31.6 C
Jakarta

Metrologi Jadi Fondasi Kepercayaan Kebijakan Publik di Tengah Hilirisasi dan Ekonomi Digital

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Di tengah upaya Indonesia memperkuat hilirisasi industri dan transformasi digital nasional, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menegaskan pentingnya sistem pengukuran yang akurat dan terpercaya sebagai fondasi dalam membangun kebijakan publik berbasis data.

Ketertelusuran pengukuran dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik, memperkuat daya saing industri, hingga mendukung perdagangan yang adil di tingkat nasional maupun global. Tanpa sistem pengukuran yang andal dan tertelusur, kebijakan publik berisiko dibangun di atas data yang lemah dan sulit dipertanggungjawabkan.

“Kepercayaan publik terhadap suatu kebijakan dibangun dari kualitas data yang digunakan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Karena itu, hasil pengukuran yang akurat, tertelusur, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik yang efektif dan tepat sasaran,” ujar Sekretaris Utama, Donny Purnomo, dalam Webinar Hari Metrologi Sedunia 2026 bertema “Metrology: Building Trust in Policy Making” pada Rabu (20/5/2026).

Menurut Donny, metrologi tidak hanya berperan dalam aspek teknis pengukuran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, penguatan kualitas produk nasional, hingga pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika hilirisasi industri, ekonomi digital, dan meningkatnya tuntutan global terhadap produk yang memenuhi spesifikasi internasional.

“Ketertelusuran pengukuran nasional sangat relevan dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri, sebab standar pengukuran yang andal memastikan produk industri Indonesia memenuhi spesifikasi global dan terhindar dari hambatan teknis perdagangan,” ungkap Donny.

Untuk memperkuat sistem pengukuran nasional tersebut, BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU), sebagai National Metrology Institute (NMI) di Indonesia, terus memperkuat infrastruktur metrologi nasional dan menjamin ketertelusuran pengukuran Indonesia ke Sistem Satuan Internasional (SI).

Hingga saat ini, SNSU BSN telah memiliki 164 kemampuan pengukuran dan kalibrasi atau Calibration and Measurement Capabilities (CMC) yang diakui secara internasional dengan prinsip “Once measured, accepted everywhere”. Berdasarkan data internasional, jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura dan Thailand.

Selain itu, Deputi Bidang SNSU juga mencatat tren peningkatan layanan kalibrasi nasional. Pada tahun 2025, SNSU BSN menerbitkan sebanyak 2.549 sertifikat kalibrasi untuk mendukung kebutuhan pengukuran sektor industri, perdagangan, energi, dan layanan publik.

“Penguatan sistem pengukuran nasional menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem industri dan perdagangan yang terpercaya. Hal ini juga mendukung penyusunan kebijakan berbasis data atau evidence-based policy yang semakin dibutuhkan di era ekonomi digital,” jelas Donny.

Dalam mendukung kebijakan nasional, BSN melalui SNSU juga terus memperkuat koordinasi strategis dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas guna menyelaraskan penguatan infrastruktur metrologi nasional dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Pada sektor perdagangan, penguatan ketertelusuran pengukuran juga menjadi fondasi penting dalam pengawasan Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) guna memastikan keadilan transaksi serta meningkatkan perlindungan konsumen.

Sedangkan pada sektor transisi energi, SNSU BSN telah memiliki kemampuan pengukuran dan kalibrasi untuk level konsentrasi emisi kendaraan, cerobong, dan gas rumah kaca yang telah diakui secara internasional. Kemampuan ini mendukung penguatan sistem pengukuran nasional dalam berbagai kebijakan terkait lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Eksistensi metrologi Indonesia di tingkat global juga diperkuat melalui keterlibatan aktif SNSU BSN dalam berbagai organisasi metrologi internasional seperti International Bureau of Weights and Measures dan Asia Pacific Metrology Programme. Melalui kerja sama teknis dan pengakuan kesetaraan standar pengukuran dengan berbagai negara, Indonesia terus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Hari Metrologi Sedunia (World Metrology Day) diperingati setiap tanggal 20 Mei untuk memperingati penandatanganan Konvensi Meter pada tahun 1875 oleh perwakilan dari tujuh belas negara. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Metrology: Building Trust in Policy Making” sebagai refleksi pentingnya sistem pengukuran yang andal dalam mendukung kebijakan publik yang kredibel, transparan, dan berbasis data.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!