31.9 C
Jakarta

Eijkman: nCoV-2019 di Wuhan Menjadi Corona Virus ke-7

Baca Juga:

FEB UMP Gelar Workshop Kurikulum untuk Prodi Akuntansi dan Manajemen

PURWOKERTO, MENARA62.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) telah sukses dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum untuk program studi Akuntansi S1...

Kelurahan Triharjo Sleman Miliki Radio Komunitas Rahardjo 107.7 FM

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Triharjo Sleman terhadap pembangunan, pemerintah kelurahan mendirikan Radio Komunitas 107.7 FM. Konon merupakan rintisan yang...

Jelang Idulfitri 1442 H, Polres Sleman Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Resor Sleman menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021, pada Rabu...

Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat Kunjungi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat lakukan kunjungan di Posko Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM), Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Subandriyo mengatakan virus corona jenis baru yang pertama kali muncul di Wuhan, China, yakni 2019-nCov menjadi jenis virus corona ke-7 yang diidentifikasi menginfeksi manusia.

“Sampai saat ini sudah ada enam jenis virus corona yang diketahui yang menyerang manusia, dan sekarang tambah lagi 2019-nCoV,” kata Amin dikutip dari kantor berita Antara, Ahad (26/1/2020).

Adapun tujuh virus corona yang sudah diketahui dapat menginfeksi manusia adalah 229E (alpha coronavirus), NL63 (alpha coronavirus), OC43 (beta coronavirus), dan HKU1 (beta coronavirus), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV), dan yang terbaru muncul adalah 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.

Virus corona jenis baru yang muncul di Wuhan saat ini lanjut Amin dapat menular dari hewan ke manusia dan antarmanusia. Gejala yang dialami orang ketika terjangkit virus ini antara lain batuk, flu, demam, sesak nafas, kesulitan pernafasan, gagal nafas, gagal ginjal, hinhingga mengakibatkan kematian.

Sampai saat ini, kemunculan virus corona jenis baru di pusat kota Wuhan, China, maupun laju perkembangan dan mutasi virus corona belum dikaitkan dengan dampak perubahan lingkungan seperti berkurangnya tutupan lahan dan perubahan iklim atau cuaca. Untuk itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat ada tidaknya kaitan antara perubahan iklim dengan perkembangan mutasi virus tersebut

Menurut Amin,vVirus corona dapat menular melalui sentuhan atau kontak, tidak berarti menembus kulit yang utuh, tetapi tangan atau jari yang menyentuh benda-benda tercemar misal meja, pegangan pintu, dan pegangan tangga, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Dengan menyentuh sesuatu yang telah tercemar, orang bisa terinfeksi virus corona.

Virus corona juga dapat menular antar manusia misalnya melalui masuknya cairan terinfeksi atau sekresi dari orang terjangkit virus corona. Virus itu dapat tersebar melalui melalui batuk atau bersin.

Virus SARS atau Sindrom Pernafasan Akut Parah, yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan Cina dan Hong Kong pada 2002-2003.

Virus korona manusia pertama kali diidentifikasi pada pertengahan 1960-an. Virus ini banyak ditemukan di binatang. Virus MERS ditularkan dari unta ke manusia. Sementara, virus corona yang baru ditemukan di China ditengarai ditularkan oleh ular atau kalelawar.

Pada 9 Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan virus corona yang baru diidentifikasi oleh otoritas China. Kemunculan virus tersebut berkaitan dengan wabah pneumonia berat di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China yang terjadi sejak Desember 2019.

SARS-CoV merupakan sindrom pernafasan akut yang parah dan pertama kali diidentifikasi di China pada November 2002. Virus corona ini mengakibatkan wabah dengan 8.098 kemungkinan kasus termasuk 774 kematian pada 2002-2003. Sejak 2004, belum ada kasus infeksi SARS-CoV dilaporkan dari segala penjuru di dunia. Sementara itu, MERS-CoV pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada 2012.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

FEB UMP Gelar Workshop Kurikulum untuk Prodi Akuntansi dan Manajemen

PURWOKERTO, MENARA62.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) telah sukses dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum untuk program studi Akuntansi S1...

Kelurahan Triharjo Sleman Miliki Radio Komunitas Rahardjo 107.7 FM

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Triharjo Sleman terhadap pembangunan, pemerintah kelurahan mendirikan Radio Komunitas 107.7 FM. Konon merupakan rintisan yang...

Jelang Idulfitri 1442 H, Polres Sleman Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Resor Sleman menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021, pada Rabu...

Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat Kunjungi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Tenaga Ahli Pendamping Satgas Covid-19 Pusat lakukan kunjungan di Posko Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM), Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten...

Bantu Percepat Pencapaian Pembangunan, Bupati Sleman Lantik 10 Tenaga Ahli

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan surat keputusan kepada 10 Tenaga Ahli Bupati Sleman yang baru di ruang rapat praja kabupaten...