35 C
Jakarta

Mahasiswa UMJT Magang di DKPP Madiun, Pelajari Ketahanan Pangan

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Dua mahasiswa Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, Aldi Kurniawan dan La Diro, mengikuti program magang di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun. Melalui kegiatan ini, keduanya memperdalam kompetensi dalam pengelolaan ketersediaan pangan dan pemantauan harga bahan pangan pokok.

 

Meski berada di instansi yang sama, keduanya mengerjakan fokus magang berbeda. Aldi Kurniawan mengangkat tema Proses Pengelolaan Ketersediaan Komoditas Pangan di DKPP Kota Madiun, sedangkan La Diro mendalami Pemantauan Harga Bahan Pangan Pokok pada DKPP Kota Madiun.

 

Dalam kegiatan magangnya, Aldi mempelajari proses pengelolaan ketersediaan komoditas pangan, pengolahan data, hingga upaya DKPP Kota Madiun mengantisipasi kekurangan pasokan pangan di masyarakat.

 

Komoditas yang menjadi perhatian meliputi beras, cabai, bawang, sayuran, dan telur ayam.

 

“Mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi juga ikut membantu mencatat masuknya komoditas pangan serta jenisnya di lapangan, memeriksa kelengkapan data yang ada, hingga membantu menyusun laporan ketersediaan komoditas pangan bersama pembimbing lapangan,” ujar Aldi Kurniawan dalam laporan hasil magangnya.

 

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana data ketersediaan pangan dihimpun dan dikelola sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

 

Sementara itu, La Diro berfokus pada proses pemantauan harga bahan pangan pokok yang dilakukan DKPP Kota Madiun. Ia mempelajari pemanfaatan data harga sebagai dasar pengambilan keputusan sekaligus mendukung pembangunan basis data logistik pangan daerah yang terintegrasi.

 

La Diro juga mendalami berbagai faktor yang memengaruhi fluktuasi harga, mulai dari distribusi hingga perubahan iklim. Selain itu, ia mempelajari langkah-langkah yang diterapkan pemerintah daerah untuk mengendalikan dan menjaga stabilitas harga pangan.

 

“Ada empat komoditas yang umum dipantau, yaitu beras, minyak goreng, telur, dan gula,” terang La Diro, yang menjalani magang pada 25 Juli hingga 25 Agustus 2026.

 

Terlibat dalam Gerakan Pangan Murah

 

Selain menjalankan tugas sesuai fokus masing-masing, Aldi dan La Diro juga terlibat bersama dalam kegiatan operasi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan DKPP Kota Madiun.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah kecamatan di Kota Madiun, yakni Taman, Manguharjo, dan Kartoharjo.

 

Keterlibatan dalam GPM memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai upaya pemerintah daerah menjaga keterjangkauan harga dan mendukung akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok.

 

Pengalaman lapangan ini juga memperlihatkan keterkaitan antara pengelolaan ketersediaan komoditas, pemantauan harga, dan kebijakan stabilisasi pangan. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

 

Ketua Program Studi (Kaprodi) Biokewirausahaan UMJT, Irfan Miftakhul Fauzi, M.P., mengatakan program magang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan persoalan nyata di instansi maupun dunia industri.

 

“Dengan mengikuti proses magang ini, mereka berdua dapat menghubungkan teori perkuliahan dengan persoalan nyata di instansi ataupun di industri,” ujar Irfan.

 

Menurutnya, manfaat magang tidak hanya terletak pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan kemampuan nonteknis atau soft skills mahasiswa.

 

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan melatih komunikasi, membangun kerja sama tim, serta mengembangkan kemampuan memecahkan masalah (problem solving).

 

Pengalaman magang di DKPP Kota Madiun diharapkan dapat memperkuat kesiapan Aldi Kurniawan dan La Diro dalam menghadapi dunia kerja, khususnya pada bidang biokewirausahaan, pengelolaan pangan, dan pengembangan sistem ketahanan pangan daerah. (PJ/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!