25.6 C
Jakarta

Muhammadiyah dan NU Harus Bersatu Tolak Aneksasi Israel Terhadap Tepi Barat

Must read

Wabah Masih Meningkat, Muhammadiyah Luncurkan Program Mentari Covid-19

    Yogyakarta,MENARA62.COM—Adanya perkembangan kasus wabah covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah menganggap bahwa pandemi ini...

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022

JAKARTA – Menara62.com - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari...

LLHPB PWA Jawa Tengah Adakan Sosialisasi Pandemi dan Kesehatan Lingkungan

Sukoharjo,MENARA62.COM - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah ikut serta dalam pelatihan Manajemen Program yang diselenggarakan LLHPB Pimpinan...

Kunjungi Menteri KKP, Ketua YPLG ASMI Berjanji Dukung Kemajuan Kaum Perempuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Masih kuatnya budaya patriarki membuat jumlah pemimpin dari kalangan perempuan di Indonesia masih rendah. Padahal jika diberikan kesempatan, perempuan bisa maju...

JAKARTA, MENARA62.COM – Ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU harus bersatu melobi pemerintah agar melawan aneksasi Israel terhadap Tepi Barat. Sebab aneksasi Israel atas Tepi Barat tersebut hanya akan membuat penderitaan bangsa Palestina atas perlakuan Israel akan semakin menjadi-jadi.

Ketua Adara Relief International Nurjanah Hulwani mengungkap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di Tepi Barat atas bangsa Palestina telah berlangsung lama. Bentuk kejahatan tersebut telah memakan banyak korban termasuk anak dan perempuan yang merupakan kelompok yang dilindungi oleh hukum International.

“Penangkapan warga Palestina tanpa alasan, pengusiran dari rumah mereka, penghancuran rumah, pemukiman illegal, penembakan, perusakan fasilitas sosial dan kejahatan lain yang tak terhitung adalah fakta yang terekam dalam sejarah,” kata Nurjanah pada Seminar Daring bertema ‘Tolak Perampasan Tepi Barat oleh Zionis’  pada hari Sabtu (11/7/2020).

Ketua Adara Relief International Nurjanah Hulwani

Seminar tersebut hasil kerjasama Adara Relief International bersama dengan AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia), FISIP UMJ dan ISOIC (Indonesian Society for Organization of Islamic Coperation). Acara yang dimoderatori oleh Dr. Mohammad Noer (Ketua AIPI Jakarta) ini diisi oleh enam pembicara yang memiliki kepedulian terhadap Palestina.

Menyikapi fakta-fakta kejahatan yang terjadi di Tepi Barat, Nurjanah menyerukan agar pemerintah Indonesia, organisasi Islam dan semua pihak melakukan upaya bersama untuk menggagalkan rencana aneksasi Israel terhadap Tepi Barat.

Seruan serupa juga dikemukakan Pengurus Pusat AIPI sekaligus peneliti utama LIPI Drs. M. Hamdan Basyar, M.Si. Ia mengatakan meski pengumuman aneksasi ditunda, namun kita harus tetap berhati-hati karena ide perampasan itu selalu ada.

“Dunia harus menolaknya,  tidak hanya di Tepi Barat, tetapi juga di seluruh wilayah Palestina ataupun belahan bumi lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hamdan juga menjabarkan mengenai sejarah perampasan Palestina dan ide two state solution sebagai hasil Perjanjian Oslo yang diabaikan oleh Netanyahu.

Sementara itu, Prof. Dr. Makarim Wibisono, M.A. Makarim membuka paparannya dengan mengatakan bahwa bangsa Palestina begitu menderita terhadap perlakuan Israel. Dengan penderitaan bangsa Israel tersebut ia merasa heran mengapa dunia seolah membiarkan kejahatan Israel terus terjadi.

Karena itu, menurutnya Indonesia harus terus melakukan manuver diplomasi ke pihak-pihak yang berwenang dan memiliki peran besar dalam hal ini, seperti PBB, Turki, negara-negara OKI dan Liga Arab agar bersatu untuk menolak aneksasi.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk PBB ini juga mengimbau kepada masyarakat internasional untuk menolak Jerusalem Law yang disepakati pada tahun 1980 yang berisi “creeping annexation” atau perampasan pelan-pelan tetapi pasti, yang akan menghambat perdamaian Palestina-Israel secara tuntas.

Drs. Bunyan Saptomo, MA, seorang Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Bulgaria, Albania, dan Macedonia di tahun 2012-2016 dalam pemaparannya, menyampaikan alasan mengapa AS begitu kuat mendukung Israel. Selain karena keberhasilan lobi-lobi Israel di AS, juga ada peran dari kelompok neokonservatif, serta kelompok Kristen Zionis yang mempercayai bahwa kembalinya Yahudi ke Palestina adalah prasyarat kembalinya Yesus untuk menyelamatkan dunia.

“Secara politik, peran dari Partai Republik pun sangat besar dalam mendukung kebijakan Israel,” jelasnya.

Menurut Bunyan, penolakan terhadap aneksasi ini dapat dilakukan dengan  meningkatkan lobi kuartet (PBB, UE, Rusia dan AS) agar mendukung Palestina. Jika Rusia dan AS lebih pro kepada Israel, maka PBB dan Uni Eropa harus dilobi agar menolak segala upaya aneksasi Israel, termasuk lobi kepada negara-negara pemegang hak veto lainnya yaitu Cina, Perancis dan Inggris.

“Di dalam negeri, ormas Islam seperti Muhamadiyah dan NU harus bersatu melobi pemerintah agar melawan aneksasi Israel terhadap Tepi Barat,” lanjutnya.

Sementara itu, Drs. Asep Setiawan yang merupakan dosen Ilmu Politik FISIP UMJ menyatakan bahwa rencana aneksasi ini merupakan rencana jangka panjang yang telah direncakan sejak lama. Rencana aneksasi lembah Yordan ini dilakukan untuk mendapatkan pengakuan internasional secara de facto.

Baca juga:

Dosen yang pernah menjadi jurnalis di wilayah Timur Tengah ini menyatakan bahwa dukungan AS sangat kuat pada Israel, sementara dukungan negara-negara Arab dan dukungan internasional secara umum kepada Palestina sangat lemah. Jika aneksasi ini berhasil maka menurutnya, tidak hanya Palestina, tetapi dunia internasional dipermalukan, karena masih membiarkan penjajahan di atas bumi ini.

“Perilaku Israel merupakan ancaman perdamaian di dunia internasional, dan sangat merugikan Palestina,” katanya.

Drs. H. Gatot Abdullah Mansyur, mantan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Arab Saudi menyoroti tentang kecenderungan keputusan sepihak (unilateral) terhadap isu Palestina ini. Contohnya adalah Deal of Century, yang akan melegalisasi semua pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Hal ini mendapat penolakan tegas dari pemerintah Palestina, Liga Arab dan negara-negara yang tergabung dalam OKI pada sidangnya bulan Februari 2020 lalu. Pemerintah Indonesia pada bulan Mei 2020 melalui Menlu RI pun telah mengeluarkan kecaman keras dan menegaskan bahwa rencana aneksasi tersebut ilegal dan bertentangan dengan resolusi PBB serta hukum internasional.

Para pembicara menengarai  bahwa dibatalkannya pengumuman aneksasi pada tanggal 1 Juli  2020 memiliki keterkaitan dengan  pemilu AS yang akan digelar pada November 2020 nanti, dan belum adanya kesepakatan antara PM Netanyahu dan Jenderal Gantz terkait rencana aneksasi. Selain itu juga adanya sinyal keputusan Pengadilan Kriminal Internasional /International Criminal Court untuk membuka penyelidikan terhadap Israel atas tuduhan kejahatan perang yang dilakukan di wilayah Palestina, yaitu di Tepi Barat dan Gaza.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Wabah Masih Meningkat, Muhammadiyah Luncurkan Program Mentari Covid-19

    Yogyakarta,MENARA62.COM—Adanya perkembangan kasus wabah covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah menganggap bahwa pandemi ini...

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022

JAKARTA – Menara62.com - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari...

LLHPB PWA Jawa Tengah Adakan Sosialisasi Pandemi dan Kesehatan Lingkungan

Sukoharjo,MENARA62.COM - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah ikut serta dalam pelatihan Manajemen Program yang diselenggarakan LLHPB Pimpinan...

Kunjungi Menteri KKP, Ketua YPLG ASMI Berjanji Dukung Kemajuan Kaum Perempuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Masih kuatnya budaya patriarki membuat jumlah pemimpin dari kalangan perempuan di Indonesia masih rendah. Padahal jika diberikan kesempatan, perempuan bisa maju...

Lazismu Pulang Pisau bagikan daging segar bantuan qurban BPKH Indonesia

PULANG PISAU, MENARA62.COM - Lembaga Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pulang Pisau (01/08) menjalankan program Qurban untuk Ketahanan Pangan, yaitu...