KARANGANYAR, MENARA62.COM – Kepergian H Ahmad Sukidi, M.Ag., pada Selasa (13/10/2026), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah Kota Surakarta. Sosok yang dikenal teguh memegang ideologi Muhammadiyah, berdedikasi dalam berorganisasi, dan hangat dalam pergaulan itu berpulang dengan meninggalkan kenangan mendalam bagi sahabat-sahabatnya.
Almarhum dimakamkan di Taman Makam Husnul Khatimah Mundu, Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Sejumlah tokoh dan kader Muhammadiyah hadir untuk bertakziah sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Di antara mereka, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Bendahara Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Sofyan Anif, serta mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta yang juga tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) Surakarta, Umar Hasyim.
Keduanya mengenang Ahmad Sukidi sebagai sosok yang tidak hanya aktif dalam gerakan Muhammadiyah, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.
Teguh Menjaga Ideologi Muhammadiyah
Prof. Sofyan Anif mengaku kehilangan seorang sahabat dekat sekaligus kader Muhammadiyah yang memiliki komitmen kuat terhadap ideologi persyarikatan.
Menurut dia, perjalanan Ahmad Sukidi dalam Muhammadiyah penuh dinamika. Namun, berbagai dinamika tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang diyakininya.
“Beliau memang orang yang kukuh dalam menjalankan ideologi. Perjalanannya di Muhammadiyah penuh dinamika, tetapi beliau sangat sabar dan tetap tegas dengan prinsip-prinsipnya,” ungkap Sofyan Anif saat bertakziah.
Ia menilai, Ahmad Sukidi bukan sekadar aktivis organisasi. Lebih dari itu, almarhum berupaya menjaga dan meneguhkan ideologi Muhammadiyah di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Bagi Sofyan, keteguhan tersebut menjadi salah satu karakter penting yang melekat pada diri almarhum. Ahmad Sukidi dinilai mampu memegang prinsip tanpa kehilangan keikhlasan dalam menjalankan pengabdian.
Ia juga mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik, tidak membeda-bedakan orang dalam pergaulan, serta tulus dalam berjuang untuk Muhammadiyah.
Menurut Sofyan, banyaknya orang yang hadir untuk bertakziah menjadi salah satu gambaran kedekatan almarhum dengan masyarakat dan lingkungan persyarikatan.
“Beliau ikhlas dalam berjuang di Muhammadiyah. Kehadiran banyak orang yang bertakziah menjadi bukti bahwa beliau disenangi banyak orang sekaligus menjadi teladan bagi umat,” tuturnya.
Sosok Supel yang Selalu Penuh Semangat
Kenangan serupa disampaikan Umar Hasyim. Sebagai sahabat yang pernah bersama-sama berproses di Pemuda Muhammadiyah dan lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, ia mengaku sangat kehilangan atas kepergian Ahmad Sukidi.
Umar mengenang almarhum sebagai pribadi yang supel, penuh semangat, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap organisasi maupun pekerjaan.
Di balik komitmennya dalam berorganisasi, Ahmad Sukidi juga dikenal sebagai sosok yang menyenangkan. Ia gemar bercanda dan mampu mencairkan suasana ketika berkumpul bersama teman-temannya.
“Pak Sukidi ini luar biasa. Beliau sangat supel dalam pergaulan dan banyak candaannya ketika bersama teman-teman. Itu salah satu hal yang sangat kami kenang dari beliau,” kata Umar.
Kedekatan tersebut membuat kepergian Ahmad Sukidi terasa begitu cepat bagi sahabat-sahabatnya.
Umar mengungkapkan, sehari sebelum almarhum meninggal dunia, dirinya masih sempat menjenguk Ahmad Sukidi. Namun, tak disangka, keesokan harinya ia menerima kabar duka bahwa sahabatnya tersebut telah berpulang.
Pertemuan terakhir itu kini menjadi kenangan yang membekas bagi Umar.
Terlebih, ia bersama sejumlah sahabat sebenarnya telah merencanakan kegiatan bepergian bersama pada Oktober ini. Ahmad Sukidi termasuk sosok yang diharapkan ikut dalam kebersamaan tersebut.
Rencana itu kini tinggal kenangan. Kepergian almarhum membuat agenda yang semula hendak menjadi ajang silaturahmi bersama sahabat seperjuangan tersebut tak lagi dapat terlaksana seperti yang diharapkan.
Doa untuk Almarhum dan Keluarga
Di tengah suasana duka, Umar menyampaikan doa agar Ahmad Sukidi mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia berharap segala dosa almarhum diampuni dan seluruh amal ibadah serta pengabdiannya diterima oleh Allah SWT.
Ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Semoga beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah, diampuni semua dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan ditempatkan di surga-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah, sabar, dan tawakal,” ucapnya.
Kepergian Ahmad Sukidi menjadi pengingat bahwa pengabdian seseorang tidak hanya dikenang melalui jabatan atau aktivitas organisasinya, tetapi juga melalui keteguhan prinsip, keikhlasan dalam berjuang, dan hubungan baik yang dibangun bersama orang-orang di sekitarnya.
Bagi keluarga besar Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahmad Sukidi meninggalkan jejak perjuangan dan keteladanan. Bagi sahabat-sahabatnya, ia akan selalu dikenang sebagai kader yang teguh memegang prinsip sekaligus pribadi hangat yang menghadirkan keceriaan dalam kebersamaan.
Selamat jalan, H Ahmad Sukidi. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdianmu, mengampuni segala khilafmu, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin. (*)

