. Adanya pemeriksaan fleksibilitas membuat kegiatan Prolanis menjadi lebih lengkap karena peserta memperoleh edukasi sekaligus mengetahui kondisi tubuhnya. Harapannya para lansia semakin termotivasi untuk tetap aktif bergerak dan menjaga kesehatannya,” katanya.

 

Clinical Educator Praktik Profesi Fisioterapis UMS, Warsino, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata peran fisioterapis di layanan kesehatan primer. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan memberikan terapi, tetapi juga menjalankan fungsi promotif dan preventif melalui skrining serta edukasi kesehatan.

 

“Pemeriksaan fleksibilitas menggunakan Sit and Reach Test merupakan salah satu bentuk asesmen sederhana yang dapat memberikan gambaran kondisi fisik lansia dan menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi latihan yang sesuai,” jelasnya.

 

Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa fleksibilitas yang baik berperan penting dalam menjaga kemandirian lansia menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, membungkuk, mengambil barang, hingga bangkit dari posisi duduk. Latihan peregangan yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu mengurangi kekakuan otot serta meningkatkan kenyamanan bergerak.

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak lansia memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan, teknik peregangan yang benar, hingga cara menjaga tubuh tetap lentur di usia lanjut.

 

Kolaborasi antara mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS, Puskesmas Bulu, dan Program Prolanis Kecamatan Bulu diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan fisioterapi berbasis komunitas. Sinergi tersebut juga menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!