SOLO, MENARA62.COM— Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi melalui program Seboto Smart Farming di Desa Seboto, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perguruan Tinggi terhadap pelaksanaan PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026. Kegiatan yang berlangsung Jumat (28/8/2026) itu melibatkan tim PPK Ormawa HMP PTI UMS, perangkat Desa Seboto, petani, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS.
Monev dilakukan untuk memantau perkembangan program, mengevaluasi keterlibatan mitra, sekaligus melihat capaian indikator yang telah ditetapkan. Evaluasi juga menjadi bagian dari pelaporan kepada perguruan tinggi untuk memastikan program berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam visitasi tersebut, DKPTI UMS bersama tim PPK Ormawa HMP PTI UMS meninjau langsung sejumlah hasil program yang telah dikembangkan di Desa Seboto.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah greenhouse hasil kolaborasi mahasiswa PPK Ormawa HMP PTI UMS dengan para petani. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari Seboto Smart Farming untuk mendukung penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian masyarakat.
Tim monev juga melihat langsung instalasi Internet of Things (IoT) Smart Farming yang telah dipasang di lokasi. Teknologi ini dikembangkan sebagai salah satu komponen utama program untuk membantu masyarakat memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan pertanian.
Anggota Tim PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026, Alam Wulang Kautsar, mengatakan monitoring dan evaluasi memberikan gambaran nyata mengenai perkembangan program sekaligus bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami dapat melihat secara langsung perkembangan program yang sudah dilaksanakan bersama masyarakat. Evaluasi ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki agar program Seboto Smart Farming dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Alam, Minggu (6/9/2026).
Menurut Alam, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan sarana seperti greenhouse atau pemasangan perangkat IoT. Hal yang lebih penting adalah kemampuan petani dalam memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut.
Karena itu, pendampingan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Seboto Smart Farming. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengembang teknologi, tetapi juga membantu meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menggunakannya secara mandiri.
“Target kami bukan hanya membangun greenhouse atau memasang teknologi IoT, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh petani. Karena itu, keberlanjutan program dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi perhatian utama kami,” katanya.
Melalui visitasi, tim monev memperoleh evaluasi langsung mengenai pelaksanaan program, capaian yang telah diraih, keterlibatan masyarakat, hingga dampak awal yang dirasakan mitra.
Evaluasi tersebut menjadi bahan bagi tim untuk memastikan Seboto Smart Farming tidak sekadar selesai sebagai sebuah program mahasiswa, tetapi memiliki manfaat yang dapat terus dikembangkan setelah program PPK Ormawa berakhir.
Dalam evaluasi tersebut, reviewer juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026. Capaian program, dampak, proses pelaksanaan, hingga rancangan keberlanjutan dinilai telah berjalan baik dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
Perwakilan DKPTI UMS menilai monitoring dan evaluasi penting untuk memastikan program mahasiswa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat mempunyai capaian yang terukur.
“Dari sisi perguruan tinggi, monitoring dan evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa program yang dijalankan mahasiswa bersama masyarakat memiliki capaian yang jelas. Kami juga melihat adanya upaya tim untuk membangun keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi tim PPK Ormawa HMP PTI UMS untuk terus menyempurnakan Seboto Smart Farming. Kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan petani dinilai menjadi kunci agar teknologi yang dikembangkan dapat terus digunakan masyarakat.
Alam berharap program tersebut tidak berhenti setelah rangkaian PPK Ormawa selesai.
“Apresiasi yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan program. Kami berharap Seboto Smart Farming tidak berhenti ketika program PPK Ormawa selesai, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi petani di Desa Seboto,” jelasnya.
Dengan pemanfaatan IoT Smart Farming dan penguatan kapasitas mitra, Seboto Smart Farming diharapkan mampu mendorong petani Desa Seboto mengembangkan praktik pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Monev ini sekaligus menjadi tahapan penting untuk memastikan inovasi yang dikembangkan mahasiswa UMS memiliki keberlanjutan. Program tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan pertanian berbasis teknologi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Seboto. (*)
