27.8 C
Jakarta

Tim PKM-PI UGM Hadirkan SIPROTEX, Teknologi Terintegrasi untuk Percepat Produksi Batik Sutari

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM

Inovasi teknologi kembali dihadirkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membantu pelaku usaha batik meningkatkan produktivitas. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI), tim SIPROTEX mengembangkan sebuah alat yang mengintegrasikan sejumlah tahapan produksi batik di Sentra Batik Sutari, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Alat yang diberi nama SIPROTEX (Sistem Integrasi Proses dan Roll Textile) tersebut dirancang untuk menggabungkan tiga proses produksi, yakni pewarnaan, pelorotan malam, dan pemerasan kain. Penggabungan proses ini diharapkan mampu memangkas waktu produksi sekaligus mengurangi beban pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual.
Tim PKM-PI SIPROTEX terdiri atas Marshall Gibran Wisnujati, Halim Kusuma Putra, Amalisa Putri Defita, Tsabita Afidati, dan Rafif Hauzan. Mereka mengembangkan alat tersebut di bawah pendampingan dosen Ir. Maun Budiyanto, S.T., M.T., IPU.
Pengembangan teknologi tersebut dilakukan melalui penelitian bertajuk “Implementasi Alat SIPROTEX pada Sentra Batik Sutari di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.”
Ketua Tim PKM SIPROTEX, Marshall Gibran Wisnujati, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang dihadapi mitra dalam proses produksi batik yang masih mengandalkan tenaga dan peralatan manual.
“Dengan SIPROTEX, proses pewarnaan, pelorotan, dan pemerasan dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga proses menjadi lebih praktis dan sistematis dalam satu alat. Selain mempercepat proses produksi, cairan pewarna hasil pewarnaan dan pemerasan dapat ditampung untuk digunakan kembali oleh mitra,” ujar Marshall.
Secara teknis, SIPROTEX memiliki unit celup atau bak yang digunakan dalam proses pewarnaan sekaligus pelorotan malam. Unit tersebut dilengkapi sistem pemanas berbasis LPG. Setelah melalui proses tersebut, kain kemudian melewati bagian roller yang berfungsi mengurangi kadar cairan pada kain.
Teknologi tersebut juga dilengkapi Variable Frequency Drive (VFD) untuk membantu pengaturan kerja motor serta tombol emergency sebagai bagian dari sistem keselamatan pengoperasian alat.
Penerapan teknologi ini menjadi penting bagi Sentra Batik Sutari yang telah menjalankan usaha batik cap sejak 2005. Selama ini, proses produksi masih dilakukan melalui sejumlah tahapan manual yang membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar.
Dalam kondisi normal, Sentra Batik Sutari mampu memproduksi sekitar 100 potong atau setara 200 meter kain batik setiap pekan. Namun, proses produksi yang dilakukan secara manual dan berulang membuat satu siklus produksi dapat memerlukan waktu hingga empat hari.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala ketika permintaan konsumen meningkat, terutama untuk pesanan dalam jumlah besar dengan tenggat waktu yang relatif singkat.
Melalui SIPROTEX, tim PKM-PI UGM berupaya menjawab persoalan tersebut dengan menyatukan beberapa proses produksi dalam satu sistem. Selain menghemat waktu, alat ini juga dirancang agar penggunaan bahan pewarna menjadi lebih efisien.
Cairan pewarna yang tertampung setelah proses pewarnaan dan pemerasan dapat dimanfaatkan kembali untuk proses berikutnya. Dengan demikian, teknologi tersebut tidak hanya berorientasi pada kecepatan produksi, tetapi juga mendorong efisiensi penggunaan bahan.
Bagian roller juga membantu mengurangi kadar air pada kain setelah proses pewarnaan dan pelorotan. Kondisi kain yang lebih cepat berkurang kadar airnya diharapkan dapat memperpendek waktu penjemuran.
Berdasarkan penerapan teknologi tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus produksi berpotensi dipangkas dari sekitar empat hari menjadi tiga hari.
Tim PKM-PI SIPROTEX berharap inovasi tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi Sentra Batik Sutari. Dengan proses produksi yang lebih cepat dan terintegrasi, kapasitas usaha diharapkan meningkat sehingga mitra memiliki kemampuan lebih besar dalam memenuhi permintaan pasar.
Selain meningkatkan produktivitas, kehadiran SIPROTEX menjadi contoh bagaimana penerapan teknologi tepat guna dapat diarahkan untuk menjawab persoalan konkret yang dihadapi pelaku usaha kecil dan menengah.
Inovasi mahasiswa UGM tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai sebuah mesin, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha batik yang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Desa Wirun.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!