29.9 C
Jakarta

Eny Winaryati, Satu-satunya Perempuan Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Baca Juga:

SEMARANG, MENARA62.COM — Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Eny Winaryati, dikukuhkan sebagai pendekar kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam rangkaian Muktamar Tapak Suci di Semarang.

 

Eny menjadi satu-satunya perempuan dari 17 tokoh yang dikukuhkan sebagai pendekar kehormatan dalam momentum tersebut. Pengukuhan ini menjadi catatan tersendiri bagi perempuan Muhammadiyah yang berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

 

Dalam prosesi pengukuhan, Eny bersama para pendekar kehormatan lainnya menerima sertifikat penghargaan. Mereka tampil mengenakan seragam khas Tapak Suci berwarna merah dan hitam.

 

Pengukuhan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas kiprah dan kontribusi para tokoh dalam mendukung gerakan serta pengembangan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

 

Eny Winaryati Representasi Perempuan Muhammadiyah

 

Kehadiran Eny di antara 17 pendekar kehormatan menjadi perhatian karena ia merupakan satu-satunya tokoh perempuan yang memperoleh pengukuhan tersebut.

 

Sebagai Ketua PWA Jawa Tengah, Eny selama ini berada dalam posisi strategis dalam penguatan gerakan perempuan Muhammadiyah di tingkat wilayah.

 

Latar belakangnya sebagai perempuan yang berasal dari Lasem juga memberikan warna tersendiri. Pengukuhan tersebut menunjukkan bahwa kiprah perempuan dalam lingkungan Persyarikatan tidak hanya hadir melalui gerakan sosial, pendidikan, dan dakwah, tetapi juga mendapat ruang dalam pengembangan olahraga dan seni bela diri Muhammadiyah.

 

Tapak Suci sendiri merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang seni bela diri. Selain membangun kemampuan fisik dan bela diri, Tapak Suci membawa nilai-nilai pendidikan karakter, kedisiplinan, akhlak, dan semangat kemuhammadiyahan.

 

Pengukuhan di Tengah Muktamar

 

Pengukuhan pendekar kehormatan berlangsung dalam rangkaian Muktamar Tapak Suci di Semarang. Momentum tersebut mempertemukan kader, pendekar, dan keluarga besar Tapak Suci dari berbagai daerah.

 

Bagi Tapak Suci, pemberian gelar pendekar kehormatan menjadi bagian dari penghargaan terhadap tokoh yang dinilai memiliki perhatian dan kontribusi terhadap perkembangan organisasi.

 

Dengan dikukuhkannya Eny Winaryati, representasi perempuan dalam keluarga besar Tapak Suci juga semakin terlihat.

 

Pengukuhan ini sekaligus memperlihatkan bahwa nilai-nilai keberanian, pengabdian, kedisiplinan, dan perjuangan yang melekat dalam Tapak Suci dapat menjadi ruang bersama bagi kader laki-laki maupun perempuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!