27.2 C
Jakarta

Prof Abdurrahman Sebut Beberapa Penyebab Disharmoni Kehidupan Beragama

Must read

DPR Segera Surati Presiden Setelah Muncul Tiga Nama Calon Dewas LPI

JAKARTA MENARA62.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan segera mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo terkait usulan tiga nama calon anggota Dewan Pengawas...

4,75 KM Jalan Di Tanjung Enim Hitam

MUARA ENIM, MENARA62.COM - Sepanjang 4,754 Kilometer (Km) jalan di Tanjung Enim menghitam karena dilaksanakan pekerjaan pengaspalan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang...

MCCC Solo Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan

SOLO, MENARA62.COM-Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surakarta kembali melakukan kegiatan penyemprotan Disinfektan di daerah Sukomulyo Kadipiro Banjarsari Rabu (20/1/2021). "Dengan meningkatnya...

Serahkan SK CPNS, Bupati Minta ASN Indramayu Mandiri dan Milenial

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Sebanyak 360 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu menerima Petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS formasi tahun...

JAKARTA, MENARA62.COM— Prof Abdurrahman Masud dari Puslitbang, Kementrian Agama di Jakarta, Jumat (6/1/2017)  mengungkapkan, hasil riset yang dilakukan Puslitbang Kementrian Agama menemukan sejumlah penyebab disharmoni kehidupan beragama di Indonesia. Disharmoni antar agama, diantaranya sering terjadi karena sejumlah alasan. Diantaranya, penyiaran agama, perkawinan antar pemeluk agama yang berbeda, dan pengangkatan anak yang berbeda keyakinan.

“Selain itu, disharmoni juga sering terjadi karena perayaan hari besar, penodaan agama, kelompok sempalan, dan yang paling sering terjadi karena pendirian rumah ibadah,” ujarnya dalam pengajian bulanan PP Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (6/1/2017).  Pengajian ini mengangkat tema Merawat Kerukunan Kehidupan Beragama.

Islam, menurut Abdurrahman, sudah mengajarkan terntang bagaimana harus bersikap toleran. “Haram hukumnya bersikap prejudis, karena itu tidak menghasilkan apapun yang bermanfaat. Kita juga diajarkan untuk bersikap imparsial, yang sangat penting untuk digunakan dalam sikap saling menghormati setiap kelompok,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof Azyumardi Azra melihat, sejak masa reformasi, disharmoni itu lebih banyak terjadi karena faktor luar. Bahkan, ia melihat kasus 4-11, 2-12, lebih banyak terpengaruh faktor transnasional.

Ia juga mengungkapkan, sejak konversi masyarakat Indonesia menjadi Islam secara masif pada abad 12-13, Islam telah bernaturalisasi. Menurutnya, telah terjadi indigenousisasi, sehingga Islam lebih akomodatif.

“Islam lebih ramah, rileks, meski tidak berarti kurang Islami. Dalam satu penelitian, ketaatan kaum Muslim dalam shalat Jumat di Jakarta, Mesir Dan Teheran, ternyata menemukan bahwa orang pria yang shalat Jumat itu lebih banyak ketimbang di Kairo dan Teheran,” ujarnya.

 

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

DPR Segera Surati Presiden Setelah Muncul Tiga Nama Calon Dewas LPI

JAKARTA MENARA62.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan segera mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo terkait usulan tiga nama calon anggota Dewan Pengawas...

4,75 KM Jalan Di Tanjung Enim Hitam

MUARA ENIM, MENARA62.COM - Sepanjang 4,754 Kilometer (Km) jalan di Tanjung Enim menghitam karena dilaksanakan pekerjaan pengaspalan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang...

MCCC Solo Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan

SOLO, MENARA62.COM-Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surakarta kembali melakukan kegiatan penyemprotan Disinfektan di daerah Sukomulyo Kadipiro Banjarsari Rabu (20/1/2021). "Dengan meningkatnya...

Serahkan SK CPNS, Bupati Minta ASN Indramayu Mandiri dan Milenial

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Sebanyak 360 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu menerima Petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS formasi tahun...

Musim Hujan Panti Asuhan Budi Mulya Lahat Banjir

LAHAT, MENARA62.COM - Panti Asuhan Budi Mulya dalam waktu dekat ini akan melakukan renovasi bangunan asrama panti, hal tersebut disampaikan ketika rapat penggurus Panti...