31 C
Jakarta

Mahasiswa Fisioterapis UMS Edukasi Cegah Nyeri Punggung Lansia

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengedukasi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta lanjut usia (lansia) mengenai pencegahan Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah melalui program promosi kesehatan di Posbindu Lansia Mawar 5, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (18/7/2026).

 

Kegiatan yang mengusung tema “Kenali dan Atasi Low Back Pain (LBP)” tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terhadap salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering dialami lansia.

 

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Riza Effendi, S.Kes., mengatakan kader PKK dipilih sebagai sasaran karena memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Sementara itu, lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan fungsi gerak akibat proses penuaan.

 

“Selama ini nyeri punggung bawah sering dianggap sebagai hal yang wajar karena faktor usia atau kelelahan. Padahal, apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi keluhan kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup,” ujar Riza, Rabu (22/7/2026).

 

Menurutnya, edukasi sejak dini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko Low Back Pain, mulai dari perubahan degeneratif pada tulang belakang, penurunan massa otot, postur tubuh yang kurang tepat, hingga kebiasaan beraktivitas dengan teknik biomekanik yang salah.

 

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan penyuluhan interaktif mengenai penyebab, gejala, pencegahan, dan penanganan awal nyeri punggung bawah. Peserta juga diajak mempraktikkan berbagai latihan fisioterapi sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk mengurangi risiko maupun keluhan LBP.

 

Selain penyuluhan, mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tes fisik khusus, seperti Patrick Test, Co-Patrick Test, dan Straight Leg Raise (SLR), serta pemeriksaan tekanan darah, lingkar perut, berat badan, dan tinggi badan.

 

Puluhan kader PKK dan lansia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi mengenai keluhan yang selama ini dialami serta berkonsultasi langsung dengan mahasiswa terkait cara menjaga kesehatan tulang belakang.

 

Salah seorang kader PKK Desa Nguter, Sri Mulyani, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.

 

“Kami merasa sangat terbantu dan mendapatkan banyak wawasan baru. Selama ini banyak lansia yang mengeluh sakit pinggang dan menganggapnya wajar karena faktor usia. Lewat penyuluhan dari adik-adik mahasiswa UMS ini kami jadi paham bagaimana cara mendeteksi sejak dini serta melatih gerakan-gerakan pencegahannya di rumah,” katanya.

 

Riza menilai tingginya partisipasi peserta menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang.

 

“Kami sangat terkesan dengan keaktifan ibu-ibu kader dan para lansia di Posbindu Mawar 5. Mereka tidak hanya menyimak materi dengan antusias, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai keluhan fisik yang selama ini dirasakan. Hal ini menjadi modal penting dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMS berharap kader PKK dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan edukasi mengenai pencegahan Low Back Pain, membantu mengenali gejala sejak dini, serta mendorong lansia untuk menerapkan pola hidup sehat agar tetap aktif dan produktif di usia lanjut. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!