30.1 C
Jakarta

Lazismu Himpun Rp6 Miliar untuk Gempa NTT

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Lazismu mencatat penghimpunan dana Program Indonesia Siaga untuk membantu penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp6,09 miliar hingga 3 September 2026.

 

Dari total dana yang terkumpul sebesar Rp6.099.163.820, sebanyak Rp3.455.958.814 telah disalurkan untuk mendukung aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah bagi penyintas gempa NTT.

 

Gempa bumi yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026 mendorong Muhammadiyah bergerak cepat dengan memobilisasi sumber daya dari berbagai daerah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC).

 

Upaya penghimpunan dana juga diperkuat melalui Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tertanggal 20 Agustus 2026. Surat tersebut menginstruksikan masjid-masjid Muhammadiyah menggalang infak Salat Jumat untuk membantu korban gempa NTT.

 

Penggalangan dana tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

 

EMT Muhammadiyah Dirikan Rumah Sakit Lapangan

 

Dalam respons kemanusiaan di NTT, Muhammadiyah mengerahkan berbagai klaster layanan, termasuk sektor kesehatan melalui Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed yang terdiri atas 50 personel.

 

Tim EMT berstandar WHO tersebut mendirikan rumah sakit lapangan di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur. Fasilitas kesehatan tersebut dibangun setelah Puskesmas Dampek mengalami kerusakan akibat gempa.

 

EMT Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan dijadwalkan memberikan layanan selama 30 hari sejak 17 Agustus 2026.

 

Selain rumah sakit lapangan, Muhammadiyah juga mengerahkan EMT Mobile. Tim yang berasal dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA) di Indonesia itu menyasar titik-titik pengungsian yang sulit dijangkau layanan kesehatan.

 

Hingga 3 September 2026, layanan EMT Muhammadiyah telah menangani ribuan penyintas dari berbagai kelompok usia. Rinciannya terdiri atas 85 bayi, 229 balita, 266 anak, 150 remaja, 2.173 dewasa, 22 ibu hamil, dan 799 lansia.

 

Data tersebut menunjukkan kebutuhan layanan kesehatan masih cukup besar di tengah proses pemulihan masyarakat terdampak gempa.

 

Infeksi Pernapasan Jadi Keluhan Terbanyak

 

Berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit lapangan, infeksi saluran pernapasan menjadi diagnosis yang paling banyak ditemukan pada penyintas.

 

Tercatat 437 penyintas mengalami infeksi saluran pernapasan. Berikutnya, sebanyak 372 penyintas mengalami nyeri otot dan pegal-pegal, 233 penyintas mengalami hipertensi, 186 penyintas mengalami rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar perut, serta 153 penyintas mengalami sakit kepala dan nyeri leher hingga tengkuk.

 

Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, mengatakan penyaluran dana donasi dan infak Salat Jumat masih akan terus dilakukan.

 

Menurut dia, dukungan tersebut dibutuhkan untuk melanjutkan respons kemanusiaan sekaligus memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

 

“Penyaluran dana donasi dan infak Salat Jumat masih akan terus dilaksanakan untuk melanjutkan respons dan tahapan rehabilitasi-rekonstruksi serta membangun ketangguhan masyarakat,” kata Barry, Jumat (4/9/2026).

 

Lazismu mengajak masyarakat terus mendukung aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah bagi penyintas gempa NTT, termasuk melalui penggalangan donasi Program Indonesia Siaga.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!