34.3 C
Jakarta

Mahasiswa Baru UAD Terbitkan Buku ‘Gagasan Keilmuan Menuju Transformasi Berkemajuan’

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun akademik 2026/2027 terbitkan Buku ‘Gagasan Keilmuan Menuju Transformasi Berkemajuan.’ Buku tersebut diluncurkan pada Pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Selasa (15/9/2026).

Ketua P2K UAD 2026, Fajar Hana M mengungkapkan penulisan buku ini bertujuan untuk menjadikan Dahlan Muda 2026 atau mahasiswa baru bisa memenangkan dan meraih hal-hal baru selama kuliah di UAD. P2K UAD 2026 mengangkat tema ‘Prakarsa’ agar mahasiswa baru memahami budaya intelektual dengan membaca, menulis, dan berpikir.

“Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar Dahlan Muda untuk menyadarkan generasi muda, khususnya mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan, terhadap literasi sebagai kunci peradaban. Sehingga mahasiswa baru UAD 2026 siap menjadi generasi emas 2045,” kata Fajar Hana.

Fajar Hana menjelaskan ada 378 mahasiswa baru yang berpartisipasi menjadi penulis Buku Ontologi tersebut. Namun setelah diseleksi hanya 60 tulisan terbaik yang diterbitkan pada buku tersebut. “Ini membuktikan mahasiswa baru UAD 2026 memiliki potensi yang baik dan sudah siap untuk menjadi generasi emas. Sudah siap memegang peradaban emas untuk Indonesia di masa yang akan datang,” kata Fajar Hana.

Sedang Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT mengatakan mahasiswa baru memasuki gerbang baru untuk bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Mahasiswa baru akan mengikuti bagaimana cara belajar di perguruan tinggi yang efektif, mandiri, membangun softskill, dan membangun keterampilan kepemimpinan.

“Semuanya akan diperkenalkan pada P2K dan diteruskan dengan Masta (Masa Ta’aruf). Saya berharap Adik-adik semua bisa menyelesaikan perkuliahan dan pendidikan selama kurang lebih 3,5 sampai 4 tahun,” kata Prof Muchlas.

Sementara Ir Azman Latif, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UAD mengatakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menekankan pendidikan berkarakter kepada setiap mahasiswanya. Di UAD tidak ada toleransi untuk pelanggaran bersifat etika, akhlak, dan sopan santun.

“Etika, akhlak, dan sopan santun merupakan pondasi utama pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Aisyiah (PTMA), termasuk Universitas Ahmad Dahlan,” tandas Azman Latif. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!