30.3 C
Jakarta

Mendikbud: Perbaikan Gedung SMAN 1 Muaragembong Selesai April

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) segera memperbaiki atap gedung SMA Negeri 1 Muaragembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang rusak pada pekan lalu. Ditargetkan perbaikan akan memakan waktu sebulan.

“Pekan depan mulai direnovasi dan Insya Allah April sudah bisa ditempati lagi. Dengan demikian siswa bisa mengikuti ujian nasional di sini,” kata Mendikbud Muhadjir Effendi didampingi Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad saat meninjau SMA Negeri 1 Muaragembong, Bekasi, Kamis (02/03/2017).

Proses perbaikan gedung yang menggunakan dana APBN itu sendiri akan melibatkan tenaga teknis dari sekolah menengah kejuruan (SMK). Ini dilakukan untuk menghindari kejadian asal bangun sehingga gedung menjadi rentan roboh atau rusak.

Mendikbud menjelaskan bangunan SMA Negeri 1 Muaragembong didirikan dengan menggunakan dana APBN 2014. Sekolah tersebut mendapat bantuan untuk pembangunan 2 ruang kelas baru dengan anggaran senilai Rp334 juta. Dalam klausulnya disebutkan pemerintah daerah ikut membantu pembiayaan.

“Tapi jika mendengar keterangan kepala sekolah dan komite sekolah, gedung itu dibangun hanya menggunakan uang dari pemerintah pusat, tidak ada bantuan dari Pemda,” ujar Muhadjir.

SMA Negeri 1 Muaragembong memiliki area cukup luas, dengan 14 ruang kelas. Sayangnya 7 dari 14 ruang kelas tersebut tidak ada bangku maupun kursinya. Siswa terpaksa belajar dilantai.

Menghadapi kondisi itu, Mendikbud berjanji akan memberikan bantuan mobilier (kursi dan bangku) bagi para siswa. Karena belajar di lantai tidak baik untuk kesehatan para siswa.

Kepala SMA N 1 Muaragembong, Achdar Machdar menjelaskan sejak awal, bantuan pembangunan 3 gedung baru SMA Negeri I Muaragembong tidak dilengkapi dengan meja kursi. Sehingga  siswa terpaksa belajar di lantai dibanding harus masuk siang hari.

“Kami sudah minta bantuan penyediaan mobilier ke sejumlah perusahaan yang ada di sekitar Muaragembong, tetapi sampai saat ini belum ada yang merespon. Siswa memilih belajar di lantai dibanding harus masuk sekolah siang,” kata Achdar .
Insiden runtuhnya atap SMA Negeri 1 Muaragembong terjadi pada Selasa (28/2/2017) tepat pukul 08:00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa karena semua siswa berhasil lari menyelamatkan diri. Hanya ada dua siswa yang mengalami luka ringan di kepala.

Atap sekolah tersebut roboh diduga karena kerangka besi baja penyangga genteng rusak, sehingga terlihat melengkung disana-sini. Akibatnya kerangka besi tak mampu menahan beban genteng yang cukup berat.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!