30 C
Jakarta

Enam dosen UMP Menjadi Pemakalah di Turki

Must read

Banjir Sungai Citarum, SARMMI Berikan Bantuan Kemanusiaan

BEKASI, MENARA62.COM – Operasi kemanusiaan yang dilakukan oleh tim SAR Mapala Muhamadiyah Indonesia (SARMMI) bukan hanya bencana alam yang terjadi di luar Jawa saja,...

Spirit Berpasangan

Oleh : Afita Nur Hayati MENARA62.COM-Sebagai sebuah siklus kehidupan yang diatur secara detil oleh Sang Pencipta dalam Al-Qur’an, dari sebelum lahir sampai tumbuh dan berkembang,...

Muhammadiyah Hulu Sungai Tengah Bangun Hunian Untuk Non Muslim

  Hulu Sungai Tengah, MENARA62.COM- Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan pada 15 Januari 2021 dini hari, masih menyisakan penderitaan bagi...

‘Aisyiyah Jepara Bantu Korban Banjir Sumberrejo

  JEPARA, MENARA62.com- Bencana banjir yang melanda desa Sumberrejo Donorojo Jepara membuat banyak pihak untuk berbuat kebaikan untuk membantu sesama. Setelah LAZISMU Jepara dan MDMC...

PURWOKERTO, MENARA62.COM — Sebanyak enam dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi pemakalah dalam konfrensi internasional pada 27-29 Juni 2019 di Kampus Kavecik Medipol University, Istanbul, Turki.

Agenda tersebut merupakan acara The 2nd International Conference on Language, Education, and Culture (ICLEC) 2019 yang di selenggarakan oleh Medipol University bekerja sama dengan EBSCO, Ankara Yıldırım Beyazıt University (Turkey), Euro-Balkan University (Macedonia), Global Listening Center (USA), Girne American University (Cyprus), dan Cyprus Science University (Cyprus).

“ICLEC merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan tujuh lembaga di empat negara, yakni Siprus, Turki, Macedonia, dan Amerika Serikat. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah kegiatan perdana yang digelar di Siprus, dan suatu keberuntungan karena UMP kali ini dapat mengirimkan enam dosen untuk berpartisipasi aktif pada acara tersebut,” kata salah seorang delegasi UMP, Khristianto di Purwokerto, Senin (8/7/2019).

Enam dosen yang menjadi delegasi UMP, ini berasal dari berbagai bidang ilmu, yakni tiga dosen Fakultas Sastra yang masing-masing menyajikan makalah tentang English Language Teaching (ILT), linguistik lanskap, dan pemanfaatan WAG untuk produksi karya literasi.

Satu orang delegasi Dosen PPKn mempresentasikan tentang pentingnya akta pemufakatan dalam sengketa waris sebagai bentuk legalisasi kearifan lokal, sedangkan seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyoroti faktor-faktor yang berpengaruh terhadap individu untuk menjadi seorang wirausahawan.

Sementara dosen Fakultas Agama Islam menjelaskan tentang program pengembangan kesejahteraan rohani bagi warga lanjut usia melalui kegiatan berbasis masjid dalam konteks budaya Islam.

“Panitia penyelenggara begitu kooperatif dalam melayani peserta yang datang dari jarak yang begitu jauh, khususnya delegasi UMP. Terbang selama 15 jam adalah pengalaman pertama bagi kebanyakan anggota, ditambah perjalanan darat yang cukup di Indonesia menjadikan rute ini cukup melelahkan,” kata Khristianto.

Ia mengatakan konferensi yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri oleh pembicara pleno yang sangat berbobot serta merupakan guru besar dari berbagai negara, antara lain Turki, Irak, Arab Saudi, dan Macedonia.

Menurut dia, para pembicara pleno menyajikan isu-isu mutakhir dalam bidang kajian mereka, sedangkan para penyaji yang ikut berbagi pengalaman dan keahliannya jauh lebih beragam. 

“Mereka hampir mewakili seluruh benua yang ada. Yang paling mendominasi secara jumlah adalah para pembicara dari Eropa,” kata Dosen Fakultas Sastra UMP itu.

Lebih lanjut, ia mengatakan panitia sangat membantu delegasi UMP karena dengan senang hati mengatur agar enam dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah itu dapat menyajikan makalahnya pada hari yang sama.

“Materi yang mutakhir dan berbobot dari para pembicara dan penyaji, serta workshop-workshop yang sangat praktikal untuk diterapkan di lapangan menjadi oasis bagi kelelahan yang terasa. Keindahan alam Istanbul dan keramahan saudara muslim di sana menggoreskan kesan biru yang mendalam tentang ICLEC 2019. Semoga ke depan UMP dapat mengirimkan delegasi kembali untuk hadir di Turki, Macedonia, atau Amerika Serikat,” pungkasnya. (Tgr)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Banjir Sungai Citarum, SARMMI Berikan Bantuan Kemanusiaan

BEKASI, MENARA62.COM – Operasi kemanusiaan yang dilakukan oleh tim SAR Mapala Muhamadiyah Indonesia (SARMMI) bukan hanya bencana alam yang terjadi di luar Jawa saja,...

Spirit Berpasangan

Oleh : Afita Nur Hayati MENARA62.COM-Sebagai sebuah siklus kehidupan yang diatur secara detil oleh Sang Pencipta dalam Al-Qur’an, dari sebelum lahir sampai tumbuh dan berkembang,...

Muhammadiyah Hulu Sungai Tengah Bangun Hunian Untuk Non Muslim

  Hulu Sungai Tengah, MENARA62.COM- Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan pada 15 Januari 2021 dini hari, masih menyisakan penderitaan bagi...

‘Aisyiyah Jepara Bantu Korban Banjir Sumberrejo

  JEPARA, MENARA62.com- Bencana banjir yang melanda desa Sumberrejo Donorojo Jepara membuat banyak pihak untuk berbuat kebaikan untuk membantu sesama. Setelah LAZISMU Jepara dan MDMC...

Bupati Empat Lawang Melaunching Inovasi Digitalisasi Desa

  EMPAT LAWANG, MENARA62.COM-  Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, S.Si, SH, MM, MH.Untuk menghilangkan blankspot internet atau tidak ada lagi wilayah dalam Kabupaten Empat...