31.3 C
Jakarta

Tiga Mahasiswa UMS Raih Gelar di Putra-Putri Lawu 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menorehkan prestasi dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Ketiganya berhasil meraih penghargaan pada malam final yang digelar 26 September 2026.

 

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Andira Amelia Tiandara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang meraih gelar Putri Lawu Fotogenik. Sementara itu, dua mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP), yakni Muhhamad Ivan Lanang Fahlevi meraih Juara Putra Lawu Harapan 1 dan Fariz Nur Wicaksono menyabet Juara Putra Lawu 2.

 

Prestasi ini tidak sekadar menjadi pencapaian individu, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa UMS untuk berkontribusi dalam promosi pariwisata dan pelestarian budaya lokal.

 

Ivan dan Fariz merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UMS. Ivan kini duduk di semester tiga, sedangkan Fariz masih berstatus mahasiswa baru semester satu. Keduanya mengikuti ajang tersebut untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus mengambil peran dalam memperkenalkan potensi Kabupaten Karanganyar.

 

Ivan mengaku telah lama menantikan kesempatan mengikuti Putra-Putri Lawu, bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat memasuki perguruan tinggi, ia akhirnya memberanikan diri mengikuti ajang tersebut untuk mengasah kemampuan analisis, memperluas wawasan, dan mengenal lebih jauh potensi daerah.

 

“Saya ingin mengenalkan Karanganyar lebih kepada generasi muda untuk terlibat bersama-sama memberikan dampak yang nyata,” ungkap Ivan, Rabu (14/10/2026).

 

Menurut Ivan, pengalaman selama kuliah dan keterlibatannya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendorongnya untuk mengambil peran yang lebih luas. Ia ingin menjadikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sebagai bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Salah satu pengalaman paling berkesan selama karantina adalah ketika berinteraksi dengan wisatawan mancanegara di Candi Sukuh. Dalam kesempatan itu, Ivan mencoba kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperkenalkan objek wisata tersebut, layaknya seorang pemandu wisata.

 

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan baginya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan melatih komunikasi lintas budaya. Ivan menilai Putra-Putri Lawu bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar, melainkan ruang belajar untuk mencoba hal baru dan mengembangkan kemampuan yang belum banyak diasah.

 

Ingin Jadi Role Model Generasi Muda

 

Sementara itu, Fariz mengaku tertarik mengikuti Putra-Putri Lawu setelah melihat pengalaman para finalis sebelumnya yang berani keluar dari zona nyaman. Ia ingin mengukur kemampuan diri sekaligus terlibat dalam promosi pariwisata dan pelestarian budaya Kabupaten Karanganyar.

 

“Saya ingin menjadi citra dan role model bagi generasi muda di Kabupaten Karanganyar. Saya juga ingin ikut berkontribusi dalam promosi pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar,” jelas Fariz.

 

Sebagai mahasiswa baru Program Studi Ilmu Hukum UMS, Fariz berupaya menerapkan kedisiplinan yang dipelajarinya selama perkuliahan dalam setiap tahapan seleksi dan karantina. Ia belajar mengatur waktu, menjaga sikap, serta membangun relasi dengan peserta lain.

 

Perjalanan menuju malam final tidak berlangsung singkat. Para peserta harus melewati seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, unjuk bakat, hingga pemilihan 10 finalis putra dan 10 finalis putri. Selanjutnya, para finalis mengikuti pembekalan, latihan koreografi, dan karantina selama dua pekan.

 

Dalam proses tersebut, Ivan dan Fariz juga memperoleh dukungan dari UMS berupa dispensasi akademik dan surat tugas untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Dukungan ini membantu keduanya menyeimbangkan tanggung jawab perkuliahan dengan agenda kompetisi.

 

Siapkan Program Promosi Wisata dan UMKM

 

Setelah meraih penghargaan, Ivan dan Fariz tidak ingin berhenti pada pencapaian di malam final. Keduanya telah menyiapkan gagasan program yang berorientasi pada pengembangan potensi lokal.

 

Ivan bersama pasangannya merancang perlombaan bagi masyarakat umum yang memadukan promosi pariwisata melalui video dengan pengenalan penggunaan pembayaran digital. Program tersebut direncanakan berlangsung pada Oktober hingga November 2026, dengan target pelaksanaan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar pada 18 November.

 

Sementara itu, Fariz bersama pasangannya menggagas program Lawu Culture and Coffee Week. Program ini diarahkan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melalui promosi produk dan karya agar semakin dikenal masyarakat luas.

 

Bagi keduanya, gelar duta wisata membawa tanggung jawab untuk menerjemahkan pengalaman dan pengetahuan selama proses pemilihan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Ivan berharap generasi muda tidak hanya menjadi penikmat pariwisata, tetapi juga ikut menjadi penggerak pengembangannya. Adapun Fariz ingin menerapkan wawasan yang diperoleh selama karantina dan masa pengabdian sebagai duta wisata, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

 

Prestasi Andira, Ivan, dan Fariz menunjukkan bahwa kegiatan di luar perkuliahan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman, membangun kepercayaan diri, dan mengasah kepedulian sosial. Melalui peran masing-masing, mahasiswa UMS diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata dan budaya daerah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!