SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menegaskan komitmennya dalam mendampingi masyarakat di setiap fase kehidupan, mulai dari kelahiran hingga akhir hayat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui semangat Muhammadiyah Organisasi GEMATI, yakni gerakan yang mengedepankan empati, pelayanan, amanah, ketanggapan, dan inklusivitas.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Dr. HM Rusmanto, S.Pd.I., M.Pd.I., Gr., dalam Pengajian Rutin PDM Kota Surakarta, Jumat (9/10/2026), di Aula Balai Muhammadiyah Surakarta.
Dalam tausyiahnya bertema “Taman Makam Husnul Khatimah, Ikhtiar Muhammadiyah Memuliakan Umat hingga Akhir Hayat”, Rusmanto menjelaskan bahwa gemati merupakan sikap peduli, penuh perhatian, dan merawat dengan kasih sayang.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi landasan bagi Muhammadiyah untuk menghadirkan pelayanan yang berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya ketika seseorang masih menjalani kehidupan, tetapi juga hingga akhir hayatnya.
“Gemati berarti hadir dengan kepedulian, melayani dengan ketulusan, dan memberikan manfaat bagi sesama,” menjadi pesan utama yang tercermin dalam pemaparan Rusmanto.
Muhammadiyah Mendampingi Umat Sepanjang Hayat
Rusmanto memaparkan, semangat Muhammadiyah sebagai organisasi gemati diwujudkan melalui berbagai amal usaha dan layanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sejak kelahiran, Muhammadiyah menghadirkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Pendampingan berlanjut pada pendidikan anak usia dini melalui PAUD dan taman kanak-kanak, kemudian pendidikan dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah.
Dalam kehidupan keluarga, Muhammadiyah juga berupaya menghadirkan pendampingan untuk membangun keluarga sakinah. Sementara itu, pada fase akhir kehidupan, komitmen pelayanan tersebut diteruskan melalui layanan Taman Makam Husnul Khatimah Muhammadiyah.
Rangkaian layanan tersebut menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui pelayanan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi Rusmanto, keberadaan Taman Makam Husnul Khatimah menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memuliakan manusia hingga akhir hayat. Pelayanan tersebut melengkapi rangkaian pendampingan yang telah dilakukan melalui bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan keluarga.
Dengan demikian, semangat gemati bukan sekadar slogan organisasi, melainkan nilai yang perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, kepedulian sosial, dan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pengajian Bahas Kesehatan Organ Mulut
Selain materi kesejahteraan sosial, Pengajian Rutin PDM Kota Surakarta juga menghadirkan drg. Teleseptiserngi Dian Ariyanti, Sp.KG., dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Ia menyampaikan materi bertema “Penyakit Organ Mulut: Pengobatan dan Pencegahan”. Materi tersebut melengkapi pembahasan pengajian dengan perspektif kesehatan, terutama pentingnya memahami gangguan pada organ mulut serta upaya penanganan dan pencegahannya.
Kehadiran praktisi kesehatan dalam pengajian rutin ini memperlihatkan ruang dakwah yang juga memberikan perhatian terhadap pengetahuan dan kesadaran kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PDM Kota Surakarta mendorong penguatan nilai keagamaan yang berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan kesehatan.
Pengajian rutin ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran Muhammadiyah sebagai organisasi yang hadir dalam berbagai kebutuhan umat. Dari merawat kehidupan, mencerdaskan generasi, mendampingi keluarga, hingga memberikan pelayanan pada akhir hayat, semangat gemati diharapkan terus menjadi bagian dari gerakan dakwah melalui amal nyata. (*)

