MADIUN, MENARA62.COM – Belajar kewirausahaan tidak cukup hanya melalui teori di ruang kuliah. Pengalaman langsung di dunia usaha menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan bisnis, strategi pemasaran, hingga pelayanan konsumen. Hal inilah yang dijalani Amira Shafrenia Al Arief, mahasiswa semester 7 Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), saat mengikuti magang di UMKM kuliner Pentolan, Kota Madiun.
Magang yang berlangsung selama satu bulan, mulai 3 Agustus hingga 3 September 2026, tersebut memberikan kesempatan kepada Amira untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan pengelolaan usaha kuliner secara langsung.
UMKM Pentolan merupakan usaha kuliner yang menawarkan produk utama pentolan rujak dan asinan. Usaha yang didirikan Risto Ariesta Vialle, S.IP, pada 25 Februari 2026 itu berlokasi di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
Selama magang, Amira berfokus pada penguatan kompetensi kewirausahaan melalui keterlibatan dalam operasional usaha, pemasaran digital, dan pelayanan konsumen.
“UMKM Pentolan di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kartoharjo ini selain melakukan layanan langsung juga menggunakan layanan platform pesan antar sehingga dapat menjangkau konsumen lebih luas,” ujar Amira.
Terlibat Langsung dalam Operasional Usaha
Dalam menjalankan kegiatan magang, Amira menggunakan pendekatan partisipatif dengan terlibat langsung dalam aktivitas usaha di bawah arahan pemilik UMKM.
Kegiatan tersebut diawali dengan observasi terhadap proses bisnis, mulai dari kondisi usaha, alur operasional, proses produksi, sistem pemasaran, hingga pelayanan konsumen. Amira juga mendokumentasikan berbagai kegiatan sebagai bahan penyusunan laporan magang.
Pada aspek manajemen operasional, ia turut membantu proses produksi pentol rujak dan asinan, menyiapkan bahan baku, mengelola persediaan, serta menjaga kebersihan area kerja.
Keterlibatan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan bahan baku, efisiensi proses produksi, dan kebersihan dalam menjaga kualitas produk kuliner.
Tak hanya mempelajari operasional, Amira juga mendapatkan pengalaman dalam pemasaran digital. Ia membantu pembuatan konten promosi, pengelolaan media sosial, serta pemasaran produk melalui platform layanan pesan antar.
Pengalaman ini menjadi kesempatan bagi Amira untuk memahami bagaimana strategi pemasaran digital dapat mendukung pengenalan produk dan memperluas jangkauan konsumen, terutama bagi UMKM yang bergerak di sektor kuliner.
Magang Jadi Bekal Kompetensi Kewirausahaan
Ketua Program Studi Biokewirausahaan UMJT, Irfan Miftakhul Fauzi, mengatakan bahwa magang Amira di UMKM Pentolan merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa.
Menurut Irfan, kegiatan magang dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada situasi kerja nyata sekaligus membiasakan mereka terlibat dalam aktivitas dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
“Pengenalan dan pembiasaan mahasiswa melalui magang ini dapat memberikan pengalaman dari dunia usaha sebagai bagian dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA),” ujar Irfan.
Ia menambahkan, pengalaman magang juga menjadi bagian dari tahapan pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Biokewirausahaan UMJT.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep bisnis secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Irfan menilai, pengalaman langsung di UMKM memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari tantangan nyata dalam menjalankan bisnis, termasuk mengelola operasional, memasarkan produk, dan melayani konsumen.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMJT telah disiapkan untuk lulus dengan kompetensi kerja yang memadai,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Program Studi Biokewirausahaan UMJT relevan bagi generasi muda yang ingin mengembangkan kemandirian ekonomi melalui dunia usaha.
“Prodi Biokewirausahaan UMJT adalah pilihan tepat bagi generasi Z yang suka dengan kemandirian, karena membekali mahasiswa dengan kemampuan bisnis dan kewirausahaan,” pungkas Irfan.
Melalui program magang ini, UMJT mendorong mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik bisnis di lapangan. Pengalaman Amira di UMKM Pentolan menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sekaligus membuka peluang menjadi wirausahawan muda. (*)

