25.3 C
Jakarta

Muhammadiyah Dampingi 13 Desa dalam Program Pemulihan di Sulawesi Barat

Baca Juga:

Luar Biasa ! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

  SOLO, MENARA62.COM- SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meloloskan siswanya dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat nasional tahun 2021 bidang Matematika. Adalah...

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa SMP Muh PK Kottabarat Meneladani Nabi

  SOLO, MENARA62.COM- Ustaz Muhammad Subhi, Lc. M.H. mengajak kepada 304 siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk meneladani Nabi Muhammad SAW agar tercipta kedamaian...

20 Dosen UAI Raih Beasiswa StuNed-TMT dari Kerajaan Belanda

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 20 dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kerajaan Belanda. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk...

Perkuat Ekosistem Wirausaha, Ini yang Dilakukan Polimedia

JAKARTA, MENARA62.COM - Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) memiliki 15 program studi yang berbasis industri kreatif. Sebagai pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada ketrampilan praktik,...

 

Sulawesi Barat, MENARA62.COM– Memasuki masa pemulihan setelah tanggap darurat berakhir di Sulawesi Barat tanggal 4 Februari 2021 silam, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bekerjasama dengan LAZISMU masih terus hadir mendampingi warga terdampak dengan menyiapkan berbagai program.

Indrayanto, Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC PP Muhammadiyah mengatakan bahwa saat ini Muhammadiyah terus mematangkan rencana-rencana program lanjutan di Sulawesi Barat dengan dukungan Lazismu dan pihak eksternal.

MDMC didukung oleh Lazismu akan meneruskan pendampingan terhadap penyintas gempa di Sulawesi Barat. Program-program yang kami siapkan yaitu pembangunan huntara, penerjunan KKN mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju dan pendampingan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat. Termasuk, kami juga jalankan program bersama NGO asal Swiss, Solidar Suisse,” katanya.

Indrayanto menambahkan untuk jangka menengah dan panjang juga akan terus dimatangkan program pemulihan aset kesehatan milik PWM Sulawesi Barat. “Rehab dan optimalisasi fungsi Klinik Muhammadiyah Mamuju membutuhkan perhatian serius karena menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk layanan kesehatan bagi warga,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan program-program di masa pandemi Covid-19, Indrayanto menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus menegakkan protokol kesehatan dengan ketat. “Kami akan membatasi jumlah relawan yang diturunkan di Sulawasi Barat dan tentu selalu menekankan pelaksanaan protokol kesehatan kepada mereka,” pungkasnya.

Program Bersama Solidar Suisse
Kabupaten Majene menjadi daerah yang terdampak paling parah dari gempa yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2021 silam di Sulawesi Barat. Oleh karena itu, MDMC memilihnya menjadi daerah dampingan dalam masa pemulihan bekerja sama Solidar Suisse dengan melaksanakan program Earthquake Response West Sulawesi (ERWES).

Dony Halim Mutiasa selaku koordinator program ERWES dari MDMC menyampaikan setelah menetapkan kriteria daerah dampingan, dari banyak kawasan terdampak gempa di Sulawesi Barat, MDMC bersama Solidar Suisse memilih 13 desa dari 2 kecamatan di Majene sebagai daerah layanan pendampingan.

“Desa-desa tersebut adalah Maliaya, Bambangan, Kayuangin, Lamungang Batu, Lombang, Lombang Timur, Lombong, Lombong Timur, Malunda, Mekatta, Salutahongan di Kecamatan Malunda dan Kabiraan serta Sulai di Kecamatan Ulumanda,” katanya.

Menurut Dony, di 13 desa tersebut, ERWES akan berjalan selama dua bulan. “Program ini bertujuan menyediakan Hunian Darurat (hundar) yang layak bagi penyintas dan pendampingan kepada masyarakat desa terkait pola hidup sehat sesuai protokol kesehatan dalam kondisi darurat bencana,” imbuhnya

Masih menurut Dony, program ERWES terdiri dari empat tahap yaitu verifikasi data, distribusi barang, pendampingan pembuatan Hundar dan monitoring. “Dalam program ini akan dibagi shelter kit, hygine kit, dan Covid-19 kit masing-masing sebanyak 1250 unit serta ditambah dengan air bersih (galon). Sedangkan untuk proses pembangunan shelter saat ini sudah mencapai progres 30% yaitu pemasangan kerangka dan terpal dalam proses distribusi,” ujarnya.

Ditanya tentang harapannya, Dony mengatakan dirinya berharap warga akan mendapat hunian darurat yang layak, “Juga hunian yang sesuai dengan protokol kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat sehingga dapat mengurangi risiko lanjutan dari dampak bencana yang sudah terjadi,” pungkasnya. (Tim Media MDMC).

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Luar Biasa ! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

  SOLO, MENARA62.COM- SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meloloskan siswanya dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat nasional tahun 2021 bidang Matematika. Adalah...

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa SMP Muh PK Kottabarat Meneladani Nabi

  SOLO, MENARA62.COM- Ustaz Muhammad Subhi, Lc. M.H. mengajak kepada 304 siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk meneladani Nabi Muhammad SAW agar tercipta kedamaian...

20 Dosen UAI Raih Beasiswa StuNed-TMT dari Kerajaan Belanda

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 20 dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kerajaan Belanda. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk...

Perkuat Ekosistem Wirausaha, Ini yang Dilakukan Polimedia

JAKARTA, MENARA62.COM - Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) memiliki 15 program studi yang berbasis industri kreatif. Sebagai pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada ketrampilan praktik,...

Adara Relief Internasional Perluas Jangkauan Penerima Bantuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Kontribusi Adara Relief International terhadap perempuan dan anak Palestina mengalami penambahan secara signifikan baik dari segi jumlah penerima manfaat maupun area...