BANDUNG, MENARA62.COM — Duta Literasi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung memperkuat kecakapan finansial generasi digital melalui kegiatan Literasi Perbankan Syariah bertajuk “Cashless, Careless, or Financially Aware? Peran Mobile Banking Syariah dalam Gaya Hidup Cashless Generasi Digital” yang digelar pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai dua Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, ini diikuti mahasiswa, khususnya dari Program Studi Manajemen. Acara tersebut menjadi upaya kampus dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap literasi keuangan dan perbankan syariah di tengah pesatnya transformasi digital.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Duta Literasi Manajemen UM Bandung Siti Azmi Nur Islami mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan budaya literasi mahasiswa di lingkungan kampus.
“Kegiatan ini merupakan sarana pengembangan budaya literasi mahasiswa di lingkungan UM Bandung. Kami berharap langkah ini menjadi gerbang kolaborasi yang konstruktif dengan perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya,” ujar Azmi.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan keuangan. Menurutnya, pemahaman literasi finansial menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menghadapi perkembangan ekonomi digital.
“Semoga ilmu yang didapatkan hari ini menjadi bekal bagi kita untuk menjadi generasi digital yang memiliki pemahaman baik tentang literasi keuangan dan perbankan,” katanya.
Sementara itu, Pembina Duta Literasi Manajemen UM Bandung Megha Shakova menilai literasi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. Rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat mengalami kerugian finansial.
“Berdasarkan hasil penelitian, literasi keuangan di Indonesia masih relatif rendah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika masih banyak masyarakat yang mengalami kerugian akibat minimnya pemahaman mengenai keuangan,” ungkap Megha.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengenal lebih jauh sistem keuangan syariah yang terus berkembang. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa sektor keuangan tidak hanya berkaitan dengan sistem konvensional, tetapi juga memiliki berbagai instrumen berbasis prinsip syariah.
“Keuangan syariah memiliki ruang lingkup yang sangat luas dengan berbagai kajian dan instrumen yang terus berkembang,” jelasnya.
Megha berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kehadiran praktisi perbankan dalam kegiatan tersebut untuk berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan prinsip-prinsip perbankan syariah.
Dalam kesempatan yang sama, Komisaris BPR Syariah Baiturridha Pusaka Bambang Purwadi Nugroho mengapresiasi keterlibatan industri perbankan dalam kegiatan edukatif yang digelar UM Bandung.
Menurut Bambang, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri keuangan menjadi langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kecakapan finansial.
“Kolaborasi antara industri perbankan dan lembaga pendidikan merupakan ikhtiar yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Khususnya dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial dan memiliki karakter ekonomi sesuai nilai-nilai syariah,” tuturnya.
Bambang menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi. Kehadiran layanan digital membuat masyarakat semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran nontunai (cashless).
Namun, ia mengingatkan bahwa kemudahan transaksi digital juga menghadirkan tantangan, terutama dalam mengendalikan perilaku konsumtif.
“Transaksi digital yang dilakukan secara cepat dan mudah sering kali membuat seseorang kurang menyadari jumlah pengeluaran yang terjadi. Nominal kecil yang dilakukan berulang kali dapat menguras keuangan jika tidak disertai perencanaan dan pengendalian diri yang baik,” katanya.
Ia menegaskan, digitalisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi keuangan.
“Masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi harus memahami bagaimana mengelola keuangan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab,” tegas Bambang.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan aktivitas interaktif di luar ruangan. BPR Syariah Baiturridha Pusaka menghadirkan stan layanan pembukaan rekening tabungan bagi mahasiswa serta berbagai mini games edukatif.
Kegiatan tersebut turut didukung mobil literasi OJK SiMOLEK yang memberikan pendampingan dan edukasi kepada peserta.
Acara ini turut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung Ia Kurnia, Kaprodi Manajemen Indra Sasangka, perwakilan dosen, tim Duta Literasi Manajemen, jajaran BPR Syariah Baiturridha Pusaka, serta mahasiswa UM Bandung.
Melalui kegiatan ini, UM Bandung menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi digital, tetapi juga memiliki kesadaran finansial dan pemahaman terhadap ekonomi syariah. (*)
