SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berkolaborasi dengan Polres Karanganyar dan SD Muhammadiyah Baitul Falah (MBF) Mojogedang Karanganyar Jawa Tengah menggelar pengabdian kepada masyarakat bertema “Membangun Generasi Tangguh melalui Edukasi Ketahanan Lingkungan, Ketahanan Mental, dan Ketahanan Pangan”, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang diikuti siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar ini menghadirkan edukasi komprehensif mulai dari pencegahan perundungan (bullying), bijak bermedia sosial, keselamatan berlalu lintas, hingga penguatan ketahanan pangan melalui praktik pertanian dan perikanan. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan sulap, badut, dan berbagai aktivitas interaktif yang membuat anak-anak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Ketua Tim Pengabdian FHIP UMS, Dr. Sri Waljinah, S.Pd.,S.H., M.Hum.,M.H. mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi perguruan tinggi, kepolisian, dan sekolah dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Alhamdulillah kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Kami mengangkat tema membangun generasi tangguh melalui edukasi ketahanan lingkungan, ketahanan mental, dan ketahanan pangan. Harapannya, kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan terutama anak-anak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, FHIP UMS bersama Polres Karanganyar juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan alat tulis kepada anak yatim piatu serta keluarga kurang mampu.
Selain itu, Polres Karanganyar turut menyosialisasikan layanan sunatan massal gratis yang rutin diselenggarakan setiap Jumat dengan syarat cukup membawa kartu keluarga dan didampingi orang tua. Kepolisian juga membuka layanan konseling bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui jajaran kepolisian setempat.
Menurut Waljinah, SD MBF Mojogedang dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki kekhasan sebagai sekolah berbasis pertanian yang sejalan dengan isu ketahanan pangan nasional.
“SD MBF merupakan sekolah yang mengembangkan konsep pertanian sehingga sangat relevan dengan materi ketahanan pangan. Ketahanan pangan harus didukung ketahanan lingkungan dan ketahanan mental. Karena itu kami juga menghadirkan edukasi keselamatan berlalu lintas dan pencegahan bullying yang disesuaikan dengan usia anak,” jelasnya.
Kasat Binmas Polres Karanganyar, AKP Sugiyanto, mengapresiasi kerja sama yang dibangun bersama FHIP UMS. Menurutnya, pendekatan edukatif yang dikemas secara menyenangkan menjadi cara efektif untuk mendekatkan polisi dengan anak-anak.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan meliputi sosialisasi anti-bullying, penggunaan media sosial secara bijak bagi siswa, guru, dan orang tua, serta pengenalan ketahanan pangan melalui praktik pertanian, budidaya ikan, hingga budidaya melon yang dikembangkan anggota Bhabinkamtibmas.
“Kami ingin menghadirkan polisi sebagai sahabat anak. Karena itu edukasi dikemas menarik dengan permainan, sulap, hingga praktik pertanian agar anak-anak mudah memahami materi yang disampaikan,” kata Sugiyanto.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Baitul Falah Mojogedang, Nur Fitri Fatimah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara sekolah, FHIP UMS, dan Polres Karanganyar.
Menurutnya, siswa mendapatkan banyak pengalaman baru melalui materi keselamatan berlalu lintas, edukasi kepolisian, ketahanan pangan, hingga hiburan edukatif yang membuat proses belajar menjadi menyenangkan.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran FHIP UMS bersama Polres Karanganyar memberikan manfaat yang sangat besar, tidak hanya bagi sekolah tetapi juga masyarakat sekitar. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik,” ungkap Nur Fitri.
Melalui sinergi perguruan tinggi, kepolisian, dan sekolah, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan mental, serta semangat kemandirian pangan sejak usia dini sebagai bekal mencetak generasi Indonesia yang tangguh. (*)

