29.3 C
Jakarta

ISODEL 2021, Indonesia-Australia Bahas Penguatan Kerjasama bidang Pendidikan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA2.OM – International Open, Distance, And e-Learning Symposium, (ISODEL) tahun 2021 pada hari kedua diawali dengan paparan dari Han Xiao Zang selaku konselor pendidikan dari Kedutaan Besar Australia. ISODEL 2021 yang mengusung tema “Teknologi Pendidikan di Era Kenormalan Baru: Sekarang dan Akan Datang” (Education Technology in The New Normal: Now and Beyond) telah dilaksanakan sejak Rabu (1/12).

Dalam paparannya Zang mengangkat tiga hal seputar pendidikan antara Indonesia-Australia. Ketiga hal tersebut adalah hubungan bilateral Indonesia-Australia yang kuat, melangkah bersama untuk semakin menguatkan, dan pengalaman Australia dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Zang mengatakan, hubungan Indonesia-Australia begitu kuat. Ini dibuktikan oleh hampir ribuan pelajar Indonesia memilih institusi pendidikan di Australia sebagai tempat mereka melanjutkan pendidikan tinggi. Sementara bagi pelajar Australia, Indonesia merupakan pilihan terutama bagi mereka yang menerima beasiswa kerja sama kawasan Asia Pasifik. “Belum lagi kerja sama di bidang penelitian dan industri semakin menguatkan hubungan di antara kedua negara,” ujar Zang pada Kamis (2/12).

Menteri Pendidikan Australia telah menyiapkan 10 strategi dalam dunia pendidikan internasional. Strategi tersebut juga diharapkan dapat semakin meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia. Salah satu strateginya adalah diversifikasi. Kebijakan ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negara-negara berkembang terutama bagi pemerintah di kawasan Asia.

Melalui diversifikasi, masyarakat dapat melanjutkan pendidikan di institusi pendidikan Australia tanpa harus tinggal di Australia. Monash University yang memiliki kampus di Jakarta dapat menjadi contoh bagaimana diversifikasi dalam dunia pendidikan yang dijalankan oleh Australia. Selain itu, kemajuan teknologi digital juga mempengaruhi kedua negara ini karena para pelajar dan mahasiswa Indonesia dapat ikut merasakan dunia pendidikan berkelas internasional dengan adanya teknologi. “Hal ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat,” tambah Zang.

Usai paparan dari Han Xiao Zang, peserta ISODEL masuk ke ruang pleno yang mengangkat tema “Pembangunan Karakter: Literasi Digital, Kompetensi di Abad 21” atau “Character Building: Digital Literacy, 21st Century Skills (Critical Thinking And Problem Solving, Collaboration, Communication, Creativity And Innovation), Life Skills Learning To Be, Learning Together”.

Dalam ruang pleno pertama, narasumber yang hadir adalah Amit Goyal selaku edX head of South East Asia dan Cheng Yu selaku Project Officer- ITU Regional Office Asia and Pacific.

Amit Goyal yang mengepalai edX kawasan India dan Asia Tenggara ini, dalam paparannya menjelaskan salah satu platform media pembelajaran digital yang dikembangkan MIT dan Havard University. Konten pembelajaran yang ada, kata dia, dapat digunakan dalam pembelajaran terutama bagi negara-negara di kawasan Asia karena di dalam edX banyak konten sejarah, kebudayaan, dan lain-lain.

Pada bagian lain, Cheng Yu menyoroti keamanan anak dalam mengakses teknologi digital. Cheng Yu memaparkan data banyaknya ancaman bagi anak saat mengakses konten digital secara daring. Tak dapat dipungkiri dunia telah bertumbuh bersama dengan keberadaan internet. Namun, di sisi lain terdapat risiko yang harus diwaspadai bagi anak selama mengakses internet.

Risiko itu adalah konten yang berisi tindakan kekerasan, seksualitas hingga ancaman pencurian data pribadi. Oleh karenanya, ITU sebagai lembaga yang berfokus dalam keamanan digital antarnegara telah mengeluarkan panduan keamanan daring anak (Guidelines Online Child Protection) di tahun 2020.

“Melalui panduan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keamanan siber sejak usia dini. Peran orang tua sangat diharapkan dalam membimbing dan mengawasi anak untuk tidak menjadi korban para predator anak yang sudah merambah dunia digital,” terang Cheng Yu. Ia berharap, dari banyaknya kasus seputar keamanan siber di Indonesia, Indonesia memiliki panduan keamanan siber untuk melindungi masyarakat terutama anak dan perempuan.

Di waktu yang bersamaan, di ruang pleno kedua hadir dua pembicara yaitu Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Utama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Purwanto, serta Angelikki Pappa selaku CEO dari organisasi masyarakat I Love Dyslexia. Purwanto meminta pendidik agar mulai mengubah metode pembelajaran di satuan pendidikan. Pandemi Covid-19, menurutnya telah menunjukkan sebuah pembelajaran yang perlu dirancang agar dapat menarik minat peserta didik lebih besar lagi.

“Pemanfaatan konten digital yang begitu beragam dapat menjadi pilihan bagi pendidik. Bahkan pendidik harus pintar memanfaatkan teknologi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Salah satunya dengan merekam proses pembelajaran yang kemudian dibagikan melalui berbagai kanal yang ada sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang banyak,” terangnya.

Berikutnya, Angelikki Pappa menyampaikan pengalaman dalam mendidik anak berkebutuhan khusus disleksia. Dirinya mendidik anak disleksia dengan visi tidak ada yang terbelakang. Ia memiliki keinginan yang kuat untuk meningkatkan kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus dalam menghadapi persaingan di abad ke-21.

“Menghadapi anak disleksia tentu butuh pendekatan yang berbeda. Teknologi menjadi satu alat yang dapat mewujudkan visinya itu apalagi dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan di saat pandemi Covid-19. Ia mencontohkan bagaimana teknologi dan permainan dapat membuat anak disleksia lebih cepat memahami pelajaran. Gambar-gambar dan permainan yang menarik dinilai lebih cepat memacu imajinasi bagi anak penderita disleksia,” tuturnya.

Sebagai bagian dari anggota Indonesian Distance Learning Network (IDLN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ikut berbagi pada gelaran ISODEL 2021 ini. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, yang hadir sebagai narasumber mengatakan, etika menjadi hal penting yang perlu ditanamkan dengan adanya pembelajaran daring. Untuk itu, dirinya sangat menekankan pendidik agar dapat menanamkan nilai-nilai etika selayaknya para pemelajar.

“Tantangan kita adalah ketika bertemu secara virtual tetap bisa meletakkan etika dalam pendidikan atau memiliki sopan santun, sehingga siapapun yang mengikuti pertemuan atau pembelajaran daring, semua bisa tetap menyalakan kamera. 100 persen pendidikan bisa berjalan baik, jika etika itu dijaga. Tanpa itu semua, PJJ tidak akan berjalan baik, kata kuncinya adalah disiplin dalam belajar,” ujarnya

Kemudian, Dale Johnson selaku Director of Digital innovation University Design Institute Arizona State University menyampaikan, saat ini perlu ada kapasitas dalam mengawal perubahan digital. Terlebih berbedanya latar belakang peserta didik perlu disiasati agar dapat menyajikan pembelajaran yang menarik.

Usai rehat siang, peserta memilih delapan kelas paralel yang sudah dibagi panitia pelaksana ISODEL 2021. Kelas paralel yang memanfaatkan aplikasi Zoom ini menyajikan pengalaman bagi peserta untuk memilih kelas yang diminati layaknya kelas paralel yang dilakukan dalam kegiatan ISODEL secara luring.

Pada sesi pleno sore, dibuka kembali dua ruang pleno dalam waktu yang bersamaan. Pada ruang pleno 1 menghadirkan pembicaraan Aldriano Medise dari Epson Indonesia dan Beni Bandanadjaya selaku Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Kemendikbudristek.

Dalam paparannya, Aldriano menyajikan persiapan Epson dalam menghadapi perkembangan teknologi. Semantara Beni menyajikan ketersesuaian (link and match) yang tengah dipersiapkan pada pendidikan tinggi vokasi (PTV) antara lulusan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) saat ini.

Sementara itu, di ruang pleno 2 pembicara yang hadir adalah Paryono dari SEAMEO VOCTECH dan Denise Whitelock dari Open University UK. Denise menyajikan Digital Assessment and Automatic Feedback systems: Reflections during a Pandemic. Gamication adalah salah satu metode asesmen otomatis yang dapat dipilih untuk mengetahui pemahaman peserta didik dibanding media lain seperti kuis dan esai.

Jhonny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang hadir pada acara ini juga mengatakan, pandemi Covid-19 telah meningkatkan pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan. Ia mencontoh pemanfaatan sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System (LMS)) sangat meningkat, baik secara regional maupun internasional.

“Peningkatan ini menunjukkan terjadi akselerasi yang signifikan dalam masa pandemi Covid-19. Kominfo sebagai penanggung jawab penyedia infrastruktur internet di Indonesia berkomitmen menjamin layanan internet terpenuhi bagi masyarakat selama pandemi,” tuturnya.

Jhonny menyebut, hingga kuarter kedua tahun ini, Kemenkominfo sangat berfokus dalam menyediakan akses di sekolah terutama di desa-desa. Narasumber sesi akhir adalah Libing Wang, selaku Chief of Section for Educational Innovations and Skills Development (EISD), Bangkok, Thailand.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!