34 C
Jakarta

Wamendiktisaintek Fauzan Dorong PTMA Perkuat Ekosistem Riset

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan pentingnya penguatan ekosistem riset di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat dan mendukung prioritas pembangunan nasional.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Fauzan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan (Fosma) PTMA 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Selasa (28/7/2026).

 

Menurut Fauzan, PTMA memiliki modal besar dalam pengembangan riset, mulai dari keberagaman bidang penelitian, sumber daya akademik, hingga luaran riset yang telah memberikan manfaat kepada masyarakat. Potensi tersebut, katanya, perlu dikapitalisasi agar menghasilkan dampak yang lebih luas.

 

“Kalau potensi-potensi ini dikapitalisasi, maka akan menjadi kekuatan dahsyat. Fosma PTMA perlu didorong untuk menjadi ekosistem yang lebih memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” ujarnya.

 

Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan pada ketersediaan potensi, melainkan pada pola kolaborasi antarkampus. Selama ini, kerja sama dinilai masih bersifat administratif dan belum berkembang menjadi kolaborasi substantif yang menghasilkan program bersama berskala besar.

 

Karena itu, Fauzan mendorong PTMA membangun konsorsium riset yang mampu mengintegrasikan keunggulan masing-masing perguruan tinggi sehingga melahirkan inovasi yang lebih kuat dan berdaya saing.

 

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga mengapresiasi langkah progresif Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang dinilai berhasil mendorong kapitalisasi ekosistem riset PTMA hingga memperoleh pendanaan pendamping (co-funding) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

 

“Karena kita punya Rp10 miliar, maka LPDP investasi Rp10 miliar. Jadi totalnya Rp20 miliar,” ungkapnya.

 

Menurut Fauzan, model kolaborasi pendanaan tersebut perlu diperluas, tidak hanya untuk kegiatan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat.

 

Ia berharap seluruh program pengabdian yang dilakukan dosen maupun mahasiswa dapat diintegrasikan dalam satu ekosistem besar sehingga menghasilkan dampak yang lebih terukur bagi masyarakat.

 

“Menjadi pasukan besar, kemudian mengatasi persoalan-persoalan yang sedang menjadi prioritas pembangunan pemerintah,” katanya.

 

Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno menyampaikan bahwa PTMA berhasil memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pengembangan bidang dosen dan kemahasiswaan.

 

Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program dosen dan mahasiswa yang berorientasi pada solusi nyata bagi persoalan bangsa.

 

Harun menegaskan, kemajuan PTMA selama ini tidak lepas dari kekuatan bidang akademik. Oleh sebab itu, ia berharap Rakornas Fosma PTMA tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan inovasi baru.

 

“Harapannya agar pertemuan ke depan bukan hanya semacam forum silaturahmi, tetapi di dalamnya ada inovasi baru yang terkait dengan pengembangan di bidang kemahasiswaan, talenta, dan inovasi,” tegasnya.

 

Rakornas Fosma PTMA 2026 di UMS diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antarkampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam membangun ekosistem riset, pengabdian, serta inovasi kemahasiswaan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!