SOLO, MENARA62.COM – Kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) juga dibekali keterampilan pendukung untuk memperluas peluang pendidikan dan karier hingga tingkat global.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui Mentoring Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Bulan Agustus 2026 yang mengangkat tema “Penguatan Bahasa Asing”. Kegiatan yang ditujukan bagi Awardee BCB Angkatan 7 Tahun 2025 itu digelar oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (21/8/2026).
Kasubdit Softskill dan Layanan Kemahasiswaan DKPTI UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., mengatakan penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dipersiapkan mahasiswa sejak bangku kuliah.
“Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk memperluas akses terhadap pendidikan, karier, dan jejaring internasional,” kata Azizah, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, mentoring tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa penerima beasiswa. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga penguatan soft skill yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan lingkungan global.
Tak Perlu Menunggu Sempurna
Azizah mendorong para awardee untuk berani menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan akademik. Menurutnya, keberanian berkomunikasi menjadi kunci agar kemampuan bahasa tidak berhenti pada pemahaman teori.
Mahasiswa, kata dia, tidak perlu menunggu sampai memiliki kemampuan bahasa yang sempurna untuk mulai berbicara.
“Jangan takut melakukan kesalahan dan jangan menunggu sampai kemampuan kita sempurna untuk mulai berkomunikasi. Kemampuan bahasa perlu terus dilatih melalui praktik secara konsisten,” pesannya.
Kemampuan tersebut dinilai dapat membuka akses mahasiswa terhadap berbagai kesempatan. Mulai dari career opportunities, scholarship, exchange program, research, competition, internship, hingga networking.
Dengan kemampuan komunikasi yang memadai, mahasiswa diharapkan lebih percaya diri ketika mengikuti program pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, kompetisi, magang, maupun membangun jejaring profesional dengan mitra dari berbagai negara.
Bahasa Asing dan Nilai Keislaman
Penguatan bahasa asing dalam mentoring tersebut juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Azizah mengingatkan peserta mengenai QS Al-Mujadilah ayat 11 yang menekankan pentingnya ilmu dan peningkatan kapasitas diri.
Sementara itu, QS Ar-Rum ayat 22 menjadi pengingat bahwa keberagaman bahasa merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang perlu dipahami sekaligus dihargai.
Menurut Azizah, penguasaan bahasa asing bukan sekadar kemampuan teknis untuk berkomunikasi. Kompetensi tersebut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun relasi, serta berkontribusi di tengah masyarakat global dengan tetap membawa nilai-nilai keislaman.
Ia berharap para awardee mampu mengembangkan kemampuan bahasa secara bertahap dan konsisten. Praktik secara langsung menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu memahami bahasa asing secara teoritis, tetapi juga memiliki keberanian untuk menggunakannya dalam berbagai situasi komunikasi,” ujarnya.
Pembinaan melalui mentoring BCB ini menjadi salah satu upaya UMS mempersiapkan mahasiswa agar adaptif, kompeten, dan mampu memanfaatkan peluang di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, kemampuan bahasa asing diharapkan menjadi bekal tambahan untuk mengembangkan potensi sekaligus membuka jalan menuju kesempatan akademik dan profesional di tingkat global. (*)

