BOYOLALI, MENARA62.COM – Paguyuban Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kecamatan Sambi menggelar pertemuan rutin yang membahas strategi penguatan daya saing sekolah melalui pembangunan Unique Selling Point (USP) atau keunggulan khas sekolah. Kegiatan berlangsung di Aula SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Babadan, Kamis (4/6/2026), dan diikuti para kepala TK/BA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK Muhammadiyah se-Kecamatan Sambi.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat identitas sekolah Muhammadiyah agar mampu menjawab tantangan persaingan pendidikan yang semakin kompetitif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambi, H. Sudiman, dalam sambutannya mengajak seluruh pengelola AUM menjadikan filosofi pensil sebagai inspirasi dalam memimpin lembaga pendidikan.
Menurutnya, pensil memiliki dua makna penting yang relevan dengan pengelolaan sekolah. Ujung pensil yang lancip melambangkan visi yang jelas, sedangkan penghapus menggambarkan akhlak mulia dan kesediaan untuk terus melakukan evaluasi diri.
“Pensil yang lancip menggambarkan visi yang jelas. Sekolah harus memiliki arah dan tujuan yang tegas agar mampu melahirkan generasi unggul. Sedangkan penghapus pada pensil melambangkan akhlak yang baik, yaitu kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dan terus melakukan evaluasi diri,” ujar Sudiman.
Ia menambahkan bahwa perpaduan antara visi yang kuat dan karakter yang baik akan menghasilkan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua Paguyuban AUM Kecamatan Sambi, Yulianto, S.Pd., yang juga menjabat Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sambi, menekankan pentingnya sinergi antar-AUM dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah Sambi.
Menurutnya, kolaborasi yang baik akan memperkuat posisi sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
Pada sesi utama, Ust. Pujiono selaku Tim Fasilitator Diklat Kepala Sekolah dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah memaparkan materi tentang pentingnya membangun Unique Selling Point (USP) sebagai strategi pengembangan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa USP merupakan keunggulan khusus yang menjadi pembeda sebuah sekolah dibandingkan lembaga pendidikan lainnya. Keunggulan tersebut harus nyata, dirasakan masyarakat, dan mampu menjawab kebutuhan orang tua serta peserta didik.
“Unique Selling Point adalah alasan utama mengapa orang tua memilih sebuah sekolah. Jika sekolah tidak memiliki pembeda yang jelas, maka akan sulit dikenal dan diminati masyarakat,” jelasnya.
Menurut Pujiono, beberapa contoh USP yang dapat dikembangkan sekolah antara lain sekolah tahfidz berprestasi, sekolah digital dan koding, sekolah berbasis karakter Islami, sekolah ramah anak, sekolah entrepreneur muda, sekolah berbasis lingkungan, maupun sekolah penggerak literasi.
Namun demikian, ia mengingatkan agar sekolah tidak terjebak dalam upaya menampilkan terlalu banyak keunggulan sekaligus.
“Ketika sekolah ingin dikenal sebagai sekolah tahfidz, sekolah digital, sekolah olahraga, sekolah seni, sekolah lingkungan, dan sekolah internasional sekaligus, masyarakat justru bingung. Pilih satu atau dua keunggulan utama yang benar-benar kuat, lalu bangun branding secara konsisten,” tegasnya.
Pujiono menambahkan bahwa USP yang kuat akan membantu sekolah dalam meningkatkan efektivitas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), memperkuat reputasi lembaga, serta membangun loyalitas masyarakat.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa USP tidak cukup hanya ditampilkan dalam brosur atau media promosi. Keunggulan tersebut harus hadir dalam budaya sekolah, kualitas layanan guru, prestasi siswa, hingga pengalaman positif yang dirasakan wali murid.
“USP bukan sekadar kata-kata. USP harus hidup dalam keseharian sekolah. Ketika masyarakat mendengar nama sekolah Muhammadiyah, mereka langsung teringat pada keunggulan yang dimiliki sekolah tersebut,” katanya.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta saling berbagi pengalaman serta mendiskusikan berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi identitas khas di masing-masing sekolah Muhammadiyah.
Melalui forum Paguyuban Kepala AUM ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kecamatan Sambi diharapkan semakin mampu memperkuat keunggulan kompetitif, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era modern. (*)

