31.2 C
Jakarta

Siapkan Program SIMKATMAWA Lebih Baik, UNKRIS Kerahkan Semua Unit Kerja

Baca Juga:

Hardiknas 2021, Momentum Tepat bagi Guru Lakukan Perubahan

JAKARTA, MENARA62.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 menjadi momentum penting bagi para guru untuk melakukan berbagai perubahan. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...

BEKASI, MENARA62.COM – Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) bertekad akan mempersiapkan program Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) lebih baik. Tidak hanya meningkatkan sinergi antar fakultas, tetapi juga memaksimalkan keberadaan unit kerja yang ada di UNKRIS.

Hal tersebut mengemuka pada pertemuan terbatas Wakil Rektor 3 UNKRIS Dr Parbuntian Sinaga, SH, MH dengan Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan Dr. Susetya Herawati, Kepala Urusan Kemahasiswaan M. Khoirur Roziqin, SH, MH  dan para Wakil Dekan 3, Senin (3/5/2021). Dari Fakultas Hukum hadir Yessy Kusumadewi, SH, MH, Fakultas Ilmu Administrasi Saefudin Zuhrie , S,Sos, M.IP , dan Fakultas Teknik , Nazarudin Khuluk, ST, M.Si. Sedang dari Fakultas Ekonomi Drs Tjajuk Siswandoko, MM yang berhalangan hadir.

Menurut Dr Parbuntian SIMKATMAWA merupakan indikator penilaian kinerja kemahasiswaan, berupa laporkan kegiatan kemahasiswaan. Kriteria penilaiannya terdiri atas Kriteria Institusi, Kemahasiswaan Kampus Merdeka/Non Lomba, dan Prestasi Kemahasiswaan Mandiri yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi periode 1 Januari hingga 31 Desember Tahun 2020.

“Pertemuan ini sekaligus membahas evaluasi program sebelumnya serta menyiapkan program kemahasiswaan selanjutnya,” kata Parbuntian dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan tersebut terungkap sejumlah persoalan yang dihadapi pada program SIMKATMAWA tahun lalu. Beberapa persoalan yang ditemukan antara lain bahwa ternyata para wadek 3 yang rata-rata baru menjabat, kurang mendapatkan informasi  tentang program SIMKATMAWA. Selain itu, ditemukan juga fakta belum tersinerginya satu pintu untuk system pelaporan di UNKRIS serta tipe pelaporan dari kinerja mahasiswa belum terlalu dipahami lebih mendalam.

“Untuk itu kedepan kita akan bersama sama mempersiapkan dengan baik. Kegiatan mahasiswa harus mendapatkan perhatian baik oleh fakultas khususnya para Wakil Dekan 3 dan juga bagian kemahasiswaan di Rektorat,” tukasnya.

Lebih lanjut, Parbuntian mengingatkan bahwa UNKRIS saat ini telah membentuk Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan (LPKK). Ini menjadi bukti bagiamana UNKRIS akan sangat fokus mengurus, membimbing dan mengajar para generasi muda untuk tumbuh lebih kreatif, inovatif, berkarakter, dan memiliki jati diri yang tangguh. Dengan pembentukan lembaga baru ini, diharapkan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa terkoneksi dengan baik, kedepan akan dapat disinergikan.

Wakil Rektor 3 UNKRIS Dr Parbuntian Sinaga, SH, MH

“LPKK dapat menjadi wadah komunikasi dalam menumbuhkan potensi-potensi yang dimilik mahasiswa, bersama para wadek 3 menyiapkan program kemahasiswaan. Kita tahu betul bonus demografi yang sudah terjadi di Indonesia semenjak tahun 2016 dan puncaknya nanti pada tahun 2030 harus disikapi dengan cerdas dan bijaksana agar tidak terjadi bencana demografi,” kata Parbuntian.

Fakultas Siapkan Program Unggulan

Dalam pertemuan tersebut dari masing masing para wadek 3 juga menyampaikan gagasan, saran dan ide untuk perkembangan kinerja para mahasiswa melalui program yang sudah disiapkan oleh LLDIKTI maupun program mandiri yang dilakukan Perguruan tinggi dan pribadi mahasiswa.

Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum Yessy Kusumadewi misalnya, berjanji akan mencoba menyiapkan data program-program yang telah dilakukan oleh Fakultas Hukum. Ia juga berharap program magang bisa masuk dalam kurikulum pendidikan tinggi.

Sementara itu Wakil Dekan 3 Fakultas Teknik , Nazarudin Khuluk megakui bahwa selama ini pihaknya sangat lemah dalam hal administrasi. Padahal kegiatan kemahasiswaan yang telah dilakukan Fakultas Teknik cukup banyak seperti lomba rumah sehat, pengolahan limbah sampah dan lain lain.

Selanjutnya Zuhrie dari Fakultas Ilmu administrasi menyampaikan, bahwa mahasiswa pada ilmu administrasi minatnya sudah mulai diidentifikasi untuk disesuaikan dengan program yang akan dijalankan oleh mahasiswa. Menurut Zuhrie program dengan minat sedang ada pada pengabdian   masyarakat, sedang program riset sangat disukai salah satu contohnya adalah telah laksanakan program riset untuk keberterimaan masyarakat pada penyandang disabilitas.

“Program ini memberikan gambaran betapa masyarakat kita masih belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Hasil temuan ini akan diseminasikan pada bulan juli yang akan datang,” jelasnya.

Selain itu mahasiswa FIA sangat berminat pada kegiatan kewirausahaan. Saat ini mahasiswa FIA tengah membuat proyek percontohan budi daya ikan lele. Forum literasi yang hasilnya berupa buku serta aksi bela negara melalui seminar dan FGD tentang radikalisme adalah program lain yang telah dilakukan di Fakultas Ilmu Adminstrasi.

Mengakhiri  diskusi menyerap aspirasi para Wakil Dekan 3,  pesan kuat dari  Parbuntian adalah supaya  Ketua LPKK bersama Kepala Urusan Kemahasiswaaan agar segera  menindaklanjuti semua masukan dari Wakil Dekan 3 menjadi program berkelanjutan. Kunci utama yang harus dibangun adalah memberikan informasi yang benar, berkomunikasi yang tepat, bersinergi untuk mengingkatkan kualitas mahasiswa UNKRIS tidak saja pada ilmu dan pengetahuannya tetapi juga pada keterampilannya.

“Kita harus memikirkan para generasi muda yaitu mereka mahasiswa UNKRIS sebagai kaum intelektual terdidik dalam mengisi pembangunan,” tutup Parbuntian.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Hardiknas 2021, Momentum Tepat bagi Guru Lakukan Perubahan

JAKARTA, MENARA62.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 menjadi momentum penting bagi para guru untuk melakukan berbagai perubahan. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...

BBKP Tanjung Priok Waspadai Penularan Covid-19 Melalui Produk Pertanian

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Tanjung Priok Jakarta Hasrul mengingatkan virus Covid-19 bisa menular melalui produk pertanian. Karena itulah BBKP...