31.4 C
Jakarta

Dwi Jatmiko: Doa Selamat Dunia Akhirat Perkuat Iman

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Doa menjadi fondasi penting dalam kehidupan seorang Muslim karena mencerminkan penghambaan sekaligus pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Melalui doa, seorang hamba memohon keselamatan agama, kesehatan, keberkahan rezeki, hingga husnul khatimah sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

 

Pesan tersebut disampaikan mubalig Muhammadiyah, Dwi Jatmiko, dalam Safari Dakwah ke-12 yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta di PCM Kota Bengawan, Kauman, Solo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di SD Muhammadiyah 2 Kauman itu diikuti jamaah, termasuk ibu-ibu Aisyiyah.

 

“Mari kita berdoa Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi. Terima kasih SD Muhammadiyah 2 Kauman yang telah bersedia menjadi tempat pengajian ibu-ibu Aisyiyah,” ujar Dwi membuka tausiyahnya.

 

Dalam ceramahnya, Dai Champions Standardisasi MUI Pusat itu menjelaskan bahwa doa tersebut merupakan rangkuman permohonan seorang mukmin agar memperoleh keselamatan dan keberkahan dalam seluruh aspek kehidupan.

 

Menurutnya, permohonan pertama yang dipanjatkan adalah keselamatan dalam agama. Hal itu menunjukkan bahwa iman merupakan nikmat paling berharga yang harus dijaga.

 

“Yang pertama diminta adalah keselamatan dalam agama. Ini menunjukkan bahwa iman adalah nikmat terbesar. Harta bisa dicari, kesehatan bisa diupayakan, tetapi jika iman hilang maka semuanya tidak bernilai di sisi Allah,” jelasnya.

 

Selain menjaga keimanan, Dwi mengajak jamaah untuk senantiasa memohon afiyah atau kesehatan. Ia menegaskan bahwa tubuh yang sehat merupakan modal utama untuk beribadah, bekerja, menuntut ilmu, serta memberikan manfaat bagi sesama.

 

“Rasulullah SAW bahkan menyebut kesehatan sebagai salah satu nikmat yang sering dilalaikan manusia. Doa selamat dunia akhirat yang berkemajuan,” tegasnya.

 

Dwi juga menguraikan makna keberkahan rezeki. Menurutnya, rezeki yang diberkahi bukan semata-mata diukur dari jumlahnya, melainkan dari manfaat yang dirasakan, ketenangan hati, rasa cukup, dan semakin mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.

 

Bagian yang paling menyentuh dalam doa tersebut, lanjutnya, adalah permohonan taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal mauti, yaitu memohon taubat sebelum ajal tiba, rahmat ketika menghadapi sakaratul maut, serta ampunan setelah meninggal dunia.

 

“Inilah doa yang mengingatkan kita agar tidak menunda taubat,” katanya.

 

Pengajian ditutup dengan pembacaan doa Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar, yang disebut Dwi sebagai ringkasan harapan setiap Muslim untuk memperoleh kebaikan di dunia, kebahagiaan di akhirat, serta perlindungan dari siksa neraka.

 

Jamaah mengikuti rangkaian pengajian dengan khidmat. Mereka berharap doa-doa yang dipanjatkan menjadi jalan hadirnya rahmat, keberkahan, kesehatan, dan keselamatan dunia maupun akhirat, sekaligus memperkuat semangat menjalani kehidupan yang berkemajuan sesuai nilai-nilai Islam. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!