SOLO, MENARA62.COM — Puluhan murid SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, belajar menulis berita dengan memanfaatkan smartphone. Bukan sekadar untuk hiburan, telepon pintar digunakan sebagai alat belajar jurnalistik melalui kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik Cilik.
Kegiatan yang digelar rutin setiap Jumat pukul 12.30-14.00 WIB itu mengajak murid mengenal dasar-dasar jurnalistik sekaligus mempraktikkan penulisan berita secara langsung menggunakan aplikasi notepad di smartphone.
Pembelajaran berlangsung pada Jumat (7/8/2026) dengan pendampingan Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, bersama jurnalis profesional dari Solopos, Adam Aryo.
Dwi Jatmiko mengatakan pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran jurnalistik merupakan upaya mendekatkan keterampilan menulis dengan kehidupan digital anak.
Menurut dia, perangkat yang selama ini kerap digunakan untuk bermain juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana produktif untuk mengembangkan kemampuan literasi.
“Anak-anak sebanyak 70 bersemangat belajar. Bahwa smartphone bukan hanya untuk bermain. Anak didik bisa menggunakannya untuk mencari informasi, mencatat fakta, menyusun berita, kemudian mempublikasikannya secara bertanggung jawab,” ujar Jatmiko.
Belajar Menulis Berita dengan ADIKSIMBA
Dalam kegiatan tersebut, murid dikenalkan dengan konsep dasar jurnalistik ADIKSIMBA, yakni Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan dengan dua pertanyaan tambahan, yaitu What Unique atau apa hal unik dari peristiwa yang diberitakan dan What Impact atau apa dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
Jatmiko mengatakan dua pertanyaan tambahan itu diperlukan agar tulisan murid tidak berhenti pada pemenuhan unsur dasar berita.
“Dengan begitu, mereka tidak sekadar menjawab unsur dasar berita, tetapi juga belajar menemukan sisi menarik dan dampak dari sebuah peristiwa,” katanya.
Menurut dia, proses tersebut dapat melatih murid untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Mereka belajar bahwa sebuah peristiwa memiliki berbagai sisi yang dapat digali melalui pertanyaan dan pengamatan.
Smartphone Jadi Sarana Literasi Digital
Kegiatan Jurnalistik Cilik juga diarahkan untuk membangun kemampuan literasi digital murid sejak usia sekolah dasar.
Murid tidak hanya diajarkan menulis, tetapi juga dikenalkan dengan pentingnya mencari informasi, mencatat fakta, mengolah informasi, hingga menyampaikan berita secara bertanggung jawab.
Selain menulis berita, mereka juga mendapat materi dasar foto jurnalistik untuk mendukung informasi yang disampaikan melalui tulisan.
Sekolah berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan keberanian murid dalam menyampaikan informasi berdasarkan fakta sekaligus mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi.
Hasil karya jurnalistik para murid nantinya akan dipasang di majalah dinding sekolah sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar mereka.
Jatmiko mengatakan pengenalan jurnalistik sejak dini bukan semata-mata untuk menghasilkan murid yang mampu menulis berita. Lebih dari itu, jurnalistik dapat menjadi sarana membangun karakter.
“Mengenalkan jurnalistik sejak dini berarti melatih anak berpikir kritis, berani bertanya, dan jujur menyampaikan fakta,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses menulis berita sederhana dapat mengajarkan nilai-nilai yang penting bagi perkembangan anak.
“Dari menulis berita sederhana, murid belajar bahwa kebenaran, empati, dan tanggung jawab adalah karakter yang harus dibangun sejak dini,” pungkasnya. (*)

