BOYOLALI, MENARA62.COM — RS PKU Aisyiyah Boyolali resmi memulai pembangunan perluasan Gedung A sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Proyek tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang digelar bersamaan dengan Resepsi Milad ke-27 rumah sakit, Selasa (8/9/2026).
Gedung baru itu dirancang setinggi lima lantai dengan satu lantai basement. Bangunan berdiri di atas lahan seluas 501 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 2.960 meter persegi.
Pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada akhir September 2026 dan rampung serta diresmikan pada akhir 2027. Masa konstruksi diproyeksikan berlangsung selama 12 bulan.
Bupati Boyolali Agus Irawan yang hadir sekaligus melakukan groundbreaking mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah daerah.
“Pemerintah Daerah Boyolali mengapresiasi Muhammadiyah yang mempunyai kontribusi luar biasa dalam membantu program pemerintah. Bukan hanya melalui layanan kesehatan berupa rumah sakit atau klinik, namun juga dalam bidang pendidikan,” ujar Agus.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Boyolali terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, dinilai penting untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak bisa membangun daerah sendirian. Karena itu, kolaborasi dengan elemen masyarakat menjadi sebuah keharusan,” katanya.
Dorong Transformasi Layanan Kesehatan
Dukungan terhadap pengembangan RS PKU Aisyiyah Boyolali juga disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Mardiyah.
Ia mengingatkan agar rumah sakit terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis.
“RS PKU Aisyiyah harus senantiasa melakukan transformasi perubahan untuk mengantisipasi berbagai tantangan ke depan. Perluasan Gedung A ini adalah bagian nyata dari transformasi tersebut,” tegas Mardiyah.
Direktur RS PKU Aisyiyah Boyolali, dr. Zahrosofi Ahmadah, M.A.R.S., mengatakan pembangunan gedung baru merupakan bagian dari keberlanjutan perjuangan para perintis, pendiri, hingga jajaran direktur terdahulu.
Menurut dia, ekspansi tersebut tidak sekadar menambah kapasitas bangunan, tetapi menjadi simbol komitmen rumah sakit untuk terus bertumbuh sekaligus memperluas akses layanan kesehatan.
“Pembangunan perluasan Gedung A ini adalah simbol komitmen kami untuk bertumbuh dan memperluas akses layanan kesehatan yang menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Boyolali,” kata Zahrosofi.
Ini Fungsi Setiap Lantai Gedung Baru
Ketua Panitia Pembangunan, Thontowi Jauhari, menjelaskan kebutuhan ekspansi rumah sakit muncul seiring dinamika regulasi dan tuntutan peningkatan mutu pelayanan.
Gedung baru akan memiliki sejumlah fungsi layanan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasien dan masyarakat.
Rinciannya, lantai pertama akan digunakan sebagai Wellness Center (Pusat Kebugaran) dan Poliklinik Eksekutif. Lantai kedua diperuntukkan bagi ruang rawat inap setara Kelas 1.
Sementara itu, bangsal persalinan akan menempati lantai ketiga. Adapun lantai keempat akan menjadi ruang KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) yang dikhususkan untuk pasien bedah.
Pada lantai paling atas, rumah sakit akan menyediakan aula yang dapat digunakan untuk kegiatan internal, edukasi, maupun berbagai kegiatan lainnya.
“Dengan penambahan gedung baru ini, insya Allah RS PKU Aisyiyah Boyolali akan kian memenuhi harapan masyarakat,” ujar Thontowi.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, dr. H. Bugar Wijiseno, M.A.R.S., FISQua, turut memberikan pesan agar pembangunan fisik berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola pelayanan.
Ia meminta RS PKU Aisyiyah Boyolali senantiasa memenuhi berbagai ketentuan dan regulasi yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan peningkatan kualitas layanan berlangsung secara berkelanjutan dan berkemajuan.
Dengan pembangunan Gedung A, RS PKU Aisyiyah Boyolali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang semakin lengkap sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.(*)

