SOLO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperluas jejaring kewirausahaan nasional dan internasional melalui Inkubator Bisnis dan Talenta Inovasi (IBTI) bersama Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI).
Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam Temu Nasional Pendamping (TNP) IV 2026, International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026, serta Misi Kolaborasi Lintas Batas ke Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 11–15 Agustus 2026.
Rangkaian agenda di Pontianak dan Kuching tidak hanya menjadi forum pertukaran pengalaman bagi pengelola inkubator bisnis. UMS memanfaatkannya untuk membangun koneksi dengan pengelola inkubator, pendamping usaha, pemerintah, akademisi, pelaku dunia usaha, komunitas, hingga mitra internasional.
Jejaring tersebut diarahkan untuk membuka peluang pengembangan tenant IBTI UMS, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus.
Manager IBTI UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., bersama pengurus IBTI UMS Endang Setyaningsih, M.Si., hadir dalam rangkaian kegiatan bersama perwakilan DRKUI UMS.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Business Development Services Indonesia (DPN ABDSI) bersama DPW ABDSI Kalimantan Barat dan Universitas Tanjungpura.
Pertama Kali Ikuti Forum Nasional ABDSI
Siti Azizah mengatakan, keikutsertaan IBTI UMS dalam TNP IV 2026 menjadi pengalaman pertama bagi IBTI UMS terlibat langsung dalam forum nasional ABDSI.
Menurutnya, momentum tersebut penting untuk melakukan benchmarking sekaligus memperluas jejaring dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha mahasiswa dan tenant IBTI UMS.
“Bagi IBTI UMS, ini merupakan pengalaman pertama kami terlibat langsung dalam forum nasional ABDSI. Kami melihatnya sebagai momentum yang sangat penting untuk belajar, melakukan benchmarking, sekaligus membangun jejaring dengan berbagai inkubator, pendamping usaha, pemerintah, dan dunia usaha,” ujar Siti Azizah, Sabtu (15/8/2026).
Ia menambahkan, jejaring yang terbentuk diharapkan dapat ditransformasikan menjadi peluang nyata bagi pengembangan tenant dan ekosistem kewirausahaan UMS.
Rangkaian agenda di Pontianak berlangsung pada 11–12 Agustus 2026. Kegiatannya meliputi TNP IV, konferensi internasional, workshop, expo kewirausahaan dan UMKM, hingga forum perumusan rekomendasi penguatan pendampingan KUMKM.
TNP IV 2026 mengusung tema “Menguatkan Youthpreneur, UMKM Digital, dan Koperasi untuk Indonesia Maju dan Berdaulat.”
Tema tersebut menempatkan regenerasi wirausaha muda, kolaborasi kampus dan UMKM, talenta digital, serta kepemimpinan kewirausahaan generasi muda sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem usaha.
Buka Akses Pasar di Sarawak
Jejaring yang dibangun di Pontianak kemudian diperluas melalui Misi Kolaborasi Lintas Batas ke Kuching, Sarawak.
Dalam agenda tersebut, delegasi mengikuti courtesy call, roundtable, business matching, networking, serta kunjungan ke sejumlah simpul pengembangan kewirausahaan di Sarawak.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi UMS untuk menjajaki konektivitas bisnis lintas batas sekaligus membuka peluang akses pasar bagi UMKM Indonesia.
Rangkaian kolaborasi semakin strategis setelah delegasi diterima Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli. Delegasi juga bertemu dengan sejumlah pengusaha Indonesia yang mengembangkan bisnis di Sarawak.
Pertemuan tersebut membuka pembicaraan mengenai peluang UMKM Indonesia memperluas pasar dan mengembangkan usaha di Sarawak dengan memanfaatkan jejaring ABDSI, pelaku usaha, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Dukungan juga disampaikan Willy Bastian, salah satu pengusaha Indonesia yang beraktivitas di Sarawak. Ia menyatakan keterbukaan untuk mendukung dan menjalin kerja sama dengan UMKM Indonesia yang telah memiliki kesiapan mengembangkan pasar dan usahanya di Sarawak.
Misi kolaborasi kemudian diperkuat melalui pertemuan dengan Datuk Snowdan Lawan, Timbalan Menteri Pelancongan, Industri Kreatif dan Seni Persembahan Sarawak.
Tenant UMS Ditargetkan Go International
Bagi IBTI UMS, rangkaian kegiatan Pontianak–Kuching mempertegas arah pengembangan inkubator perguruan tinggi. Inkubator tidak hanya berperan dalam pembentukan dan pendampingan bisnis di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi jembatan menuju jejaring bisnis, mitra strategis, akses pasar, hingga internasionalisasi usaha.
“Kami pulang tidak hanya membawa pengalaman mengikuti TNP, tetapi juga membawa jejaring. Tantangannya setelah ini adalah bagaimana jejaring tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kolaborasi konkret,” kata Siti.
Ia berharap ketika tenant IBTI UMS telah siap berkembang, akses yang tersedia tidak lagi terbatas pada pasar lokal, tetapi juga dapat mempertemukan mereka dengan mitra nasional dan peluang pasar internasional.
Keikutsertaan IBTI dan DRKUI UMS dalam TNP IV 2026 hingga Misi Kolaborasi Lintas Batas di Sarawak menjadi langkah untuk memperkuat posisi UMS dalam ekosistem inkubasi dan pendampingan kewirausahaan nasional.
Jejaring tersebut diharapkan berkembang menjadi kolaborasi antarinubator, peningkatan kapasitas pengelola dan tenant, business matching, serta pembukaan akses pasar bagi usaha potensial binaan IBTI UMS. (*)

