34.9 C
Jakarta

Mahasiswa PLP UMS Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ turut mendampingi edukasi kesiapsiagaan bencana bagi siswa SD Muhammadiyah 16 Karangasem Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026).

 

Edukasi menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai narasumber. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya sekolah menanamkan karakter tangguh dan budaya sadar bencana sejak usia dini.

 

MPLS SD Muhammadiyah 16 Karangasem tahun ini mengusung tema “Asri”, akronim dari Aman, Resik, dan Indah. Tema tersebut menjadi payung berbagai kegiatan untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, serta ramah bagi seluruh warga sekolah.

 

Selain kesiapsiagaan bencana, rangkaian MPLS juga diarahkan untuk mengenalkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, kesopanan dalam bermedia sosial, serta berbagai nilai positif lainnya.

 

Ketua PLP 2 UMS, Dyas Setyowati, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman lapangan yang berharga.

 

“Pendampingan ini menjadi bagian dari pengalaman lapangan mahasiswa dalam memahami bagaimana sekolah membangun budaya aman dan siaga bencana sejak masa orientasi siswa baru,” ujar Dyas, Sabtu (15/8/2026).

 

Siswa Dikenalkan Mitigasi Gempa dan Banjir

 

Dalam edukasi tersebut, perwakilan BPBD, Didik, menekankan pentingnya memberikan pemahaman kebencanaan kepada siswa sekolah dasar sejak dini.

 

Menurutnya, edukasi sejak usia dini dapat membantu anak memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

 

“Edukasi bencana perlu diberikan kepada siswa sekolah dasar sejak dini untuk membangun kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi situasi darurat,” kata Didik.

 

Materi yang diberikan berfokus pada dua jenis bencana, yakni banjir dan gempa bumi. Siswa mendapatkan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum, ketika, dan setelah bencana terjadi.

 

Selain memahami cara melindungi diri, siswa juga dikenalkan dengan prosedur evakuasi yang benar.

 

Wakil Kepala Kurikulum SD Muhammadiyah 16 Surakarta, Ferry Arsita, mengatakan aspek “Aman” menjadi salah satu perhatian utama sekolah dalam pelaksanaan MPLS.

 

“Aman itu tentang edukasi ke anak bagaimana lingkungan sekolahan itu nyaman baik untuk anak dan warga sekolah. Kami membekali siswa dengan mitigasi bencana karena bencana tidak ada yang tahu kapan akan terjadi,” ujarnya.

 

Menurut Ferry, sekolah telah memiliki prosedur evakuasi meskipun masih dalam tahap dasar. Edukasi mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga sebelumnya telah diberikan kepada siswa.

 

PLP UMS Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

 

Ferry mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PLP UMS dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik mengenai pengelolaan kegiatan di lingkungan sekolah.

 

“Keterlibatan mahasiswa PLP UMS dapat memberi pengalaman praktek langsung bagi mereka mengenai pengelolaan kegiatan sekolah,” jelasnya.

 

Sinergi antara sekolah, BPBD, dan mahasiswa PLP UMS tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

 

Melalui edukasi yang diberikan sejak dini, siswa diharapkan tidak hanya memahami potensi risiko bencana, tetapi juga memiliki karakter tangguh, mampu menjaga keselamatan diri, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!