25.6 C
Jakarta

“Aku dan Corona” Temu Anak Peduli Memperdengarkan Suara Anak di Tengah Pandemi

Must read

Melalui Program Literasi Gender, Kader PC IMM AR.Fakhrudin UMY Berhasil Lahirkan sebuah Buku

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Berangkat dari ketidakpahaman tentang pengetahuan gender dan keresahan mengenai ketidakadilan gender di lingkungan sekitar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR. Fakhrudin Universitas...

Bank Danamon Kembali Raih Penghargaan Kelas Internasional dalam Inovasi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon") meraih penghargaan Asia Trailblazer Award oleh Retail Banker International (RBI) dengan predikat Highly Commended...

Renovasi Rumah dan Sedekah Virtual, Ikhtiar Aswin Yanuar Bantu Masyarakat Kurang Mampu

Jakarta, Menara62.com - Pengusaha muda bidang properti, Aswin Yanuar, benar-benar menggegerkan netizen Indonesia. Setelah mereview rumah murah yang dibangun perusahaannya dengan harga murah. Ia...

UNESCO: Minat Baca Masyarakat Indonesia Masih Sangat Rendah

JAKARTA, MENARA62.COM- Literasi adalah bagian dari pembangunan manusia yang dapat membuka jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan di masyarakat. Sayangnya, tingkat literasi masyarakat Indonesia...

JAKARTA, MENARA62.COM — Memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, Program Peduli yang fokus bekerja untuk melindungi dan mendorong pemenuhan hak-hak anak dan remaja rentan memberi kesempatan pada anak-anak untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan alami selama masa pandemi. Dengan mengambil tema “Aku dan Corona”, Program Peduli mengganggap suara anak penting untuk diperdengarkan agar kebutuhan mereka terpenuhi dan perlindungan terhadap mereka dapat dilakukan dengan tepat. Sekitar 500 anak yang tersebar di lebih dari 30 titik lokasi di seluruh Indonesia antusias menyambut Temu Anak Peduli yang akan diselenggarakan secara virtual pada 21 dan 22 Juli 2020.

Sebelum acara puncak, para peserta sudah mengikuti beberapa kegiatan sebelumnya di daerah masing-masing. Kegiatan yang dilakukan berupa menggali suara dan aspirasi serta pembuatan karya. Kegiatan dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan dan peraturan yang berlaku di setiap daerah. Anak-anak dan remaja yang ikut serta berasal dari berbagai latar belakang. Mereka adalah anak dan remaja yang suaranya jarang didengar bahkan seringkali mendapatkan stigma dan diskriminasi dari masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mereka adalah anak-anak yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), anak yang menjadi korban eksploitasi seksual komersial, anak dari pekerja migran, anak dari penyintas pelanggaran Hak Asasi Manusia, anak dengan disabilitas, anak dari kelompok agama minoritas dan penghayat kepercayaan.

Mereka membuat berbagai macam karya untuk menyuarakan kegelisahan mereka, mulai dari gambar poster, kerajinan tangan, puisi, tarian, lagu, dan lain-lain. Karya ini akan dipertontonkan pada acara Temu Anak Peduli pada 21 Juli mendatang meskipun berlangsung secara virtual. Selain itu, mereka juga dengan semangat menyanyikan lagu “Raih Mimpi” yang menjadi lagu tema Hari Anak Nasional beberapa tahun belakangan.

Isu pendidikan selama masa pandemi menjadi wacana dan perhatian banyak pihak. Kebijakan belajar di rumah juga menimbulkan persoalan-persoalan baru bagi anak, terutama kesenjangan kualitas pendidikan yang semakin tinggi. Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan Indonesia mengatakan, “Setiap orang adalah murid, setiap orang adalah guru, dan setiap tempat adalah sekolah.” Peran keluarga, teman sebaya, dan lingkungan bagi anak selama masa pandemi ini menjadi penting.

Sayangnya, kondisi ideal tersebut hanya dapat dimiliki dan diakses oleh sebagian anak saja. Salah satu anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palembang misalnya mengeluhkan ketika anak-anak lain tidak dapat ke sekolah dan bersekolah daring, mereka yang di LPKA tidak dapat melakukan hal itu. “Mana sekolah kami? Mana sekolah kami?”, katanya. Situasi pandemi membuat anak-anak di LPKA yang tadinya masih dapat mengenyam pendidikan hanya menghabiskan hari-hari tanpa kegiatan yang berarti. “Kami hanya di kamar, merenung,” ujar salah satu anak.

Program Peduli konsisten untuk selalu menyuarakan aspirasi dan harapan dari anak-anak yang termarginalkan. Terlebih di saat pandemi sekarang ketika proses dan ruang partisipasi menjadi semakin sempit. Untuk itu, pada tanggal 22 Juli 2020, Program Peduli juga menyediakan ruang bagi anak dan remaja untuk dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pemerintah, meskipun tetap dilakukan dalam ruang virtual. Penting bagi pemerintah untuk mendengarkan langsung suara anak dan mempertimbangkannya dalam pengambilan keputusan yang lebih inklusif.

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap satu tahun sekali menjadi momentum pengingat bagi kita, untuk mendengarkan aspirasi anak serta memenuhi dan melindungi hak mereka, termasuk anak dan remaja rentan. Di tengah situasi pandemi ini, anak dan remaja juga adalah korban yang terdampak dan seringkali terlupakan. Adalah tugas bersama untuk memastikan #AnakIndonesiaGembiradiRumah dan sesuai dengan tema Hari Anak Nasional tahun ini, jika anak terlindungi, maka Indonesia maju. Acara Temu Anak Peduli 2020 dapat diakses melalui bit.ly/TemuAnakPeduli2020. (*)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Melalui Program Literasi Gender, Kader PC IMM AR.Fakhrudin UMY Berhasil Lahirkan sebuah Buku

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Berangkat dari ketidakpahaman tentang pengetahuan gender dan keresahan mengenai ketidakadilan gender di lingkungan sekitar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR. Fakhrudin Universitas...

Bank Danamon Kembali Raih Penghargaan Kelas Internasional dalam Inovasi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon") meraih penghargaan Asia Trailblazer Award oleh Retail Banker International (RBI) dengan predikat Highly Commended...

Renovasi Rumah dan Sedekah Virtual, Ikhtiar Aswin Yanuar Bantu Masyarakat Kurang Mampu

Jakarta, Menara62.com - Pengusaha muda bidang properti, Aswin Yanuar, benar-benar menggegerkan netizen Indonesia. Setelah mereview rumah murah yang dibangun perusahaannya dengan harga murah. Ia...

UNESCO: Minat Baca Masyarakat Indonesia Masih Sangat Rendah

JAKARTA, MENARA62.COM- Literasi adalah bagian dari pembangunan manusia yang dapat membuka jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan di masyarakat. Sayangnya, tingkat literasi masyarakat Indonesia...

Indonesia Masih Dibayangi Pertumbuhan Ekonomi Negatif

JAKARTA, MENARA62.COM - Dalam prespektif jangka menengah Indonesia masih tetap terus melakukan reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas dan akselerasi pertumbuhan. Pandemi Covid-19 memberikan kekhawatiran...