25.6 C
Jakarta

Bank Koperasi Sangat Dibutuhkan Untuk Penguatan Modal Koperasi

Must read

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

JAKARTA, MENARA62.COM–  Isu tentang bank koperasi kini mencuat kembali ditengah agresifitas pemerintah dalam membuat program dan skim pembiayaan  bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan dalam Kongres Koperasi Indonesia, isu tersebut dimunculkan sebagai sebuah rekomendasi yang disampaikan oleh pemerintah. Lantas, sejauhmana relevansi dari bank koperasi tersebut.

Pendirian tentang bank koperasi, bukan hanya baru kali ini saja, sebelumnya gagasan itu sudah ada dan pernah diwujudkan diantaranya adalah Bank Bukopin. Bank yang berdiri pada tanggal 10 Juli 1970 itu sebelumnya juga dikenal dengan Bank Umum Koperasi Indonesia.

Namun pada 1989, perusahaan tersebut  berganti nama menjadi Bank Bukopin. Selanjutnya, pada 1993 status perusahaan berubah menjadi perseroan terbatas. Meskipun bernama Bukopin, tetap saja fokus terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM )

Selain Bank Bukopin, juga ada PT Permodalan Nasional Mandiri (PNM)—lembaga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri pada tanggal 1 Juni 1999, juga mengemban tugas khusus dalam memberdayakan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK). Fungsi dan perannya sangat luas, bahkan lembaga ini juga full dalam memberikan pelayanan bagi koperasi dan UKM.

Begitu juga untuk memperkuat dari segi permodalan pemerintah membentuk Lembaga Penyalur Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM). Belum lagi dari segi konsolidasi kelembagaan koperasi, sudah banyak koperasi membentuk sebuah APEX yang merupakan jangkar dalam solusi bagi penguatan kelembagaa, likuiditas permodalan, penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan IT. Melalui APEX integrasi koperasi menjadi kuat mulai primer, sekunder dan induk. Lalu ada apa lagi dengan Bank Koperasi?

Deputi Kelembagaan Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring dalam keterangannya mengatakan, bahwa Bank Koperasi memang sangat diperlukan. Hal ini agar koperasi-koperasi yang ada selama ini akan semakin kuat dari segi permodalan. Dengan demikian akan memudahkan dalam menggerakkan sektor riil yang ada.

Diakui olehnya, selama ini sudah ada lembaga perbankan dan keuangan yang konsen pada koperasi tapi dia menilai masih kurang.

“Maka dari itu Bank Koperasi masih menjadikan sebuah alternatif bagi penguatan dalam permodalan koperasi,”ujarnya.

Hanya saja,  lanjut Meliadi, dalam mendirikan Bank Koperasi tersebut  bukan mengambilalih kepemilikan saham di Bank Bukopin yang ada selama ini. Namun  para koperasi simpan pinjam (KSP) akan berkolaborasi untuk membentuk bank baru.

“Oleh karena itu, kita bersama Tim Teknis bersama Dekopin akan melakukan studi dan meneliti akan hal itu. Pasalnya, untuk mengimplementasikan 17 rekomendasi itu, termasuk pendirian bank koperasi, itu ada syarat-syaratnya”, tandas Meliadi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Dekopin Agung Sudjatmoko mengamini pernyataan Meliadi. Menurut Agung, pihaknya akan membentuk tim yang menyiapkan rancang bangun bank koperasi. “Hasil rancang bangun akan dijadikan pedoman untuk gerakan koperasi bersama mewujudkan bank milik koperasi dengan modal dari koperasi simpan pinjam dan koperasi kredit di seluruh Indonesia“, jelas Agung.

Dalam pandangan Agung, taktis mendirikan bank dimodali oleh gerakan koperasi dimana seluruh tabungan koperasi ditempatkan pada satu bank yang akan menjadi mitra strategis Dekopin mendirikan bank. “Pengelolaan bank ditunjuk para profesional untuk menset-up bank koperasi sesuai dengan kebutuhan gerakan koperasi”, kata Agung.  (Agus Y)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

Ingrid Kansil Kembali Pimpin IPEMI

JAKARTA, MENARA62.COM - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) menggelar Muktamar II  dengan tema “Menggerakkan Ekonomi Keumatan yang Menginspirasi Negeri”, bertempat di Gedung Soho, Pancoran,...