Perdana, UMJT Gelar Konferensi Internasional SDGs dengan 110 Peserta

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun menggelar konferensi internasional perdana bertajuk 1st International Conference on SDGs, Innovation, Global, and Local Challenge (ICSIGC 2026), Selasa (20/10/2026). Konferensi yang dilaksanakan secara daring ini diikuti 110 peserta dari kalangan akademisi dalam dan luar negeri.

 

Konferensi tersebut menjadi langkah penting UMJT dalam memperluas kontribusi akademik terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sekaligus mempertemukan gagasan global dengan tantangan pembangunan di tingkat lokal.

 

Co-Chair ICSIGC 2026, Malik Ibrahim, M.Sos., menjelaskan bahwa total peserta terdiri atas 61 presenter dan 49 partisipan. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik di Indonesia maupun luar negeri.

 

“Kami telah mempersiapkan tujuh dosen UMJT yang akan menjadi moderator di parallel session,” ujar Malik Ibrahim, Senin (19/10/2026).

 

Dosen dan mahasiswa UMJT juga turut ambil bagian dengan mempresentasikan karya ilmiah yang mengangkat persoalan kesehatan dan energi alternatif berbasis biomassa.

 

Lina Alfiyani, M.Kes., dijadwalkan mempresentasikan makalah berjudul Analyzing Determinants of User Satisfaction in Hospital Management Information Systems: A Conceptual Framework Model for Community-Centered Healthcare Services.

 

Makalah tersebut membahas faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi manajemen rumah sakit sebagai kerangka konseptual untuk mendukung layanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat.

 

Sementara itu, Muhammad Hasan Al Banna, M.Sc., akan mempresentasikan penelitian berjudul Farmer Participation in Rice Cultivation for Biomass-Based Alternative Energy Development in Rejoso, Nganjuk Regency, Indonesia. Kajian ini mengangkat partisipasi petani dalam budidaya padi untuk pengembangan energi alternatif berbasis biomassa di Kabupaten Nganjuk.

 

Keterlibatan akademisi UMJT dalam konferensi ini diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Hadirkan Akademisi dari Tiga Negara

 

ICSIGC 2026 dibuka oleh Rektor UMJT, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi pleno pertama (Plenary Session I) yang menghadirkan Prof. Denise Spitzer, Ph.D., salah satu anggota board committee ICSIGC 2026.

 

Setelah sesi pleno pertama, konferensi berlanjut ke Parallel Session I yang dipandu tujuh dosen UMJT. Sesi ini menjadi ruang bagi para presenter untuk memaparkan hasil penelitian dan bertukar perspektif mengenai berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

 

Agenda berikutnya adalah Plenary Session II dengan menghadirkan dua pembicara internasional, yakni Assoc. Prof. Dr. Mohd Yusri Ibrahim dari Universiti Malaysia Terengganu, Malaysia, serta Assistant Prof. IV Amelyn Lanada Laro dari City College of Ormoc, Filipina. Sesi tersebut dimoderatori Dr. Wariyatun dari UMJT.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Awarding Ceremony untuk memberikan penghargaan kepada presenter terbaik. Penutupan konferensi dijadwalkan dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc.

 

Kehadiran akademisi dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan komunitas akademik internasional lainnya diharapkan memperluas dialog lintas negara mengenai inovasi dan tantangan pembangunan berkelanjutan.

 

SDGs Harus Berpijak pada Nilai Kemanusiaan

 

Conference Chair ICSIGC 2026, Dr. Fajar Junaedi, mengatakan tema besar konferensi, Reimagining SDGs through Social and Humanistic Perspectives, dipilih untuk menegaskan bahwa pencapaian SDGs tidak cukup diukur melalui angka dan indikator teknis semata.

 

Menurut Wakil Rektor I UMJT tersebut, pembangunan berkelanjutan juga harus memperhatikan dimensi manusia, termasuk keadilan, martabat, inklusi, dan keberlanjutan yang berakar pada nilai-nilai sosial serta kemanusiaan.

 

“Kita perlu membayangkan ulang cara kita memahami dan mengimplementasikan SDGs, agar tidak hanya menjadi agenda global, tetapi juga relevan dan berdampak di tingkat lokal, sesuai dengan konteks sosial, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan yang kita miliki,” ujar Fajar.

 

Ia menambahkan, perspektif sosial dan humaniora penting untuk memastikan agenda pembangunan berkelanjutan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar memenuhi target yang telah ditetapkan secara global.

 

“Kami berharap diskusi yang terbangun di sini dapat menghasilkan pemikiran baru yang tidak hanya kritis secara akademis, tetapi juga aplikatif bagi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

 

Melalui ICSIGC 2026, UMJT berupaya memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran gagasan lintas negara sekaligus penghasil pengetahuan yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan lokal.

 

Konferensi internasional perdana ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kolaborasi akademik dan penelitian yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, dengan menempatkan manusia sebagai pusat perubahan. (MJK/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!