29.1 C
Jakarta

Jambore Aisyiyah Jawa Tengah Lahirkan White Paper untuk Pemberdayaan Desa

Baca Juga:

KARANGANYAR, MENARA62.COM– Jambore Dakwah Kemanusiaan dalam rangka Milad ke-109 Aisyiyah dan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang digelar di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu-Ahad (27-28/6/2026), tidak hanya menjadi ajang mempererat ukhuwah, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis berbasis riset lapangan untuk mendukung pembangunan desa.

 

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd, menjelaskan bahwa hari kedua jambore diawali dengan penguatan spiritual melalui salat tahajud berjamaah pada pukul 03.00 WIB, dilanjutkan kultum, salat subuh, dan senam pagi.

 

“Jambore ini kami rancang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga melahirkan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Eny usai penutupan kegiatan.

 

Salah satu agenda utama adalah program Turun Desa yang dilaksanakan secara serentak di lima desa yang mewakili lima eks karesidenan di Jawa Tengah. Khusus Desa Nglurah-Nglebak, kegiatan dilaksanakan bersama oleh peserta dari wilayah Surakarta dan Banyumas karena jumlah delegasi yang lebih sedikit.

 

Program tersebut melibatkan Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), pimpinan wilayah, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Melalui diskusi, wawancara, dan observasi lapangan, peserta melakukan pengumpulan data menggunakan metode triangulasi untuk memastikan validitas informasi.

 

Menurut Eny, hasil penelitian lapangan itu akan disusun menjadi white paper atau dokumen rekomendasi kebijakan yang diserahkan kepada pemerintah desa.

 

“White paper ini menjadi rekomendasi berbasis data agar program pemberdayaan desa benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya, desa memiliki acuan yang kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan,” jelasnya.

 

Selain riset lapangan, jambore juga diwarnai berbagai kompetisi kreatif yang melibatkan seluruh peserta. Di antaranya Lomba Qaryah Thayyibah Aisyiyah, penyusunan Profil Thayyibah Aisyiyah oleh setiap PDA, lomba role play, serta lomba pembacaan puisi yang digelar tingkat karesidenan.

 

Eny menegaskan, seluruh perlombaan tersebut bukan semata-mata mencari juara, melainkan menjadi ruang untuk menggali potensi, meningkatkan kreativitas, membangun semangat juang, sekaligus mempererat sinergi antarkader Aisyiyah di seluruh Jawa Tengah.

 

“Semua peserta memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang terpenting adalah tumbuhnya kebersamaan, kekompakan, dan semangat berkarya,” katanya.

 

Rangkaian kegiatan juga diperkuat dengan kolaborasi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah. Perwakilan BKKBN, Al Khafid Hidayat, hadir memberikan penguatan materi terkait pembangunan keluarga dalam momentum Hari Keluarga Nasional.

 

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah untuk mendukung program pemberdayaan keluarga serta pembangunan masyarakat berbasis komunitas.

 

Eny menyebut antusiasme peserta sangat tinggi selama dua hari pelaksanaan jambore. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sejarah baru karena merupakan peringatan Milad Aisyiyah pertama di Indonesia yang dikemas dalam konsep jambore atau perkemahan.

 

Ia menilai konsep tersebut berhasil menghadirkan semangat kesetaraan, di mana seluruh peserta dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi hidup bersama dalam suasana sederhana tanpa sekat.

 

“Yang paling membekas adalah semangat kebersamaan ibu-ibu Aisyiyah. Semua bergotong royong, saling menguatkan, dan menunjukkan bahwa dakwah kemanusiaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad ke-109 Aisyiyah sekaligus peringatan Hari Keluarga Nasional itu pun menegaskan komitmen Aisyiyah dalam mengintegrasikan penguatan spiritual, riset berbasis data, pemberdayaan masyarakat, pengembangan kapasitas kader, serta kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi membangun keluarga dan desa yang lebih berdaya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!