SOLO, MENARA62.COM — Prosesi Wisuda Periode III Tahun 2026 Universitas Sebelas Maret (UNS) tak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga panggung refleksi tentang peran strategis lulusan bagi bangsa. Dalam momentum tersebut, Dr. Ahmad Muhammad Mustain Nasoha menyerukan agar alumni UNS menjadi insan berdampak dan terus berkontribusi bagi almamater serta kemajuan Indonesia.
Pesan itu disampaikan Mustain Nasoha saat dipercaya mewakili wisudawan menyampaikan pidato pada wisuda yang berlangsung di Auditorium UNS, Sabtu (18/4/2026). Di hadapan pimpinan universitas, senat akademik, dewan profesor, civitas akademika, dan ribuan hadirin, lulusan Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNS itu menegaskan bahwa wisuda bukan akhir, melainkan awal pengabdian.
“Gelar akademik adalah amanah intelektual yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Mustain dalam pidatonya.
Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti pada tataran teoritis, tetapi harus hadir dalam praktik yang memberi solusi dan manfaat bagi masyarakat. Ia mengingatkan, lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk tampil sebagai agen perubahan di tengah kompleksitas persoalan bangsa.
Alumni UNS Diminta Jadi Agen Perubahan
Dalam pidato yang sarat nilai filosofis, Mustain mengutip pemikiran Albert Einstein, “Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value,” sebagai penegasan bahwa keberhasilan sejati diukur dari manfaat yang diberikan kepada sesama.
Ia juga mengutip Aristoteles, “The roots of education are bitter, but the fruit is sweet,” untuk menggambarkan bahwa proses panjang dan penuh tantangan selama pendidikan merupakan fondasi pembentukan intelektualitas dan integritas.
Menurut Mustain, lulusan UNS harus mampu berpikir kritis, bertindak solutif, dan menjunjung tinggi nilai integritas di berbagai lini profesi maupun pengabdian sosial.
“Alumni harus menjadi kekuatan strategis bagi kemajuan almamater dan bangsa,” ujarnya.
UNS Dinilai Bentuk Karakter dan Integritas
Dalam refleksinya, Mustain menyebut Universitas Sebelas Maret bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi ruang pembentukan karakter, etos keilmuan, dan integritas moral.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, dosen, dan seluruh civitas akademika yang dinilainya memiliki peran besar dalam keberhasilan para wisudawan.
Menurutnya, capaian akademik yang diraih merupakan hasil dukungan kolektif yang patut dijaga melalui kontribusi nyata setelah lulus.
Wisuda UNS Jadi Momentum Pengabdian
Pidato Mustain Nasoha menjadi salah satu sorotan dalam Wisuda UNS Periode III 2026 karena memuat pesan kuat tentang peran alumni dalam membangun peradaban.
Seruan agar alumni UNS berdampak dinilai relevan di tengah tantangan zaman yang menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir memberi solusi bagi masyarakat.
Melalui pidato tersebut, Mustain menegaskan bahwa pendidikan tinggi sejatinya harus bermuara pada kebermanfaatan sosial, integritas moral, dan kontribusi nyata untuk bangsa. (*)
Mustain Nasoha Serukan Alumni UNS Berdampak
- Advertisement -
