25.6 C
Jakarta

Itjen Kemenag Monitor Seleksi Calon Petugas Haji Tingkat Propinsi

Must read

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

SURABAYA, MENARA62.COM – Seleksi calon petugas haji 1439H/2018M tingkat provinsi digelar serentak di 34 Kanwil Kemenag seluruh Indonesia 12 April 2018. Pelaksanan tes ini dimonitor oleh tim Itjen Kementerian Agama. 

Seperti dilansir dari laman kemenag.go.id, Inspektur Jenderal Kemenag M. Nur Kholis Setiawan mengatakan,  keteribataan Itjen menjadi bagian komitmen Kemenag untuk mendapatkan petugas terbaik. Itu penting dalam rangka terus memperbaiki pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.

“Irjen kenapa hadir dalam seleksi petugas haji, ini sebagai bentuk komitmen memperbaiki layanan ibadah haji jemaah Indonesia, serta sebagai muhasabah dan evaluasi,” tuturnya saat membuka seleksi petugas haji tingkat provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (12/4) yang diikuti 361 peserta.

Seleksi petugas haji tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena sudah menggunakan metode Computer Aided Test (CAT). Ujiannya bahkan tidak lagi menggunakan komputer maupun laptop, melainkan smartphone berbasis android.

Penggunaan metode CAT sebagai piranti, jelas Irjen, salah satunya bertujuan agar seleksi bersifat lebih objektif. “Pertama, CAT dari sisi administrasi dan juga kapasitas dasar, kompetensi dasar peserta sudah standar. Kalau dengan multiple choice di kertas, maka akan lebih boros secara material. Sementara dengan CAT menggunakan android agar lebih objektif. Kedua, sudah masanya dan zamannya,” terang Nur Kholis.

Nur Kholis menambahkan, pelaksanaan seleksi juga menjadi indikator utama pembenahan layanan kepada calon jemaah haji. Hal ini karena sistem yang dipakai ketika berada di Arab Saudi berbasis Teknologi, misalnya pola pengecekan jamaah, komunikasi antar petugas, serta pelayanan lainnya.

Ia berharap, petugas haji yang lolos dapat menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji sebagai tamu Allah SWT.

Selain Tim Itjen,  seleksi petugas haji juga dipantau dan tim Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), serta perwakilan Ditjen PHU Kemenag RI.

Seleksi tingkat provinsi kali ini terdiri dari dua tahapan yakni tes dengan CAT dilanjutkan dengan tes praktek. Untuk penilaiannya, menggabungkan tiga komponen, yakni: nilai administrasi (bobot 30 persen), CAT (40 persen), dan praktik (30 persen) dengan rentang nilai 0-100.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Ketum Kowani: Suka Tak Suka, Perempuan Harus Belajar Teknologi

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertekad membangun komunikasi antar perempuan dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Connecting Women. Aplikasi yang diluncurkan Maret...