LDK Rohis SMK Kesehatan Mandala Bhakti Tekankan Kepemimpinan Rasulullah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi anggota Kerohanian Islam (Rohis) dengan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW. Kegiatan yang berlangsung di masjid pada Jumat malam (23/10/2026) itu bertepatan dengan momentum Hari Santri 2026.

 

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda agar mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, cerdas, dan bertanggung jawab.

 

Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, hadir sebagai pemateri. Ia mengawali penyampaian materi dengan ungkapan Arab, “Syubbanul yaum rijalul ghad”, yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

 

Menurut Jatmiko, momentum Hari Santri menjadi kesempatan untuk menanamkan empat sifat utama Rasulullah SAW sebagai landasan membentuk karakter pemimpin, khususnya bagi anggota Rohis SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta.

 

“Maka inilah momentum bagaimana empat karakter Rasulullah SAW menjadi pengejawantahan keteladanan dalam membangun karakter pemimpin, terutama bagi Rohis di SMK Kesehatan Mandala Bhakti Solo,” ujar Jatmiko.

 

Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo itu menjelaskan, nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah yang relevan diterapkan dalam kehidupan modern meliputi siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

 

Siddiq berarti jujur dan benar dalam perkataan maupun tindakan. Amanah mencerminkan sikap dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Tabligh berarti menyampaikan kebenaran, sedangkan fathanah menunjukkan kecerdasan dalam berpikir dan bertindak.

 

Keempat sifat tersebut, menurut Jatmiko, dapat menjadi pedoman bagi pelajar untuk membangun kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengatur orang lain, tetapi juga pada keteladanan dan tanggung jawab moral.

 

Selain karakter pribadi, Jatmiko menekankan pentingnya santri memperkuat potensi diri, modal sosial (social capital), serta jaringan pertemanan dan kolaborasi. Ketiga aspek itu diperlukan agar generasi muda mampu berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab kepemimpinan yang kelak akan dipertanggungjawabkan.

 

“Pentingnya kesadaran sejak dini, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” jelasnya.

 

Jihad Santri di Era Digital

 

Dalam pemaparannya, Jatmiko menegaskan bahwa jihad santri pada era modern tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik. Perjuangan tersebut juga dapat dilakukan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Ia mengajak para peserta untuk menghadapi tantangan zaman dengan terus belajar, membangun kedisiplinan, serta menjaga adab dan keteladanan di tengah perubahan sosial.

 

Menurutnya, santri perlu melawan kebodohan dengan semangat belajar sepanjang hayat dan mengatasi kemalasan melalui disiplin. Sementara itu, tantangan kemerosotan moral harus dijawab dengan penguatan akhlak dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

 

Di tengah derasnya arus informasi digital, Jatmiko juga mengingatkan pentingnya kemampuan memilah informasi. Santri harus mampu menangkal hoaks dan ujaran kebencian melalui sikap tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

 

“Di tengah derasnya arus informasi digital, santri juga harus mampu menangkal hoaks dan ujaran kebencian melalui tabayun serta literasi digital,” urainya.

 

Ia menambahkan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlakul karimah harus menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi masa depan sekaligus mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

 

Jatmiko turut mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah At-Taubah ayat 105 yang mendorong manusia untuk bekerja dan beramal. Pesan tersebut, menurutnya, relevan dengan semangat santri untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

 

Ia juga mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi tentang keutamaan menuntut ilmu sebagai pengingat bahwa proses belajar merupakan bagian penting dari perjuangan seorang muslim.

 

“Barang siapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” pungkasnya.

 

Kegiatan LDK Rohis tersebut dihadiri perwakilan Kepala SMK Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta, Ifwa Mas’udah, yakni Moh Tobroni, serta Pembina Rohis Bambang. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sekolah, organisasi, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi berkarakter menuju Indonesia Emas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!