Inovasi PasokHub Antar Mahasiswa UMS Raih Tiga Penghargaan Nasional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Inovasi teknologi digital untuk memperkuat rantai pasok dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id meraih tiga penghargaan nasional. Melalui inovasi bertajuk PasokHub, Tim BrawSuITS berhasil memborong Juara Harapan 1, Gold Medal, dan Best Paper dalam ajang Mandalika Essay Competition 9 (MEC 9) 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

 

Tim BrawSuITS merupakan kolaborasi mahasiswa lintas perguruan tinggi yang terdiri atas Muhammad Hasbi Assidiqi sebagai ketua dan Alif Galuh Ristika dari UMS, Diah Ayu Rahmadani dari Universitas Brawijaya (UB), serta Anindia Nur Aisyah Fitri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

 

Ketiganya penghargaan tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “PasokHub: Rekayasa Sistem Basis Data Terintegrasi untuk Pemberdayaan Rantai Pasok Berkelanjutan di Era Transformasi Bisnis Digital 5.0”. Gagasan ini menawarkan pemanfaatan teknologi basis data terintegrasi untuk mengatasi persoalan distribusi barang, transparansi harga, hingga pengelolaan persediaan dalam ekosistem perdagangan.

 

Ketua Tim BrawSuITS, Muhammad Hasbi Assidiqi, menjelaskan bahwa gagasan PasokHub berangkat dari persoalan pengelolaan rantai pasok, terutama pada sektor UMKM. Menurutnya, perkembangan digitalisasi pembayaran belum sepenuhnya diikuti transformasi pengelolaan arus barang, harga, dan pelanggan.

 

Sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan pencatatan manual sehingga informasi bisnis belum terintegrasi. Kondisi tersebut semakin kompleks akibat panjangnya rantai distribusi konvensional yang melibatkan produsen atau petani, pengumpul, distributor, hingga pengecer.

 

“Akibatnya, muncul inefisiensi distribusi, penumpukan marjin harga, serta risiko kehilangan dan pemborosan pangan berupa food loss dan food waste,” ungkap Hasbi, Senin (2/11/2026).

 

Menjawab persoalan tersebut, PasokHub dirancang sebagai sistem basis data terintegrasi yang menghubungkan berbagai entitas dalam rantai pasok melalui satu platform terpusat. Sistem ini menggunakan arsitektur basis data relasional yang dinormalisasi hingga Third Normal Form (3NF) untuk meminimalkan redundansi data sekaligus meningkatkan konsistensi informasi.

 

Empat Fitur Unggulan PasokHub

 

Inovasi PasokHub menawarkan sejumlah fitur untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok. Salah satu fitur utamanya adalah digital traceability yang memungkinkan konsumen melacak perjalanan produk melalui pemindaian Batch ID atau QR Code pada kemasan.

 

Melalui fitur tersebut, konsumen dapat mengetahui informasi mulai dari lokasi panen, perjalanan distribusi, hingga transparansi selisih harga atau fair margin. Dengan demikian, keterlacakan produk diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendorong transparansi perdagangan.

 

Fitur berikutnya adalah dashboard analitik rantai pasok yang menyajikan visualisasi kinerja, tren penjualan, serta pemetaan distribusi logistik. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

 

PasokHub juga dilengkapi fitur manajemen stok otomatis yang mencatat setiap mutasi persediaan secara real-time ketika transaksi berlangsung. Fitur ini diharapkan membantu pelaku UMKM mengendalikan persediaan dan meminimalkan risiko kesalahan pencatatan.

 

Dari sisi keamanan, sistem tersebut menerapkan Role-Based Access Control (RBAC), yakni mekanisme pengaturan hak akses informasi berdasarkan peran masing-masing pengguna.

 

“Dengan demikian, pengelolaan data bisnis dapat berlangsung lebih terstruktur dan aman,” tambah Hasbi.

 

Libatkan Lima Unsur dalam Pengembangan Ekosistem

 

Tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, pengembangan PasokHub juga mengedepankan pendekatan kolaborasi pentahelix. Model ini melibatkan lima unsur utama, yaitu pemerintah, akademisi, komunitas petani dan UMKM, sektor swasta, serta media.

 

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar penerapan teknologi tidak hanya berorientasi pada efisiensi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi produsen, pelaku UMKM, dan konsumen.

 

Inovasi PasokHub juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

 

Keberhasilan Tim BrawSuITS dalam meraih tiga penghargaan di MEC 9 2026 menjadi bukti kontribusi mahasiswa lintas perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi terhadap persoalan ekonomi masyarakat.

 

Melalui PasokHub, tim berharap transformasi digital dapat menjangkau pengelolaan rantai pasok secara lebih menyeluruh, sekaligus memperkuat daya saing UMKM dalam menghadapi perkembangan bisnis digital. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!