31.3 C
Jakarta

Presiden Resmikan Jalan Tol Akses Tanjung Priok

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Presiden RI Joko Widodo resmikan penggunaan Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (15/04/2017). Ruas jalan sepanjang 11,4 Km tersebut diharapkan dapat mendukung keluar masuk kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia.

Untuk satu bulan ke depan, jalan tol ini dioperasikan tanpa tarif. Artinya pengguna jalan tol bisa memanfaatkannya tanpa dipungut biaya.

“Dengan lalu lintas kontainer lancar maka dapat meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia,” kata Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Plt. Gubernur DKI Jakarta Soemarsono usai menekan tombol sirene sebagai tanda diresmikannya pengoperasian Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Diakui Presiden, pembangunan jalan tol yang dimulai sejak tahun 2008 ini sempat mengalami permasalahan pengadaan lahan dan ketidaksesuaian mutu beton sebanyak 69 pilar. Sehingga sempat dilakukan pembongkaran dan pergantian. Dengan kendala tersebut, penyelesaian jalan Tol Akses Tanjung Priok mengalami keterlambatan hingga 5 tahun.

Pada ruas jalan tol ini, diperkirakan sekitar 3.600 truk kontainer akan lalu lalang setiap hari. Dengan adanya tol akses Tanjung Priok ini, kecepatan keluar masuk pelabuhan kontainer dapat ditingkatkan, artinya kapal- kapal petikemas tersebut bisa dilayani dengan baik.

Menteri Basuki mengatakan bahwa jalan Tol Akses Tanjung Triok merupakan jalan tol yang diresmikan pertama dari 392 Km jalan tol yang akan diresmikan sepanjang tahun 2017 ini. Selain itu, Kementerian PUPR saat ini tengah melaksanakan proses pengadaan lahan pada Seksi W2 sepanjang 6 Km yang akan menghubungkan jalan Tol Akses Tanjung Priok dengan Tol Dalam Kota dan ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2019 bila tidak ada kendala pembebasan tanah dan pembiayaan.

“Namun demikian kita perlu memonitor hubungan antara pola transportasi dan tata guna lahan yang berubah dengan keberadaan ruas tol baru ini,” tambah Menteri Basuki.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto dalam laporannya menyampaikan dengan kehadiran  jalan tol ini akan meningkatkan kapasitas jalan metropolitan Jakarta dan semakin memperkuat konektivitas dalam mengembangkan potensi ekonomi Indonesia, mengurangi waktu tempuh dan menurunkan biaya transportasi.

Selain itu jalan tol yang dibangun dengan biaya konstruksi Rp 4,1 triliun ini juga menjadi percontohan jalan tol ramah lingkungan yang dilengkapi dengan _sound barrier_ terutama yang berada disamping Rumah Sakit Koja sehingga tidak mengganggu ketenangan aktivitas rumah sakit.

Jalan Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari lima seksi yakni Seksi E-1 Rorotan-Cilincing (3,4 Km), E-2 Cilincing-Jampea (2,74 Km), E-2A Cilincing-Simpang Jampea (1,92 Km) dan NS Link Yos Sudarso-Simpang Jampea (2,24 Km) dan NS Direct Ramp (1,1 Km).

Setelah diresmikan pada hari Sabtu, 15 April 2017 hingga 1 bulan ke depan, ruas tol ini sementara akan dioperasikan tanpa tarif.  Untuk sementara, pengoperasian Jalan Tol Akses Tanjung Priok akan dilaksanakan oleh PT. Jasa Marga dan PT. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!