25.6 C
Jakarta

Ketika Kita Telah Tiada

Must read

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

Sesekali, cobalah kita mengambil jeda dari rutinitas hidup yang melelahkan ini, untuk berbicara dengan nurani kita. Ajukanlah beberapa pertanyaan mendasar tentang keberadaan kita saat ini, kemudian merenungkan apa yang terjadi setelah kita tiada nanti.

Jika keberadaan kita saat ini diakui oleh orang lain karena harta yang kita miliki, ilmu yang kita punyai, kedudukan dan jabatan yang kita pegang, serta popularitas yang kita sandang, akankah itu semua akan tetap bertahan hingga saat kita telah tiada nanti?

Pertanyaan selanjutnya kemudian, apakah semua hal itu; harta, ilmu, kedudukan dan jabatan, serta popularitas yang kita nikmati dan banggakan di dunia akan menghadirkan manfaat untuk kita setelah ketiadaaan kita nanti?

Sejumlah pertanyaan di atas penting kita ajukan kepada diri kita masing-masing, sebagai bahan renungan, agar kita menyadari hakekat keberadaan kita saat ini, serta mempersiapkan ketiadaan kita nanti.

Pengalaman hidup menunjukkan bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Limpahan materi yang dimiliki seseorang, yang karenanya ia dihargai keberadaanya oleh orang lain, segera tak berarti apa-apa ketika sang pemilik itu dipanggil Sang Mahakuasa. Seluruh harta akan ditinggalkannya. Pakaian bermerek yang biasa dikenakan akan berganti beberapa helai kain kafan. Mobil mewah yang biasa dia kendarai mengantarnya ke sana kemari, segera berganti keranda yang ditandu manusia. Dia pun kini tinggal nama.

Sederet gelar akademis yang selalu tersemat di depan dan di belakang nama seseorang, tak bisa menjadikannya abadi, ketika ajal sudah menghampiri.

Kedudukan dan jabatan yang disandang seseorang, yang dulu dibangga-banggakan, segera akan beralih ke orang lain, ketika dia sudah dipanggil ke haribaan Sang Pencipta.

Pun demikian halnya dengan popularitas menjulang yang melambungkan nama seseorang, hanya tinggal kenangan, ketika si pemiliknya telah tiada.

Lantas, apa yang akan menjadikan seseorang abadi, meski tubuhnya sudah berada di perut bumi? Apa yang membuat namanya tetap semerbak sepanjang masa, meski jasadnya sudah berkalang tanah?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw. Beliau menyatakan, “Jika seseorang telah meninggal dunia, maka tiga hal yang tak akan putus (nilainya di sisi Allah); sedekah yang mengalir (pahalanya), ilmu yang menghadirkan manfaat, serta keturunan (anak-cucu/generasi penerus) yang salih-salihah yang mendoakannya.”

Dari keterangan Nabi  Muhammad SAW tersebut dapat dipahami, bahwa ketika kita telah tiada nanti, hanya amal salih; harta yang kita belanjakan di Jalan Tuhan, ilmu yang kita dermakan kepada sesama, serta keturunan yang salih-salihah yang akan mengabadikan nama kita, dan terus mengalirkan pahala ke rekening akhirat kita.

Semoga kita mampu menjaga nama baik kita, agar tetap harum mewangi, meski sudah meninggalkan dunia ini, dengan amal salih yang kita lakukan.

Ruang Inspirasi, Rabu (5/2/2020).

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

LSP UMY Jalani Witness BNSP

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalani proses witness sebagai rangkaian akhir untuk mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi...