33 C
Jakarta

MPAI UMS Gelar Workshop SLR, Bidik Publikasi Scopus

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah. Salah satu upayanya diwujudkan melalui Workshop Praktis Systematic Literature Review (SLR) bertema “Dari Literatur Menjadi Naskah” yang digelar pada 24–25 Juli 2026 di Gedung Fakultas Agama Islam (FAI) UMS.

 

Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa pascasarjana dalam mengolah berbagai sumber ilmiah menjadi artikel akademik yang sistematis, kritis, dan berpeluang dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional, termasuk jurnal yang terindeks Scopus.

 

Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Program Studi MPAI UMS Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I., serta mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS Viky Nur Vambudi, S.Pd., M.Pd.

 

Ketua Prodi MPAI UMS, Muh. Nur Rochim Maksum, menegaskan bahwa kemampuan mengelola literatur secara sistematis menjadi fondasi penting dalam menghasilkan penelitian berkualitas.

 

“Workshop ini kami rancang untuk memperkuat kemampuan riset mahasiswa pascasarjana, khususnya dalam mengelola literatur ilmiah secara sistematis. Mahasiswa tidak cukup hanya membaca banyak referensi. Mereka harus mampu menyeleksi sumber yang relevan, menemukan kesenjangan penelitian, serta menyusun argumen akademik yang kuat berdasarkan bukti ilmiah,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

 

Tak Sekadar Memahami Teori SLR

 

Menurut Maksum, workshop tidak berhenti pada pengenalan konsep Systematic Literature Review (SLR), tetapi juga membimbing peserta menyusun draf artikel berdasarkan topik penelitian masing-masing.

 

Pendekatan berbasis luaran tersebut diharapkan mampu membangun budaya riset yang produktif, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan pascasarjana.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman teori tentang SLR. Mereka diarahkan untuk menghasilkan draf artikel yang dapat dikembangkan menjadi naskah publikasi. Pendekatan berbasis luaran ini penting untuk membangun budaya riset yang produktif, terukur, dan berkelanjutan,” jelasnya.

 

SLR sendiri merupakan metode penelitian yang dilakukan melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis berbagai hasil penelitian terdahulu secara sistematis. Metode ini membantu peneliti memetakan perkembangan suatu bidang kajian, menemukan celah penelitian, serta menyusun argumen akademik berdasarkan bukti ilmiah yang kuat.

 

Mahasiswa Dibimbing Menyusun Artikel Ilmiah

 

Narasumber lainnya, Viky Nur Vambudi, mengungkapkan bahwa salah satu kendala yang sering dihadapi mahasiswa adalah kesulitan menentukan referensi yang benar-benar relevan dari banyaknya artikel yang telah dikumpulkan.

 

“Dalam praktiknya, banyak mahasiswa telah mengumpulkan berbagai artikel, tetapi masih mengalami kesulitan dalam menentukan sumber yang benar-benar relevan dengan fokus penelitian. Melalui SLR, proses pencarian, penyaringan, dan analisis literatur dilakukan dengan tahapan yang jelas sehingga hasil kajian menjadi lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Ia menambahkan, literatur seharusnya tidak hanya digunakan untuk memperbanyak daftar pustaka, tetapi diolah menjadi data akademik yang mampu menunjukkan pola penelitian, perbedaan temuan, tren kajian, hingga peluang penelitian baru.

 

Selama workshop berlangsung, peserta dibimbing mulai dari menentukan fokus penelitian, memilih referensi yang kredibel, menganalisis hasil penelitian terdahulu, hingga menyusun kerangka artikel ilmiah.

 

Draf artikel yang dihasilkan menjadi luaran utama kegiatan dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi naskah siap publikasi setelah melalui proses penyuntingan dan penguatan analisis.

 

Perkuat Budaya Publikasi Ilmiah

 

Metode SLR dinilai relevan diterapkan pada berbagai kajian di bidang Pendidikan Agama Islam, seperti pengembangan kurikulum, teknologi pembelajaran, pendidikan karakter, moderasi beragama, kompetensi guru, hingga transformasi pendidikan Islam.

 

Di tengah pesatnya perkembangan publikasi ilmiah global, kemampuan melakukan kajian literatur secara sistematis menjadi kompetensi yang semakin penting bagi mahasiswa dan peneliti.

 

Melalui workshop ini, MPAI UMS berharap mampu memperkuat budaya riset akademik sekaligus meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa agar memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peluang lebih besar untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional, termasuk jurnal terindeks Scopus. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!