25.6 C
Jakarta

Siniar Sandiwara Sastra Diluncurkan. Yuk Simak di Podcast Budayakita!

Must read

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022

JAKARTA – Menara62.com - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari...

LLHPB PWA Jawa Tengah Adakan Sosialisasi Pandemi dan Kesehatan Lingkungan

Sukoharjo,MENARA62.COM - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah ikut serta dalam pelatihan Manajemen Program yang diselenggarakan LLHPB Pimpinan...

Kunjungi Menteri KKP, Ketua YPLG ASMI Berjanji Dukung Kemajuan Kaum Perempuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Masih kuatnya budaya patriarki membuat jumlah pemimpin dari kalangan perempuan di Indonesia masih rendah. Padahal jika diberikan kesempatan, perempuan bisa maju...

Lazismu Pulang Pisau bagikan daging segar bantuan qurban BPKH Indonesia

PULANG PISAU, MENARA62.COM - Lembaga Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pulang Pisau (01/08) menjalankan program Qurban untuk Ketahanan Pangan, yaitu...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan siniar (podcast) Sandiwara Sastra, secara virtual, Senin (6/7/2020). Siniar Sandiwara Sastra ini merupakan bentuk inovasi dan bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya mengatakan alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam medium audio ini ditujukan untuk memperkenalkandan menghidupkan kembali karya-karya sastra Indonesia.

“Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa,” ujar Mendikbud.

Menurut Mendikbud, karya sastra pada hakikatnya tercipta dari situasi dan pergulatan diri. Pengalaman, pengamatan, serta pemaknaan situasi dan latar belakang sejarah dalam karya sastra merupakan bentuk penguatan karakter. Melalui tokoh-tokoh dalam karyasastra, masyarakat dapat mengenal lebih dekat sifat kemanusiaan.

“Seperti sekarang ini, pandemi memberi waktu bagi kita memetik makna dan belajar menjadi manusia kuat yang mampu menyosong masa depan,” jelas Mendikbud.

Lebih lanjut Mendikbud menyampaikan bahwa Sandiwara Sastra bukan hanya menjadi sebuah karya seni dan inovasi. Lebih dari itu, ini adalah jalan untuk mengangkat literasi.

Alih wahana sastra ke dalam bentuk sandiwara audio siniar ini dapat disimak mulai 8 Juli 2020 pukul 17.00 WIB melalui podcast audio @budayakita. Diperankan oleh aktor-aktor terkemuka Indonesia, sandiwara audio yang masing-masing berdurasi 30 menit ini nantinya juga akan disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI) agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Saya mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa kembali menghidupkan dan mengenal karya sastra terbaik Indonesia melalui Sandiwara Sastra,” kata Mendikbud

Upaya pengembangan sastra

Sehubungan dengan misi Kemendikbud untuk pemajuan kebudaya dan pembentukan karakter melalui peningkatan kemampuan literasi, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menjelaskan arah ke depan dalam pengembangan sastra. Berbagai inisiatif telah diselenggarakan Kemendikbud untuk pengembangan sastra.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid

“Melalui Sandiwara Sastra, Kemendikbud memiliki misi untuk memantik minat masyarakat dalam mengenali lebih dalam budaya dan karakter manusia Indonesia,” ujar Hilmar.

Ia menjelaskan Kemendikbud juga ingin membangkitkan minat untuk menulis agar tercipta karya-karya sastra baru yang berkualitas. Bahkan, gerakan untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap sastra Indonesia di kalangan anak muda.

Alasan Kemendikbud mengalih wahanakan karya sastra ke dalam format audio siniar dan siar lanjut Hilmar, bahwa Sandiwara Sastra adalah langkah untuk mendekatkan khazanah sastra kita kepada publik.

Di masa lalu, sandiwara audio yang disiarkan lewat radio sangat populer. Ketika muncul media audio-visual dan kemudian media sosial, bentuk ini mulai memudar popularitasnya.

“Tapi belakangan, dalam beberapa tahun terakhir, ada kebangkitan media audio seperti podcast,” ujar Hilmar.

Hilmar berharap sandiwara sastra ini bisa turut mewarnai ruang media baru dan juga mengangkat kembali kejayaan sastra Indonesia.

Sandiwara Sastra merupakan kolaborasi produksi antara Kemendikbud, Yayasan Titimangsa, dan KawanKawan Media. Alih wahana karya sastra ini diproduseri oleh aktor film dan teater Happy Salma dan produser film Yulia Evina Bhara.

Disutradarai oleh sutradara teater, aktor film, dan pendiri Teater Garasi Gunawan Maryanto, Sandiwara Sastra akan dilengkapi dengan tata musik dan suara yang akan membuat alih wahana karya sastra semakin dapat dipahami maknanya.

Sandiwara Sastra merupakan kolaborasi produksi antara Kemendikbud, Yayasan Titimangsa, dan KawanKawan Media. Diproduseri oleh aktor film dan teater Happy Salma dan produser film Yulia Evina Bhara, Sandiwara Sastra memberi ruang kepada aktor-aktor seperti Adinia Wirasti, Ario Bayu, Arswendy Bening Swara, Asmara Abigail, Atiqah Hasiholan, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Christine Hakim, Eva Celia, Happy Salma, Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Kevin Ardilova, Lukman Sardi, Lulu Tobing, Marsha Timothy, Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, Najwa Shihab, Nicholas Saputra, Nino Kayam, Oka Antara, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Tara Basro, Vino G. Bastian dan Widi Mulia untuk mengajak pendengar berkelana dan mengembara mengikuti alunan suara dan masuk pada cerita melalui peran yang dimainkan.

Sebagai tahap pertama dari seri Sandiwara Sastra, 10 karya sastra yang dapat dinikmati masyarakat adalah adaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq

, cerita pendek (cerpen) Kemerdekaan karya Putu Wijaya, cerpen Menunggu Herman karya Dee Lestari, cerpen Berita dari Kebayoran karya Promoedya Ananta Toer.

Lalu novel Lalita karya Ayu Utami, cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam, cerpen Persekot karya Eka Kurniawan, novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, dan novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022

JAKARTA – Menara62.com - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari...

LLHPB PWA Jawa Tengah Adakan Sosialisasi Pandemi dan Kesehatan Lingkungan

Sukoharjo,MENARA62.COM - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah ikut serta dalam pelatihan Manajemen Program yang diselenggarakan LLHPB Pimpinan...

Kunjungi Menteri KKP, Ketua YPLG ASMI Berjanji Dukung Kemajuan Kaum Perempuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Masih kuatnya budaya patriarki membuat jumlah pemimpin dari kalangan perempuan di Indonesia masih rendah. Padahal jika diberikan kesempatan, perempuan bisa maju...

Lazismu Pulang Pisau bagikan daging segar bantuan qurban BPKH Indonesia

PULANG PISAU, MENARA62.COM - Lembaga Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pulang Pisau (01/08) menjalankan program Qurban untuk Ketahanan Pangan, yaitu...

Pemkab Sleman Ingatkan Warga Berhati-Hati Jika Berkegiatan di Sekitar Jaringan Arus Listrik

SLEMAN, MENARA62.COM – Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi, Pemkab Sleman, Yogyakarta, Suyono, SH., M.Hum mengimbau masyarakat yang berkegiatan di sekitar jaringan arus listrik agar...