32.9 C
Jakarta

Hari Anak Nasional, RS PKU Solo Ajak Orang Tua Pahami Anak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, RS PKU Muhammadiyah Surakarta mengajak para orang tua untuk lebih memahami perasaan anak sebagai bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang yang sehat. Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan sharing session bertajuk “Dibalik Perilaku Anak, Ada Rasa yang Ingin Dipahami”, yang digelar Sabtu (25/7/2026) di Ruang Tunggu Poliklinik Kebidanan dan Anak Gedung C RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

 

Kegiatan yang diinisiasi Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Tim Stunting RS PKU Muhammadiyah Surakarta itu menghadirkan Rina Jayanti, M.Psi., Psikolog Klinis, sebagai narasumber. Acara diikuti para orang tua dan pengunjung yang tengah menunggu pemeriksaan di Poliklinik Anak maupun Poliklinik Kebidanan.

 

Sharing session dibuka oleh Wakil Direktur Penunjang Medis, SDI, dan Diklat RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih, serta dihadiri Ketua Tim PKRS, Kepala Bagian Pemasaran, Humas dan Kemitraan, bersama jajaran Tim PKRS dan Tim Stunting.

 

Dalam pemaparannya, Rina Jayanti menekankan bahwa perilaku anak sejatinya merupakan bentuk komunikasi atas perasaan yang belum mampu mereka ungkapkan melalui kata-kata. Karena itu, kesehatan anak tidak hanya dinilai dari kondisi fisik, tetapi juga dari terpenuhinya kebutuhan emosional agar anak merasa aman, didengar, dipahami, dan diterima.

 

Ia menjelaskan bahwa tangisan, amarah, rengekan, hingga sikap diam sering kali merupakan respons terhadap rasa lelah, kecewa, takut, atau kebutuhan akan perhatian. Orang tua pun diimbau untuk tidak terburu-buru menilai perilaku anak sebagai kenakalan, melainkan berusaha memahami emosi yang melatarbelakanginya.

 

Untuk membantu orang tua membangun komunikasi yang lebih hangat, Rina memperkenalkan pendekatan DNT (Dengar, Namai, Temani). Pendekatan tersebut mengajarkan orang tua mendengarkan perasaan anak, membantu anak mengenali emosinya, lalu mendampingi mereka dalam menghadapi situasi yang dialami. Menurutnya, empati tetap harus disertai batasan agar anak belajar mengelola emosi secara sehat.

 

Selain itu, ia mengajak orang tua meluangkan waktu berkualitas bersama anak setiap hari serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila menemukan perubahan perilaku yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak.

 

Dalam sambutannya, dr. Siti Wahyuningsih menegaskan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan anak secara menyeluruh, termasuk aspek mental dan emosional.

 

“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa aman, didengar, dan dihargai. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak orang tua untuk lebih memahami perasaan anak sebagai bagian penting dalam proses tumbuh kembangnya. RS PKU Muhammadiyah Surakarta berkomitmen menghadirkan pelayanan yang ramah anak melalui edukasi, pelayanan kesehatan yang komprehensif, serta lingkungan yang nyaman bagi anak dan keluarganya,” ujarnya.

 

Usai sesi edukasi, suasana peringatan Hari Anak Nasional semakin meriah dengan berbagai permainan dan kegiatan menari bersama mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Aktivitas tersebut memberikan hiburan sekaligus menghadirkan keceriaan bagi anak-anak yang sedang menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

 

Sebagai bentuk perhatian kepada pasien anak, RS PKU Muhammadiyah Surakarta juga membagikan souvenir kepada anak-anak yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan. Souvenir diserahkan langsung oleh dokter spesialis anak bersama jajaran direksi dan manajemen rumah sakit.

 

Kepala Bagian Pemasaran, Humas dan Kemitraan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Betty Andriani, mengatakan pemberian souvenir merupakan bentuk kepedulian agar anak-anak tetap merasakan kebahagiaan meski sedang menjalani perawatan.

 

“Kami ingin Hari Anak Nasional tetap menjadi momen yang menyenangkan bagi anak-anak, meskipun mereka sedang berada di rumah sakit. Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap anak merasakan bahwa rumah sakit bukan tempat yang menakutkan, melainkan tempat yang memberikan rasa aman, nyaman, dan penuh kepedulian. RS PKU Muhammadiyah Surakarta akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin ramah anak dan berorientasi pada kebutuhan anak beserta keluarganya,” ungkapnya.

 

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, RS PKU Muhammadiyah Surakarta menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan pelayanan yang humanis. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mewujudkan layanan Rumah Sakit Ramah Anak. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!